<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904</id><updated>2012-02-16T17:47:47.517+09:00</updated><category term='Pembangkit Energi Listrik'/><category term='Asosiasi'/><category term='Simetris'/><category term='Bahan Kuliah Elektro'/><category term='AKLI'/><category term='Peta Mesin Elektrik 2'/><category term='Metode Numerik'/><category term='Tugas Mesin Elektrik 2'/><category term='Organisasi Komputer'/><category term='mesin elektrik 2'/><category term='Generator'/><category term='APEI'/><category term='Bahan Ajar'/><category term='Fisika'/><category term='PLC'/><category term='Elektronika daya'/><category term='RPM'/><category term='Kuliah Elektro'/><category term='Hasil tugas Mesin Elektrik 2'/><category term='Kisi-kisi UAS 08'/><category term='Kecepatan Sinkron'/><category term='Motor AC'/><category term='Elektronika Industri'/><category term='Stator'/><category term='Elektrikal'/><category term='Metode Penulisan'/><category term='Arsitektur komputer'/><category term='elektro'/><category term='MCB'/><category term='SCADA'/><category term='Transfomator'/><category term='sistem pengamanan'/><category term='s'/><category term='Putaran'/><category term='Motor AC 1 Fasa'/><category term='Mata kuliah dasar'/><category term='Networking dan switching'/><category term='Relai'/><category term='Mesin Listrik'/><category term='Electric'/><category term='Jaringan Komputer'/><category term='Pengaman'/><category term='Fiska'/><category term='Materi kuliah'/><category term='Orkom'/><category term='Telekomunikasi'/><category term='Bahan Kuliah'/><category term='Jasa Listrik'/><category term='Tugas Akhir'/><category term='Arus Gangguan Listrik'/><category term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category term='AC Motor 3 Phase'/><category term='power system'/><category term='Metode penelitian'/><category term='Over Current'/><category term='Rotor'/><category term='Fisika moder'/><category term='Proposal TA'/><category term='Mesin Sinkron'/><category term='Slip'/><category term='Tugas Perencanaan Transmisi'/><category term='Mesin Elektrik 1'/><category term='Arrester'/><category term='pengumuman'/><category term='Sistem Proteksi'/><category term='Distribusi'/><category term='Motor'/><category term='Skripsi'/><category term='bahan Materi kuliah'/><category term='Trafo'/><category term='Sistem Linier'/><title type='text'>BAHAN AJAR MATERI KULIAH ELEKTRO ONLINE  USTJ</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-930636822741775881</id><published>2011-10-26T22:05:00.000+09:00</published><updated>2011-10-26T22:05:37.403+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metode penelitian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metode Penulisan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Akhir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proposal TA'/><title type='text'>Format Proposal Tugas Akhir (TA)</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;Guna lebih memudahkan sdr dalam mengajukan proposal Tugas Akhir (Skripsi), maka disini kami sertakan contoh (Format) proposal sesuai yang diinginkan oleh Jurusan Teknik Elektro khususnya di USTJ. Silahkan download contoh Proposal &lt;a href="http://www.4shared.com/document/sZl-B9ak/Contoh_dan_Format_Proposal_TA_.html"&gt;DISINI&lt;/a&gt;. Tata cara penulisan dapat sdr perhatikan pada contoh tersebut. Secara umum adalah menggunakan kertas ukuran A4 dengan ukuran 4 cm dari sisi kertas sebelah KIRI, 4 cm sisi kertas bagian ATAS, sedangkan dari sisi kertas sebelah KANAN adalah 3 cm dan pada sisi kertas bagian BAWAH adalah 3 cm. Sedangkan untuk jarak tulisan antar baris adalah 2 spasi. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-930636822741775881?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/930636822741775881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/930636822741775881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/10/format-proposal-tugas-akhir-ta.html' title='Format Proposal Tugas Akhir (TA)'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-234463018331155403</id><published>2011-05-25T07:05:00.000+09:00</published><updated>2011-05-25T07:05:15.775+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Sinkron'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangkit Energi Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elektrikal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor AC 1 Fasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin elektrik 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AC Motor 3 Phase'/><title type='text'>Pengasutan Motor Induksi ( Motor AC )</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Motor induksi secara umum dapat diasumsikan sebagai sebuah transformator yang memiliki bagian-bagian seperti Sisi Primer atau sama dengan STATOR pada motor/generator Listrik dan Sisi Sekunder tranformator sama dengan ROTOR pada sebuah Motor/Generator. Dengan demikian ketika kita menjalankan motor induksi dengan menghubungkan langsung pada supplai tenaga listrik (jala-jala PLN) dengan tegangan tertentu, maka akan mengakibatkan timbulnya ARUS (I) yang besar akan mengalir ke belitan Primernya dalam dalam waktu yang relative singkat. Asumsi besarnya Arus yang mengalir adalah sebesar 5-7 kali dari besarnya arus teraan dan arus tersebut akan mengakibatkan timbulnya TORSI sebesar 1.5 – 2.5 kali dari Torsi teraannya. Besarnya ARUS ASUT (torsi) tersebut tidak direkomendasikan sebab akan menimbulkan Jatuh Tegangan yang tinggi dan akan mengganggu system pengoperasian peralatan listrik lainnya, yang terhubung pada Jala-jala PLN yang sama. Dengan demikian Tidak Dibenarkan menjalankan Motor Induksi dengan kapasitas di atas 30 HP dengan menggunakan Pengasutan Langsung (Dibuhungkan secara langsung pada Jala-jala PLN tanpa menggunakan Peralatan Asut). Khususnya di Indonesia berlaku untuk motor dengan kapasitas di atas 10 HP&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-234463018331155403?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/234463018331155403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/234463018331155403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/05/pengasutan-motor-induksi-motor-ac.html' title='Pengasutan Motor Induksi ( Motor AC )'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-7462203330098587242</id><published>2011-05-18T20:19:00.003+09:00</published><updated>2011-05-19T07:16:50.257+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='APEI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asosiasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Distribusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangkit Energi Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan Materi kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKLI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jasa Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elektrikal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elektronika Industri'/><title type='text'>Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia (APEI)</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" class="MsoNormalTable"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="color: magenta;"&gt;Mengapa Harus Ikut APEI&lt;/i&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;jawabannya sih WAJIB......Karena hampir semua kontraktor bidang ketenaga listrikan memiliki PJT (Penanggung Jawab Teknik) yang tentunya memiliki sertifikasi yang teruji sesuai aturan yang berlaku. Kondisi selama ini yang terjadi terutama di Papua, menunjukkan bahwa banyak orang yang berpengalaman puluhan tahun di bidang instalasi listrik belumlah cukup, jika ditinjau dari sisi kemampuan secara Teori maupun Praktek yang dibuktikan dengan SERTIFIKASI.