Bahan Ajar Materi Kuliah elektro (catatan matakuliah) online USTJ-PAPUA, merupakan metode kuliah yang dilakukan secara tidak langsung. Pembelajaran dan Jadwal Materi kuliah (kuliahonline) teknik elektro diharapkan menjadi solusi dan alternatif terbaik guna mengembangkan bidang IT terutama lebih kearah kemandirian dalam proses belajar mengajar. Perubahan sedikit jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali. Kesempurnaan masih terus dilakukan dan diharapkan menuju kesempurnaan seperti yang diharapkan.

Elektronika Daya

Materi kuliah Elektronika Daya atau elektronika Industri terutama pada sistem tenaga listrik terdapat penggunaan komponen elektronika yang umumnya dipakai dalam rangkaian pengaturan motor-motor listrik. Komponen-komponen elektronika yang dipergunakan pada sistem tenaga listrik pada prinsipnya harus mampu menghasilkan daya yang besar atau mampu menahan disipasi daya yang besar.
Elektronika daya meliputi switching, pengontrolan dan pengubah ( konversi ) blok-blok yang besar dari daya listrik dengan menggunakan sarana peralatan semikonduktor. Dengan demikian elektronika daya secara garis besar terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu :
1. Rangkaian Daya
2. Rangkaian kontrol
Pada gambar berikut menunjukkan hubungan antara kedua rangkaian diatas yang terintegrasi menjadi satu ( silahkan download )
Read more »

Proses Terjadinya Perubahan Energi Listrik ke Bentuk Energi Lainnya

Pendahuluan dari materi Kuliah elektro Mesin Elektrik 1 terutama dalam sistem tenaga listrik diperlihatkan bagaimana terjadinya perubahan energi baik energi listrik menjadi energi listrik atau energi mekanis menjadi energi listrik maupun sebaliknya dari energi listrik menjadi enrgi mekanis merupakan faktor penentu dalam melakukan perubahan energi dari bentuk yang satu menjadi energi dalam bentuk yang lainnya. Secara singkat sistem perubahan dimaksud di atas, sangatlah bergantung pada peralatan atau piranti yang dipergunakan.
Adapun piranti sebagai media perubahan energi terdiri dari 3 (tiga) jenis mesin elektrik/listrik, yaitu:
1. Generator, yang merupakan peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.
Generator terdiri dari 2 jenis yaitu Generator Arus Searah ( DC ) dan Generator Arus Bolak-Balik ( AC ).
2. Motor, yang merupakan peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Motor juga terdiri dari Motor Arus Searah ( DC ) dan Motor Arus Bolak-Balik (AC).
3. Transformator (Trafo) merupakan peralatan listrik yang dipergunakan untuk merubah energi listrik yang masuk menjadi energi listrik lainnya atau berupa tegangan output. Adapun tegangan yang dihasilkan dapat dinaikkan maupun diturunkan sesuai dengan trafo
yang dipergunakan.
Sebagaimana fungsi tersebut di atas, maka Trafo dibagi dalam 4 jenis berdasarkan fungsinya, yaitu:
a. Trafo Penaik tegangan atau biasanya disebut trafo Step-Up atau yang lebih dikenal sebagai Trafo Daya
b. Trafo Penurun Tegangan (trafo Step-Down) atau yang biasanya dikenal sebagai Trafo Distribusi.
c. Trafo yang dipergunakan pada alat ukur (instrumen)
d. Trafo yang banyak digunakan pada peralatan atau rangkaian elektronik. Trafo ini difungsikan untuk melakukan
pemblokiran terhadap rangkaian yang satu terhadap lainnya.
Secara keseluruhan ke 3 peralatan tersebut di atas dapat disebut sebagai Mesin listrik atau Mesin Elektrik. Jika ditinjau untuk
generator dapat dikategorikan sebagai Generator Arus Searah dan Generator Arus Bolak-Balik.Demikian juga dengan Motor sebagai
mesin listrik yang terdiri dari Mesin Arus Searah dan Mesin arus bolak-balik termasuk Trafo.
Untuk mesin Arus Searah dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu
a. Mesin Arus searah dengan penguatan bebas
b. Mesin Arus searah dengan penguatan sendiri. Mesin arus searah jenis ini terdiri dari Mesin Shunt, Mesin Seri dan Mesin Kompon.
Sedangkan untuk mesin arus bolak-balik dapat dibedakan dalan 2 jenis, yaitu
a. Mesin Asinkron atau yang biasanya juga disebut Mesin Tak Serempak atau Mesin Induksi.
b. Mesin Sinkron atau Mesin Serempak
Read more »