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1S0p0eLwSbs/TdOr4hmTgBI/AAAAAAAAAM8/9v2lXEaTXwU/s1600/apei+logo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="72" src="http://3.bp.blogspot.com/-1S0p0eLwSbs/TdOr4hmTgBI/AAAAAAAAAM8/9v2lXEaTXwU/s200/apei+logo.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Keberadaan APEI sejak tahun 2007 di Papua yang diprakarsai oleh AKLI ( Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) telah melakukan uji sertifikasi baik Ahli Muda,&amp;nbsp; Ahli Madya dan Ahli Utama yang merupakan &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Salah satu hal   substantif dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 18 tahun 1999 tentang   Jasa Konstruksi, khususnya pasal 9 yang berbunyi: &lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perencana konstruksi dan pengawas konstruksi orang        perseorangan harus memiliki sertifikat keahlian.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pelaksana konstruksi orang perseorangan harus        memiliki sertifikat keterampilan kerja dan sertifikat keahlian kerja.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang perseorangan yang dipekerjakan oleh badan        usaha sebagai perencana konstruksi atau tenaga tertentu dalam badan        usaha pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat keahlian.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan keteknikan        yang bekerja pada pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat        keterampilan dan keahlian kerja.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya ketentuan   perundangan yang berlaku diatas, tentunya kita sebagai pelaku di bidang jasa   konstruksi dituntut untuk dapat menjalankan dengan baik dan profesional.   Aspek dari tuntutan profesionalisme tersebut adalah setiap Badan Usaha pelaku   usaha jasa konstruksi, harus memiliki Penanggung Jawab Teknik (PJT) yang   dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikat Keahlian (SKA) dan / atau Sertifikat   Keterampilan(SKT). &lt;br /&gt;Bertitik-tolak dari ketentuan perundangan yang berlaku, telah menggugah   kesadaran bagi sebagian anggota AKLI yang mempunyai kepedulian tinggi   terhadap kemajuan, perkembangan dan eksistensi AKLI khususnya untuk menjawab   kegelisahan dan keresahan sebagian PJT pemegang SIKA/SPI, maka pada tanggal 1   Juli 2000 pada Rakorda AKLI Jawa Barat ada gagasan dan keinginan untuk   membentuk suatu Asosiasi profesi dibidang tenaga listrik. Kemudian pada   tanggal 7 Juli 2000 di Bandung pada acara Forum Urun Rembug Ahli Kelistrikan   Jawa Barat terus di intensifkan pembentukan asosiasi profesi yang dihadiri utusan   dari AKLI, Perguruan tinggi, pengurus HAEI serta beberapa mantan pejabat PT.   PLN (Persero). Setelah melalui perdebatan yang panjang, maka   dideklarasikanlah pembentukan asosiasi profesi bidang tenaga listrik tanggal   11 Juli 2000 di Solo – Jawa Tengah didepan para PJT perusahaan. &lt;br /&gt;Akhirnya melalui sebuah konvensi yang diadakan di Hotel Panghegar – Bandung   pada tanggal 24 September 2000 yang dihadiri oleh para profesionalis dibidang   tenaga listrik dari 18 propinsi di Indonesia, disepakati dan disetujui pendirian   Asosiasi bidang tenaga listrik dengan nama “Asosiasi Profesionalis Elektrikal   Indonesia” yang disingkat APEI.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Visi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi wahana efektif yang senantiasa berusaha untuk menciptakan masyarakat profesional dibidang Elektrikal, guna memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi, kwalifikasi dan klasifikasi serta kinerja dunia di bidang Elektrikal di Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Misi&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membentuk masyarakat profesional dibidang Elektrikal      yang mampu mendarmabaktikan keahlian dan atau ketrampilannya untuk      kepentingan bangsa, negara dan kemanusiaan. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menuju terselenggaranya pembangunan dan pengelolaan      sarana Elektrikal oleh tenaga kerja bangsa Indonesia, dengan      memperhatikan mutu, keandalan dan keamanan yang tinggi, serta kemanfaatan      bagi manusia dan lingungan. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Membina kerjasama dengan Lembaga, Asosiasi, Organisasi dan Industri terkait, langsung ataupun tidak langsung dibidang Elektrikal, baik didalam maupun di Luar Negeri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" class="MsoNormalTable"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan Pendaftaran   Sertifikasi /Uji Keahlian :&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Telah terdaftar sebagai anggota APEI&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membayar biaya formulir pendaftaran&amp;nbsp; &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Foto copy Kartu Tanda Anggota (KTA- kalau sudah ada)        = 2 lembar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Foto copy KTP = 2 Lembar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyerahkan pas photo berwarna (latar belakang        biru) ukuran 3 x 4 = 10 lembar, 2 x 3 = 5 lembar&amp;nbsp; (nama ditulis        dibelakang pas photo)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tanda lunas uang pangkal dan uang iuran untuk 3        tahun kedepan = 2 lembar &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Foto copy ijazah yang telah dilegalisir        Kopertis/Dikti Depdiknas = 2 Lembar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Foto copy pengalaman kerja = 2 lembar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat        keterangan dari PD APEI tentang tidak sedang dalam masa pencabutan /        pembekuan sertifikat dan tidak sedang dalam menjalani masa sanksi oleh        APEI atau badan lainnya&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat        pernyataan untuk :&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tunduk dan mengikuti ketentuan pelaksanaan         sertifikasi serta tunduk mengikuti tata tertib ujian&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kebenaran Dokumen yang diajukan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan Pendaftaran Sertifikasi /Uji Keterampilan : &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membayar biaya pendaftaran &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyerahkan pasfoto berwarna (latar belakang biru)        ukuran 3x4 = 6 lembar/SKT dan 2x3 = 4 lembar/SKT(nama ditulis di        belakang pasfoto) &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fotocopy KTP = 2 lbr &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fotocopy ijazah yang dilegalisir = 2 lbr &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fotocopy pengalaman kerja = 2 lbr &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat        keterangan dari PD APEI tentang tidak sedang dalam menjalani masa sanksi        oleh APEI = 2 lbr (bagi anggota APEI)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat        pernyataan bermaterai Rp 6.000,- = 2 lbr untuk masing-masing : &lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tunduk dan mengikuti ketentuan pelaksanaan         sertifikasi &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mematuhi tata tertib ujian &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat        pernyataan kebenaran dokumen yang diajukan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat        pernyataan pilihan kualifikasi dan kompetensi kerja&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tahapan   Pendaftaran Uji Keterampilan : &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengambil formulir pendaftaran, buku panduan        sertifikasi dan formulir registrasi keterampilan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengisi formulir pendaftaran dan formulir        registrasi LPJK-N &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyerahkan kembali formulir pendaftaran dengan        dilampirkan persyaratannya (dibuat menjadi 2 berkas oleh pemohon dan        dimasukkan masing-masing ke dalam map) : &lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Warna map untuk K1 = merah &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Warna map untuk K2         = hijau &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Warna map untuk K3 = biru &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persyaratan dilampirkan secara berurutan oleh        pemohon sesuai dengan nomor urutan persyaratan pendaftaran &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pasfoto 3 lbr ditempelkan/direkatkan pada        masing-masing formulir pendaftaran &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyerahkan fotocopy ijazah dan atau sertifikat        pelatihan dengan menunjukkan aslinya, untuk dilegalisir panitia &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lembar pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran        dokumen disiapkan oleh petugas dengan menempelkan pada halaman muka map &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Petugas/validator melakukan pemeriksaan kebenaran        pengisian formulir pendaftaran dan kelengkapan dokumen yang disyaratkan &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika pengisian formulir pendaftaran dan dokumen        telah dinyatakan benar dan lengkap, maka petugas membubuhkan tandatangan        pada lembar pemeriksaan, mengisi nomor pendaftaran pada formulir        pendaftaran serta membubuhkan tandatangan pada formulir pendaftaran        sekaligus distempel oleh petugas&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemohon menerima 1 rangkap formulir isian yang        telah diberi nomor pendaftaran sebagai tanda terima penyerahan formulir        pendaftaran setelah distempel dan ditandatangani petugas &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tempat pendaftaran sekretariat PD APEI DKI Jakarta,        Jl. Gunung Sahari I, no.42 Jakarta Pusat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td colspan="2" style="padding: 0.75pt; width: 98.32%;" width="98%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr height="0"&gt;&lt;td style="border: medium none;" width="3"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: medium none;" width="660"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="border: medium none;" width="85"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" class="MsoNormalTable"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kualifikasi   Keahlian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Kualifikasi   Keahlian dibagi menjadi 3 :&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;AHLI – Muda&lt;/b&gt; : adalah orang yang        kompoten merencanakan, memimpin dan atau mengawasi pelaksanaan        pemasangan semua Instalasi Listrik Tegangan Rendah untuk Pemanfaat        (didalam bangunan maupun diluar bangunan), Sambungan Rumah Jaringan        Distribusi Tegangan Rendah dan pada Instalasi Tegangan Rendah        Pembangkit.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;AHLI – Madya&lt;/b&gt; : adalah orang yang        kompoten merencanakan, memimpin dan atau mengawasi pelaksanaan        pemasangan Instalasi Listrik Tegangan Rendah maupun Tegangan Menengah        untuk Pemanfaat, Distribusi dan Pembangkitan; Sistim Kontrol Di Industri        dan Pembangkitan Tenaga Listrik skala Mikro. &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;AHLI – Utama&lt;/b&gt; : adalah orang yang        kompoten merencanakan, memimpin dan atau mengawasi pelaksanaan        pemasangan Instalasi Listrik Tegangan Rendah, Tegangan Menengah,        Tegangan Tinggi untuk Pemanfaat, Distribusi, Transmisi dan Pembangkitan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Klasifikasi Keahlian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi keahlian terdiri dari : &lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tegangan Rendah&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tegangan Menengah&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tegangan Tinggi dan Pembangkitan, dan atau&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sub-sub Bidang Instalasi Pemanfaat, Instalasi        Distribusi, Instalasi Transmisi dan Instalasi Pembangkitan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan Kualifikasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persyaratan berdasarkan Kualifikasi Keahlian yang      akan diikuti meliputi : &lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persyaratan Pemohon untuk Uji Keahlian Ahli Muda : &lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;D 3 Elektro/setara yang diakreditasi dan mempunyai        pengalaman dibidang elektrikal minimal 2 tahun atau &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;S 1 Elektro dan mempunyai pengalaman minimal 1        tahun &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persyaratan Pemohon untuk Uji Keahlian Ahli Madya :       &lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Telah memiliki sertifikat Ahli Muda dan mempunyai        pengalaman dibidang elektrikal minimal 2 tahun(terhitung min 2 tahun        sejak pemilikan sertifikat Ahli Madya) atau &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;D3 Elektro/setara yang diakreditasi dan mempunyai        pengalaman dibidang elektrikal minimal 7 tahun atau &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;S 1 Elektro dan mempunyai pengalaman dibidang        elektrikal minimal 5 tahun &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persyaratan Pemohon untuk Uji Keahlian Ahli Utama :       &lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Telah memiliki sertifikat Ahli Madya dan mempunyai        pengalaman dibidang elektrikal minimal 5 tahun (terhitung min 2 tahun        sejak pemilikan