VSAT Sebagai Media PENGIRIM dan PENERIMA Sinyal Satelit

Perangkat VSAT

Salah Materi Kuliah Telekomunikasi yang akan dijelaskan adalah tentang VSAT.Secara umum orang lebih mengenal VSAT adalah sebuah antena parabola yang dipergunakan untuk menangkap sinyal dari satelit. VSAT sendiri singkatan dari Very Small Aperture Terminal adalah sebuah terminal penerima/pengirim sinyal dari satelit yang berupa antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. VSAT memiliki fungsi utama adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit.
Sedangkan Satelit sendiri berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Posisi sebuah VSAT menghadap ke sebuah satelit Geostationer. Sebagai satelit geostasioner berarti menunnjukkan bahwa satelit tersebut selalu pada posisi yang sama sejalan dengan arah dari perputaran bumi terhadap sumbunya. Dengan demikian maka satelit geostasioner mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi. Dengan kata lain bahwa posisinya selalu mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.
Keberadaan VSAT terutama di Indonesia yaitu pada era tahun 1989 seiring dengan meningkatnya perekonomian yang ditunjukkan dengan begitu banyaknya bermunculan bank-bank terutama Bank swasta yang sangat membutuhkan sistem komunikasi dan tingkat layanan online kepada para nasabah sebagaimana dikenalnya mesin ATM (Automated Teller Machine).
Berdasarkan data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara pertama yang memanfaatkan teknologi VSAT terutama di kawasan Asia Tenggara. Kondisi ini sangat terkait dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari Gunung dan Bukit serta lembahnya yang terbentang luas. Pemanfaatan teknologi VSAT memudahkan komunikasi antar negara yang tidak terhalang oleh luasnya lautan dan timbulnya gangguan alam lainnya. Bila dirinjau dari sisi pembiayaannya, maka komunikasi akan lebih murah karena komunikasi jauh atau dekat biaya tetap sama. Penggunaan dan pemanfaatan Internet dan ISDN (Integrated Services Digital Network) akan lebih optimal dengan biaya yang ekonomis. Keistimewaan VSAT terhadap saluran kabel adalah ongkos lebih murah, pemasangan cepat, bandwidth lebar dengan sistem transmisi paket data, dan tersedia di seluruh wilayah Indonesia. Disamping itu VSAT juga dapat dimanfaatkan sebagai area atau jalur untuk melakukan komunikasi berupa voice sebagai pengganti line telepon.

Very Small Aperture Terminal (VSAT ) dalam suatu system networking terdiri dari elemen jaringan yang dikategorikan menjadi 2 segment yang mencakup:
1. Ground Segment yaitu element jaringan VSAT yang berada di bumi dan terdiri dari terminal HUB dan terminal VSAT itu sendiri. 2. Space Segment yaitu element jaringan VSAT yang berada di langit yaitu terdiri dari satelit.

Satelit yang digunakan adalah satelit GEO (Geosynchronous Earth Orbit).
Frekwensi yang dipergunakan dalam sistem komunikasi VSAT terdiri dari frekwensi pengiriman ( Transmit) dan Frekwensi Penerima (Receive) sebagai pada tabel berikut ini.
Tabel 1. Frekwensi VSAT
Ku-Band C-Band Extended C-Band Frekuensi Transmit 14,0 - 14,5 GHz 5,925 - 6,425 GHz 6,725 - 7,025 GHz Frekuensi Receive 10,7 - 12,75 GHz 3,625 - 4,2 GHZ 4,5 – 4,8 GHz

VSAT dan System Infacenya

Pada gambar berikut ditunjukkan bagaimana performance dari perangkat VSAT secara individual maupun yang terintegrasi dalam suatu sistem

Terminal VSAT

Sebuah terminal VSAT terdiri dari InDoor Unit (IDU) dan OurDoor Unit (ODU). OutDoor Unit ialah perangkat antenna (reflector) VSAT itu sendiri, yang diameternya berkisar antara 1,8m - 3,5 m untuk C-band dan 1, m - 1,8 m untuk Ku-band.
InDoor Unit ialah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan antenna VSAT dengan terminal pelanggan lainnya. Secara umum, terminal VSAT berfungsi sebagai penerima dan pengirim sinyal dari/ke satelit, serta dapat meneruskan sinyal informasi ke perangkat lain yang terhubung dengannya bila diperlukan. HUB Sebuah HUB juga terdiri dari OutDoor Unit dan InDoor Unit. Out Door Unit sebuah HUB sama dengan VSAT, yaitu berupa antenna, bedanya, antenna HUB ukurannya lebih besar dari antenna VSAT.Fungsi dari OutDoor Unit ini ialah sebagai penerima dan pengirim sinyal dari/ke satelit. Ukuran diameternya berkisar antara 2-5 m untuk HUB kecil, 5-8 m untuk HUB menengah, dan 8-10 m untuk HUB ukuran besar. InDoor Unit dari sebuah HUB memiliki fungsi yang relative berbeda dengan InDoor Unit VSAT. Dalam InDoor Unit HUB bukan hanya terdiri dari element yang fungsinya untuk mengolah dan meneruskan sinyal, tapi terdapat element yang berfungsi sebagai Network Management System (NMS) yang berupa sebuah unit computer yang terhubung secara virtual dengan semua terminal VSAT yang dilayani oleh HUB tersebut. NMS ini berfungsi sebagai interface untuk melakukan fungsi-fungsi operasional dan administrative dalam sebuah system jaringan VSAT.

Fungsi operasional yang dilakukan sebagai Networ Management System meliputi:

•Melakukan konfigurasi jaringan VSAT, dengan menambah atau menghapus terminal VSAT , frekuensi carrier, dan network interface.

•Melakukan fungsi controlling serta monitoring terhadap status dan performance setiap terminal VSAT, perangkat HUB-nya sendiri, dan juga semuah data port yang terhubung dengan jaringan VSAT tersebut.


Fungsi administratif yang pada Network Management System meliputi:

•Melakukan fungsi pencatatan penggunaan jaringan, billing, dan security jaringan VSAT.
•Melakukan fungsi inventory jaringan, seperti mencatat semua equipment yang terhubung dengan jaringan serta configurasinya.

Satelit

Dalam jaringan VSAT, satelit melakukan fungsi relay, yaitu menerima sinyal dari groud segment, memperkuatnya, dan mengirimkannya lagi ke ground segment yang lain. Satelit yang digunakan dalam system jaringan VSAT ialah satelit GEO (Geosynchronous Earth Orbit), yaitu satelit yang mengorbit pada ketinggian 35.786 km ~ 36.000 km di atas permukaan bumi. Geosynchonous artinya satelit itu mengorbit sesuai dengan rotasi bumi, sehingga kalau dilihat dari suatu titik di bumi, satelit itu akan terlihat diam. Penggunaan satelit GEO ini menguntungkan karena terminal VSAT dapat dibuat tetap menghadap ke satelit dan tidak perlu diubah-ubah arahnya karena posisi satelitnya akan tetap terhadap terminal VSAT di bumi.
Performance VSAT terhadap Jaringan Terestrial Kompetitor paling potensial bagi sistem komunikasi satelit adalah jaringan terestrial. Jaringan terestrial terutama unggul dalam hal respon time-nya yang lebih cepat dibanding sistem satelit. Makin murahnya teknologi serat optik membuat teknologi ini semakin banyak diminati. Saluran kawat tembaga juga kembali dilirik untuk menyalurkan informasi berukuran besar dengan dikembangkannya teknologi DSL (Digital Subscriber Line), meski untuk itu harus ada investasi lagi untuk peralatan penunjang DSL-nya. Namun tetap saja jaringan terestrial menghadapi hambatan klasiknya yaitu memerlukan perencanaan jaringan yang rumit, ijin-ijin pembangunan infrastruktur yang berbelit-belit, dan jangkauannya yang lebih terbatas. Begitu juga dengan waktu perencanaan dan pemasangan perangkat terminalnya yang relatif lebih lama dibanding pemasangan VSAT.