sertifikat Ahli Madya) atau &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;D 3 Elektro/setara yang diakreditasi dan mempunyai        pengalaman dibidang elektrikal minimal 12 tahun atau &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;S1 Elektro dan mempunyai pengalaman dibidang        elektrikal minimal 10 tahun &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persyaratan Pendaftaran : &lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Telah terdaftar sebagai anggota APEI&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Membayar biaya formulir pendaftaran sebesar Rp.       100.000&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Foto copy Kartu Tanda Anggota (KTA- kalau sudah       ada) = 2 lembar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Foto copy KTP = 2 Lembar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menyerahkan pas photo berwarna (latar belakang       biru) ukuran 3x4 = 4 lembar &lt;br /&gt;(nama ditulis dibelakang pas photo)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tanda lunas uang pangkal dan uang iuran untuk 3       tahun kedepan = 2 lembar &lt;br /&gt;( periode keanggotaan Januari 2004 s/d Desember 2006)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Foto copy ijazah yang telah dilegalisir       Kopertis/Dikti Depdiknas = 2 Lembar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Foto copy pengalaman kerja = 2 lembar&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat Keterangan Persetujuan Mengikuti Sertifikasi       oleh perusahaan Anggota Luar &lt;br /&gt;Biasa AKLI yang legalisir oleh pengurus AKLI setempat&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat       keterangan dari PD APEI tentang tidak sedang dalam masa pencabutan /&lt;br /&gt;pembekuan sertifikat dan tidak sedang dalam menjalani masa sanksi oleh       APEI&lt;br /&gt;atau badan lainnya&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Surat       pernyataan untuk :&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tunduk dan mengikuti ketentuan pelaksanaan        sertifikasi serta tunduk mengikuti tata tertib ujian&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kebenaran Dokumen yang diajukan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-7462203330098587242?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7462203330098587242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7462203330098587242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/05/asosiasi-profesionalis-elektrikal.html' title='Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia (APEI)'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1S0p0eLwSbs/TdOr4hmTgBI/AAAAAAAAAM8/9v2lXEaTXwU/s72-c/apei+logo.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-5766230208077683300</id><published>2011-05-18T06:12:00.001+09:00</published><updated>2011-05-18T06:17:09.405+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangkit Energi Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLC'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SCADA'/><title type='text'>SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition)</title><content type='html'>&lt;h3 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost1"&gt;&lt;i&gt;Apa Sih yang Dimaksud dengan SCADA?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Supervisory Control And Data Acquisition&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt; (SCADA) atau sistem pengendalian jarak jauh, yaitu suatu sistem yang dapat dikendalikan secara otomatis dan &amp;nbsp;memungkinkan pengendalian sekaligus pengawasan terhadap suatu operasi dapat dilakukan dari ruang pusat pengontrolan. SCADA merupakan satu kesatuan yang terdiri dari perangkat keras ( &lt;i&gt;hardware)&lt;/i&gt; dan perangkat lunak (&lt;i&gt;software)&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;SCADA merupakan sebuah sistem yang mengumpulkan data/informasi dari lapangan dan kemudian mengirimkan ke sebuah komputer pusat (Ruang control) yang akan mengatur dan mengontrol data-data dan informasi yang diperoleh. Sistem SCADA tidak hanya digunakan dalam proses &amp;nbsp;industri,&amp;nbsp; pabrik baja, pembangkit dan distribusi tenaga listrik baik secara konvensional maupun dengan proses nuklir, pabrik kimia maupun fasilitas dalam eksperimen seperti fusi nuklir. &lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penggunaan dan pemanfaatan SCADA secara khusus digunakan untuk pengendalian sistem tenaga listrik. SCADA berfungsi melakukan pengambilan data pada peralatan pembangkitan atau gardu induk, melakukan pengolahan data/informasi yang diterima hingga reaksi yang ditimbulkan dari hasil pengolahan data/informasi. Secara umum SCADA berfungsi untuk melakukan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penyampaian/pengambilan data.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Proses kegiatan/operasi dan monitoring.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Fungsi pengontrolan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penghitungan dan pelaporan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya peralatan SCADA penyampaian dan pemrosesan data dari sistem tenaga listrik akan lebih cepat diketahui oleh operator pada pusat control (&lt;i&gt;dispatcher.&lt;/i&gt; Pengendalian system SCADA atau sistem proses dapat dilakukan untuk I/O atau Masukan/Keluaran dengan kapasitas 1.000-10.000 proses Input/Output saja, namun saat ini sistem SCADA sudah mampu melakukan penanganan hingga 100.000an Input/Output bahkan lebih.&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost2"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost2"&gt; banyak bagian dalam sebuah sistem SCADA. Sebuah sistem SCADA biasanya memiliki perangkat keras sinyal untuk memperoleh dan mengirimkan I/O, kontroler, jaringan, antarmuka pengguna dalam bentuk HMI (Human Machine Interface), piranti komunikasi dan beberapa perangkat lunak pendukung. Semua itu menjadi satu sistem, istilah SCADA merujuk pada sistem pusat keseluruhan. Sistem pusat ini biasanya melakukan pemantauan data-data dari berbagai macam sensor di lapangan atau bahkan dari tempat yang lebih jauh lagi (remote locations) dapat dilihat pada gambar 1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qbh3-zh1__Q/TdLjZPs3_GI/AAAAAAAAAM4/CQZ439WPG9U/s1600/sistem+SCADA.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://4.bp.blogspot.com/-qbh3-zh1__Q/TdLjZPs3_GI/AAAAAAAAAM4/CQZ439WPG9U/s200/sistem+SCADA.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost2"&gt;Gambar 1 Sistem Integrasi SCADA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost2"&gt;Sistem pemantauan dan kontrol industri biasanya terdiri dari sebuah&amp;nbsp; HOST atau Master yang biasa disebutkan sebagai Master Station, Master Terminal Unit (MTU), satu atau lebih unit-unit pengumpul dan kontrol data lapangan (biasa dinamakan Remote Station, Remoter Terminal Unit (RTU) dan sekumpulan perangkat lunak standar maupun customized yang digunakan untuk memantau dan mengontrol elemen-elemen data-data di lapangan. Sebagian besar sistem SCADA banyak memiliki karakteristik kontrol Jaringan-terbuka (open-loop) dan banyak menggunakan komunikasi jarak jauh, walaupun demikian ada beberapa elemen merupakan kontrol Jaringan-tertutup (closed-loop) dan/atau menggunakan komunikasi jarak dekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-5766230208077683300?