Penggunaan sistem telekomunikasi ekstraterestrial umumnya didorong oleh belum memadainya jalur dan sistem telekomunikasi terestrial untuk keperluan komunikasi data di Indonesia. Sistem ini tidak saja untuk antar kota atau kabupaten, akan tetapi komunikasi terestrial yang tersedia di dalam kota juga sangat terasa kekurangannya untuk hubungan antar komputer.
Pemanfaatana VSAT juga memiliki keunggulan sistem komunikasi secara terestrial dalam hal mutu dan kualitas salurannya. Pada beberapa lokasi dan daerah di Indonesia sangat tergantung pada jaringan kabel tanah yang seringkali terganggu akibat kondisi alam dan cuaca yang sangat mempengaruhi terhadap kehandalan karena mutu instalasinya maupun desain terhadap ketahanan yang kurang memadai. Juka dibandingkan dengan sistem Kabel, maka penggunaan VSAT dalam pemasangannya relatif sangat cepat karena tidak perlu menunggu instalasi kabel tanah. Waktu yang diperlukan untuk pemasangan di daerah seperti di Papua maupun dipelosok timur Indonesia tidak banyak berbeda dengan instalasi yang dilakukan di kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Medan dan Surabaya.

Read more »

KISI-KISI UAS GENAP 07-08

NETWORKING & SWITCHING

Sebagai acuan atau kisi-kisinya adalah pemahaman terhadap peralatan system jaringan atau metode switching hingga yang berhubungan dengan packet switching dan prosesnya pengiriman dan penerimaannya

ELEKTRONIKA DAYA

Perlu pemahaman terhadap karateristik yang terkait dengan komponen daya secara umum serta pengatur/perubah tegangan baik converter, inverter maupun DC CHOPPER

MESIN ELEKTRIK 2

Silahkan pelajari prinsip tentang motor induksi termasuk karateristiknya, system pengasutan yang dilakukan serta Pelajari pula soal-soal yang berhubungan dengan kecepatan putar, slip serta pengasutan yang terjadi.Tugas-tugas yang pernah diberikan ditinjau dan dipelajari secara seksama

FISIKA 2

Sebagai referensi sdr adalah silahkan dipelajari Rangkaian Seri, Rangkaian Paralel, Hukum Kirchoff, untuk rangkaian seri yang berhubungan dgn arus yang sama atau tidak serta Hukum Coulomb

Catatan

Tugas Fisika Dasar : "Silahkan rangkumkan Materi Perkuliahan Fisika dalam bentuk POWER POINT Atau dalam bentuk Presentasi lainnya (yang inovasi)"

( Tugas ini dikumpulkan paling lambat 3 hari sesudah UAS dalam bentuk CD)

SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK

Kisi-kisi untuk materi ini yang perlu dipelajari tentang GSM, CDMA, GPRS dan analisa terhadap banyaknya panggilan yang dilakukan.

DASAR TELEKOMUNIKASI

Perlu sdr pelajari tentang perkembangan telekomunikasi saat ini, spectrum, amplitude, carrier dan daya pancar

PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI

Dalam materi ini perlu diperhatikan terhadap perkembangan teknologi komunikasi, Pendapat tentang telekomunikasi

PERALATAN TEGANGAN TINGGI

Silahkan sdr pelajari materi yang telah di download (Power line Carrier), Peralatan yang ada di gardu induk serta fungsinya Termasuk kompensator & kapasitor. Untuk pelajari juga contoh soal tentang gelombang berjalan akibat surja petir,Peralatan proteksi terutama di Gardu Induk

GEJALA MEDAN TINGGI

Perlu sdr pelajari korona, radio interference, pengaruh medan tinggi thdp mahluk hidup sekitar jaringan tegangan tinggi.Untuk soal silahkan dipelajari yang terkait dengan pengujian isolator dlm kondisi basah/kering serta persoalan yang Ada hubungannya dengan korona.

PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK

Sebagai bahan persiapan sdr silahkan dipelajari tentang PLTU dan PLTA termasuk soal yang perhitungannya

Catatan

Tugas Individu : "Silahkan dikumpulkan setelah berakhirnya UJIAN Pembagkit Energi Listrik ini "

METODE NUMERIK

Kisi-kisi materi ini terkait dengan penyelesaian persamaan Metode Toleransi, Biseksi, Regulafalsi, Newton Raphson dan metode invers serta Determinan Matriks. Untuk soal diperkirakan ada 5 bentuk soal dan silahkan sdr nanti memilih 3 soal yang menurut sdr mudah.

Catatan

Tugas Kelompok : "Silahkan dikumpulkan setelah berakhirnya UJIAN Metode Numerik ini "

Demikian yang dapat kami sampaikan semoga memberikan dan meningkatkan semangat sdr dalam belajar. Sebagai acuan sdr Silahkan download Jadwal UAS Semester Genap 2007/2008

Read more »

PLC (Bahan materi kuliah lanjutan)

Bahan materi kuliah teknik elektro USTJ terutama mengenai PLC (Programming Logic Control) mencakup beberapa hal, antara lain :
1. Perintah Dasar dari sebuah program yg tersedia dalam perintah PLC.
2. Hal-hal tentang dasar atau pengantar PLC-II.
3. Perangkat PLC dengan Hardwarenya
4. Tayangan salah satu contoh programming Manual S7200.

Sebelumnya kami mohon maaf karena materi kuliah PLC beberapa waktu yg lalu agak terlambat untuk di posting karena ada gangguan pada system penyimpaan data
Read more »

Pengasutan Motor



Bahan Kuliah lanjutan dari Mesin Elektrik 2 adalah tentang Prinsip kerja dan Pengasutan motor (selengkapnya silahkan klik materi kuliah)
Read more »

Pembangkit Energi Listrik


Bahan Materi kuliah untuk pembangkitan energi elektrik atau sistem pembangkit , akan memuat tentang Pertimbangan Ekonomis Pembangkit tenaga listrik
Dalam semua pekerjaan keteknikan, masalah biaya adalah yang paling penting. Pada umumya besarnya biaya menentukan apakah suatu proyek akan dibangun atau tidak, disamping pengaruh – pengaruh politik atau pertimbangan – pertimbangan lainnya. Pekerjaan perekayasaan dan kontruksi dari suatu sistem tenaga listrik ditentukan oleh penggunaan sistem tersebut untuk memperoleh keuntungan, sehingga pembangunan sistem tenaga harus direncanakan secara ideal. Persoalan-persoalan pembiayaan suatu proyek biasanya sangat rumit, hal ini disebabkan karena biaya yang selalu berubah-ubah terhadap waktu, kondisi dan bahkan terhadap perubahan kondisi teknologi.