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5766230208077683300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5766230208077683300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/05/normal-0-false-false-false.html' title='SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition)'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qbh3-zh1__Q/TdLjZPs3_GI/AAAAAAAAAM4/CQZ439WPG9U/s72-c/sistem+SCADA.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-7537410294154956165</id><published>2011-04-27T08:10:00.008+09:00</published><updated>2011-04-27T19:16:32.865+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem pengamanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Proteksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengumuman'/><title type='text'>Tugas "Sistem Proteksi"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/cV2dimN5/Protective_Relaying_-_Principl.html"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-8aJU4n0Z6ak/Tbfo99gN_8I/AAAAAAAAAM0/y_oflMDVSao/s320/cover+protective+relaying.jpg" width="245" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sesuai dengan informasi yagng telah disampaikan selasa 26 April 2011, maka TUGAS dpt di &lt;a href="http://www.4shared.com/document/cV2dimN5/Protective_Relaying_-_Principl.html"&gt;download&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5222945753128062904&amp;amp;postID=7537410294154956165" style="color: orange;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp; untuk Ebook yang telah disediakan. Tugas dapat dikumpulkan dalam bentuk &lt;i&gt;Word (Doc)&lt;/i&gt; atau dapat pula dlam bentuk AcrobatReader &lt;i&gt;(PDF).&lt;/i&gt; Tugas dapat dikirim ke Email yang telah disepakati dan paling lambat tgl&lt;span style="color: orange;"&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;8 Mei 2011.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Semua informasi dapat ditanyakan kkps Ketua Kelas sdr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="divLookup" style="-moz-border-radius: 3px 3px 3px 3px; background-color: #ffff77; color: black; left: 641px; padding: 3px; position: absolute; top: 348px; z-index: 999999999;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/gif,GIF89a%12%12%B3%FF%FF%FF%F7%F7%EF%CC%CC%CC%BD%BE%BD%99%99%99ZYZRUR%FE%01%02%21%F9%04%04%14%FF%2C%12%12%04X0%C8I%2B%1D8%EB%3D%E4%60%28%8A%85%17%0AG*%8C%40%19%7CJ%08%C4%B1%92%26z%C76%FE%02%07%C2%89v%F0%7Dz%C3b%C8u%14%82V5%23o%A7%13%19L%BCY-%25%7D%A6l%DF%D0%F5%C7%02%85%5B%D82%90%CBT%87%D8i7%88Y%A8%DB%EFx%8B%DE%12%01%3B" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-7537410294154956165?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7537410294154956165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7537410294154956165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/04/tugas-sistem-proteksi.html' title='Tugas &quot;Sistem Proteksi&quot;'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8aJU4n0Z6ak/Tbfo99gN_8I/AAAAAAAAAM0/y_oflMDVSao/s72-c/cover+protective+relaying.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-3178179613932271632</id><published>2011-03-31T07:36:00.001+09:00</published><updated>2011-03-31T07:39:50.912+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orkom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan Materi kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi Komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arsitektur komputer'/><title type='text'>Organisasi dan Arsitektur Komputer 1</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 149%; margin: 0in 4.1pt 0.0001pt 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; letter-spacing: 0.05pt; line-height: 149%;"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 149%; margin: 0in 4.1pt 0.0001pt 6pt; text-align: justify; text-indent: -1.5pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; letter-spacing: 0.05pt; line-height: 149%;"&gt;Secara umum ada 2 pemahan yang saling berbeda dan saling mendukung antara Organisasi dan Arsitektur komputer. Pengertian K&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 149%;"&gt;o&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;pu&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;er&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;ada&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;l&lt;/span&gt;ah&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;ebuah&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;si&lt;/span&gt;n&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;h&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;it&lt;/span&gt;ung e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;l&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;tr&lt;/span&gt;on&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;k &lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;y&lt;/span&gt;ang &lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;eca&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: 0.15pt;"&gt; &lt;/span&gt;cepat&lt;span style="letter-spacing: 0.15pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;ene&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;ri&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: 0.15pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;n&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;f&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;i &lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;u&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;an&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;it&lt;/span&gt;al&lt;span style="letter-spacing: 0.3pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;en&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;g&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;l&lt;/span&gt;ah&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;n&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;f&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;i&lt;span style="letter-spacing: 0.3pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;rs&lt;/span&gt;ebut&lt;span style="letter-spacing: 0.3pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;enu&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;ut&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;epe&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;an&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;gk&lt;/span&gt;at&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;n&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;str&lt;/span&gt;u&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;i&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;y&lt;/span&gt;ang &lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;rsi&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;pan da&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;l&lt;/span&gt;am&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;pu&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;er&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;rs&lt;/span&gt;ebut&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;en&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;g&lt;/span&gt;ha&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;sil&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;an&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;l&lt;/span&gt;ua&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;an&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;n&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;f&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;i&lt;span style="letter-spacing: 0.15pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;y&lt;/span&gt;ang d&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;ha&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;sil&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;an&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;s&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;l&lt;/span&gt;ah&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;l&lt;/span&gt;ah. &lt;span style="letter-spacing: -0.05pt;"&gt;D&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;ft&lt;/span&gt;ar&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;pe&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;ri&lt;/span&gt;n&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;ah&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;rs&lt;/span&gt;ebut&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;d&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;na&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;an&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt; &lt;/span&gt;p&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;am &lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;pu&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;er&lt;span style="letter-spacing: 0.25pt;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt; &lt;/span&gt;un&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;t&lt;span style="letter-spacing: 0.15pt;"&gt; &lt;/span&gt;pen&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;panann&lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;y&lt;/span&gt;a&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;ada&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;l&lt;/span&gt;ah&lt;span style="letter-spacing: 0.1pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;i &lt;span style="letter-spacing: -0.1pt;"&gt;k&lt;/span&gt;o&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;m&lt;/span&gt;pu&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;t&lt;/span&gt;e&lt;span style="letter-spacing: 0.05pt;"&gt;r&lt;/span&gt;. Guna memberikan gambaran secara luas dapat dibaca secara lengkap dengan melakukan &lt;a href="http://www.4shared.com/document/aMazG40_/pengantar_organisasi_komputer_.html"&gt;&lt;i style="color: yellow;"&gt;Download &lt;/i&gt;&lt;/a&gt;disini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-3178179613932271632?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/3178179613932271632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/3178179613932271632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/organisai-dan-arsitektur-komputer-1.html' title='Organisasi dan Arsitektur Komputer 1'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-432631989515403327</id><published>2011-03-22T23:26:00.000+09:00</published><updated>2011-03-22T23:26:31.072+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rotor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor AC'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Sinkron'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Electric'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kecepatan Sinkron'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RPM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Slip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Putaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AC Motor 3 Phase'/><title type='text'>Motor Induksi 3 Fase ( part 4 )</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;Sebagai bagian dari materi ajar kuliah elektro (pembahasan soal) merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan pembahasan Motor Induksi 3 Fase (part 3). Pada part 4 ini dikhususkan untuk latihan soal terutama untuk menghitung kecepatan Sinkron dan&amp;nbsp; Slip. Contoh soal latihan telah dilengkapi dengan jawaban. Akan tetapi yang diperlukan disini adalah bgm sdr dapat memasukan persamaan yang sesuai dengan pertanyaan masing-masing. Lebih lengkapnya slahkan &lt;a href="http://www.4shared.com/document/BWPjb2yy/motor_induksi_3_fasa__part_4_.html"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; materi part 4 berikut ini.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-432631989515403327?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/432631989515403327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/432631989515403327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/motor-induksi-3-fase-part-4.html' title='Motor Induksi 3 Fase ( part 4 )'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-6783204989758202126</id><published>2011-03-22T06:50:00.003+09:00</published><updated>2011-03-22T22:16:47.145+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Over Current'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Relai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Proteksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='s'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MCB'/><title type='text'>Proteksi Sistem Tenaga Listrik dan Peralatannya ( Part 2)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-aFuWDMyudQQ/TYig7EVAcQI/AAAAAAAAAMw/mKR1mLfZpsA/s1600/daerah+pengamanan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="https://lh5.googleusercontent.com/-aFuWDMyudQQ/TYig7EVAcQI/AAAAAAAAAMw/mKR1mLfZpsA/s320/daerah+pengamanan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;i&gt;Bahan Ajar / Materi Kuliah Proteksi Sistem Tenaga lIstrik dan Peralatan Part 2 (lanjutan). &lt;/i&gt;Fungsi dasar relay pengaman adalah untuk menentukan dengan segera pemutusan/penutupan pelayanan penyaluran setiap elemen dari sistem tenaga listrik bila mendapatkan gangguan atau kondisi kerja yang abnormal, yang dapat mengakibatkan kerusakan alat atau akan mempengaruhi sistem/sebagian sistem yang masih beroperasi normal. &lt;br /&gt;Pemutus beban ( C. B. ) merupakan satu rangkain dengan relay pengaman. Oleh karena itu C.B. harus mempunyai kemampuan untuk memutuskan arus hubung singkat yang mengalir melaluinya. Selain itu juga&amp;nbsp; harus mampu terhadap penutupan pada kondisi hubung singkat yang kemudian di putuskan lagi sesuai dengan sinyal yang di terima relay. Bila pemakaiwn relay pengaman dan C.B./MCB di perhintungkan tidak ekonomis, maka dapat di pakai fuse/sekring.