Read more »

Pengenalan Jaringan Komputer

Kalo kita berbicara masalah internet, ada pandangan bahwa internet itu merupakan suatu hubungan antar komputer di seluruh dunia dengan pusat pada suatu komputer tertentu. Pandangan ini kurang benar, karena sebenarnya Internet merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan besar ataupun kecil diseluruh dunia. Nah, sebagai awalan dari materi kuliah / bahan kuliah ini bahwa kita akan mepelajari bagian internet tersebut yaitu jaringan local.

Tujuan dari jaringan komputer adalah untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan/kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN Topologies. Terdapat enam Network Topologi yaitu : Star,Mesh, Ring, Bustree dan Hybrid.

Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sbb :
  • Twisted pair
  • Coaxial cable
  • Optical cable
  • Wireless.

Physical Topologi adalah bagaimana kabel digelar sedangkan Logical Topologi adalah bagaimana jaringan (network) bekerja pada ‘physical wiring’. Harus diingat bahwa representasi secara logical dari suatu topologi mungkin bias sangat berbeda dengan implementasi secara fisiknya (physical implementation). Sebagai contoh semua workstation dalam suatu token ring, secara logical dihubungkan secara ring. Akan tetapi secara fisik setiap station dihubungkan (attached) ke ‘central hub’, seperti sebuah star topologi.
1. Topologi Jaringan
1.1 Topologi Bus atau Daisy Chain Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut: · merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node · umum digunakan karena sederhana dalam instalasi · signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision · problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti seperti Topologi Bus
1.2 Topologi Ring Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
  • lingkaran tertutup yang berisi node-node ·
  • sederhana dalam layout ·
  • signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana ·
  • problem: sama dengan topologi bus ·
  • biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star Topologi Ring
1.3 Topologi Star Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut: · setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi. · mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node · keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu · dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP Topologi Star

1.4 Topologi Mesh MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.

1.5 Topologi TREE Tree topologi dibangun oleh Bus network yang dihubungkan secra bersama-sama. Contoh : setiap gedung dalam suatu kampus memiliki Bus Network yang telh terpasang, maka setiap network dapat disambungkan secara bersama untuk membentuk sebuah tree teknologi yang bisa mengcover semua kampus. Karena tree topologi terdiri dari Bus topologi yang dihubungkan secra bersama maka tree topologi memiliki karakterisitik yang sama dengan Bus topologi. Dia dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.
HYBRID Hybrid Network adalah network yang dibentuk dari berbagai topologi dan teknologi. Sebuah hybrid network mungkin, sebagi contoh, diakibatkan oleh sebuah pengambil alihan suatu perusahaan. Sehingga ketika digabungkan maka teknologi-teknologi yang berbeda tersebut harus digabungkan dalam sebuah network tunggal. Sebuah hybrid network memiliki semua karakterisitik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut.


Read more »

Hasil Tugas Mesin Elektrik 2


















Materi kuliah atau Map yang merupakan hasil tugas yang telah sdr kumpulkan, silahkan di KLIK agar lebih nampak untuk tiap gambarnya atau Download ke 4 gbar diatas. Bahan kuliah MME berupa tugas ini silahkan agar sdr dapat mengembangkan masing-masing point (diskusi tgl. 15 April 2008)
Read more »

Soal-Soal STL-2

1. Suatu tegangan bolak-balik 60 Hz yang mempunyai nilai rms sebesar 100 V dikenakan pada rangkaian RL seri dengan menutup sakelar. Resistansinya adalah 15 Ω sedangkan induktansinya 0,12 H.

a). Hitunglah nilai komponen dc arus pada saat sakelar ditutup jika nilai sesaat tegangan pada waktu itu adalah 50 V.

b). Berapakah nilai sesaat tegangan yang akan menghasilkan komponen dc arus yang maksimum pada saat menutup sakelar.

c). Berapakah nilai sesaat tegangan yang akan menghasilkan komponen dc arus yang bernilai nol pada saat menutup sakelar.

d). Jika sakelar ditutup ketika tegangan sesaat sama dengan nol, tentukanlah arus sesaat 0,5, 1,5, dan 5,5 periode kemudian.

Read more »