&lt;br /&gt;Fungsi yang lain dari relay pengaman adalah untuk mengetahui letak dan jenis gangguan. Sehingga dari pengamatan ini dapat di pakai untuk pedoman perbaikan peralatan yang rusak. Biasanya data tersebut dianalisa secara efektive guna langkah penyegahan gangguan dan juga untuk mengetahui kekurangan-kekurangan apa yang ada pada sistem dan pada pengaman ( termasuk relay )itu sendiri. Materi Lengkap silahkan &lt;a href="http://www.4shared.com/document/iHw1z0t-/sistem_proteksi__part_2_.html"&gt;&lt;i style="color: orange;"&gt;Download&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;` disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="divLookup" style="-moz-border-radius: 3px 3px 3px 3px; background-color: #ffff77; color: black; left: 87px; padding: 3px; position: absolute; top: 105px; z-index: 999999999;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/gif,GIF89a%12%12%B3%FF%FF%FF%F7%F7%EF%CC%CC%CC%BD%BE%BD%99%99%99ZYZRUR%FE%01%02%21%F9%04%04%14%FF%2C%12%12%04X0%C8I%2B%1D8%EB%3D%E4%60%28%8A%85%17%0AG*%8C%40%19%7CJ%08%C4%B1%92%26z%C76%FE%02%07%C2%89v%F0%7Dz%C3b%C8u%14%82V5%23o%A7%13%19L%BCY-%25%7D%A6l%DF%D0%F5%C7%02%85%5B%D82%90%CBT%87%D8i7%88Y%A8%DB%EFx%8B%DE%12%01%3B" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-6783204989758202126?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/6783204989758202126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/6783204989758202126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/bahan-ajar-materi-kuliah-sistem.html' title='Proteksi Sistem Tenaga Listrik dan Peralatannya ( Part 2)'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-aFuWDMyudQQ/TYig7EVAcQI/AAAAAAAAAMw/mKR1mLfZpsA/s72-c/daerah+pengamanan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-6458220626314341905</id><published>2011-03-16T06:29:00.000+09:00</published><updated>2011-03-16T06:29:45.884+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor AC'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan Materi kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin elektrik 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><title type='text'>Motor Induksi 3 Fase ( part 3 )</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;Lanjutan step 3 Materi / Bahan&amp;nbsp; Ajar tentang Motor AC khususnya Motor Induksi 3 Fasa ditampilkan dalam beberapa contoh soal yang terkait dengan operasional motor induksi tersebut. Silahkan &lt;a href="http://www.4shared.com/document/G5e_0Rm1/motor_induksi_soal__part_3_.html"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; materi.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-6458220626314341905?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/6458220626314341905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/6458220626314341905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/motor-induksi-3-fase-part-3.html' title='Motor Induksi 3 Fase ( part 3 )'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-4900575103245482806</id><published>2011-03-13T06:44:00.000+09:00</published><updated>2011-03-13T06:44:33.632+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Over Current'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Relai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Distribusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trafo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Proteksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arrester'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arus Gangguan Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MCB'/><title type='text'>Dasar dan Philosofi Sistem Proteksi Tenaga Listrik</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;img src="http://img2.blogblog.com/img/video_object.png" style="background-color: #b2b2b2; " class="BLOGGER-object-element tr_noresize tr_placeholder" id="ieooui" data-original-id="ieooui" /&gt; &lt;style&gt;st1\:*{behavior:url(#ieooui) }&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}table.MsoTableGrid {mso-style-name:"Table Grid"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; border:solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt:solid windowtext .5pt; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Umum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dampak dari globalisasi dan perdagangan bebas yang mau tidak mau harus dihadapi indonesia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; adalah persaingan yang makin ketat di dalam dunia usaha perdagangan dan industri.Untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; meningkatkan daya saing,segala upaya harus dilakukan untuk menungkatkan efisiensi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;PLN sebagai pemasok utama negeri listrik indonesia,pasti akan menghadapi tuntutan peningkatan keandalan yang terus menerus,disamping juga peningkatan efisiensi.Indikator keandalan terpenting penyediaan tenaga listik adalah lama padam / konsumen / tahun dan kali padam / konsumen / tahun.Kedua angka itu harus ditekan terus menerus.Pada konsumen PLN angka lama padam itu masih sangat tinggi yaitu sekitar 20 jam / konsumen/ tahun.Sedangakan di negara maju di sekitar 15 menit / konsumen / tahun.Penyebab utama pemadaman tersebut adalah gangguan pada sistem tenga listrik yang memang tidak bisa dihindari sama sekali.Oleh karena itu PLN harus melakukan segala upaya untuk mengurangi akibat gangguan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="margin-top: 0in;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Macam Gangguan dan Akibatnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;2.1&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan beban lebih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beban lebih mungkin tidak tepat disebut gangguan.Namun karena beban lebih adalah suatu keandaan abnormal yang apabila dibiarkan terus berlangsung dapat membahanyakan peralatan,jadi harus diamankan,maka beban lebih harus ikut ditinjau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beban lebih dapat terjadi pada trafo atau pada saluran kaena konsumen yang dipasoknya memang terus meningkat,atau karena adanya manuver atau perubahan aliran beban di jaringan setelah adanya gangguan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Beban lebih dapat mengakibatkan pemanasan yang berlebihan yang selanjutnya panas yang berlebihan dapat mempercepat proses penuaan atau memperpendek umur&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada trafo pecepatan proses penuaan itu dinyatakan dengan rumus MOUNTSINGER sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kecepatan penuaan pada suhu 0’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;V =&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;---------------------------------------&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;= 2 (­­­­­­­0.9,8)/6&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kecepatan penuaan pada suhu 98’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dimana :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;V&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;= kecepatan penuaan relatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;0&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;= Suhu belitan bagian terpanas(hot spot)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;98’c&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;= adalah suhu sebagai dasar disain untuk umur yang wajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(20-30 tahun)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rumus MOUNTSINGER tersebut berlaku sampai suhu 140’C.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tabel 1 berikut menggambarkan hubungan kecepatan penuaan relatif (V) dengan suhu belitan 0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;Tabel 1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hubungan Kecepatan Penuaan Relatif terhadap Suhu Belitan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="left" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 6.75pt; margin-right: 6.75pt;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr align="center" style="height: 13.15pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; height: 13.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 143.8pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;O (’C)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 13.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 153.85pt;" valign="top" width="205"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;V&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr align="center" style="height: 13.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 13.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 143.8pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;80&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;86&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;92&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 153.85pt;" valign="top" width="205"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;0,125&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;0,25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;0,5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr align="center" style="height: 13.15pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 13.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 143.8pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;98&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.15pt; padding: 0in 5.4pt; width: 153.85pt;" valign="top" width="205"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;1,0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 13.85pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 13.85pt; padding: 0in 5.4pt; text-align: center; width: 143.8pt;" valign="top" width="192"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;104&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;110&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;116&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;122&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;128&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;134&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;140&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.85pt; padding: 0in 5.4pt; width: 153.85pt;" valign="top" width="205"&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;2,0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;4,0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;8,0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;16,0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;32,0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;64,0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;128,0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jadi trafo yang seumur hidupnya dibebani sedemikian sehingga suhu kerjanya (hot spot) 6’ diatas 98’C terus menerus&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maka proses penuaanya dipercepat 2 kali atau umurnya dipercepat menjadi separuhnya dari umur yang wajar.Sebaliknya jika suhunya 6’ dibawah 98’C ,umunya menjadi dua kali umur yang wajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Trafo dapat dibebani lebih untuk sementara tanpa menyebabkan kenaikan suhu melampaui 98’C (jadi tidak mengakibatkan perpendekan umur)jika sebelumnya bebannya cukup rendah (suhu hot spot dibawah 98’C).Untuk hal ini telah ada petunjuk dari SPLN (IEC 345) ” loading guide.....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan pada sistem pendingin ( misalnya matinya fan pada radiatornya) dapat menyebabkan kenaikan suhu yang berlebihan meskipun bebannya masih dibawah nominalnya.Dalam haldemikian trafo juga akan mengalami perpendekan umur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Panas yang berlebihan pada beberapa kabel yang terpasang pararel dapat terjadi karena jaraknya terlalu dekat meskipun bebannya dibawah nominal.Akibatnya sama yaitu perpendekan umur atau cepat rusak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt;2.2&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan hubung singkat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hubung singkat dapat terjadi antar fasa (3 fasa atau 2 fasa) atau antara 1&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;fasa ketanah,dan dapat bersifat temporair (non persistant) atau permanent (persistant)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gangguan yang pemanen misalnya hibing singkat yang terjadi pada kabel,belitan trafo atau belitan generator karena tembusnya (break downnya) isolasi padat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Disini pada titik gangguan memang terjadi kerusakan yang permanen.peralatan yang terganggua tersebut baru bisa dioperasikan kembali setelah bagian yang rusak diperbaiki atau diganti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada gangguan temporair,tidak ada kerusakan yang permanen di titik gangguan.Gangguan ini misalnya berupa flashover antara penghantar fasa dan tanah ( tiang,travers atau kawat tanah) pada SUTT atau SUTM.kaena sambaran petir,atau flashover dengan pohon-pohon yang tertiup angin dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada gangguan ini yang tembus (break down) adalah isolasi udaranya,oleh kaena itu tidak ada kerusakan permanen.Setelah arus gangguannya terputus,misalnya karena terbukannya circuit breaker oleh relay pengamannya,peralatan atau saluran yang teganggu tersebut siap untuk dioperasikan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Arus hubung singkat 2 fasa biasanya libih kecil dari pada arus hubung singkat 3 fasa.Jika tahanan gangguan diabaikan arus hubung singkat 2 fasa kira-kira ½ √3 (= 0,866) kali arus hubung singkat 3 fasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Arus gangguan 1 fasa ketanah hampir selalu lebih kecil dari pada arus hubung singkat 3 fasa,karena disamping impedansi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;urutan nolnya pada umumnya lebih besar dai pada impedansi urutan positifnya,gangguan tanah hampir selalu melalui tahanan gangguan,misalnya beberapa ohm yaitu tahanan pentanahan kaki tiang dalam hal flashover dengan tiang atau kawat tanah,atau beberapa puluh atau ratusan ohm dalam hal flashover dengan pohon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Disamping itu untuk sistem dengan pentanahan melalui tahanan pentanahan netral itu juga akan membatasi arus gangguan 1 fasa ketanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ada kemungkinan arus gangguan 1 fasa ketanah lebih besar dari pada arus hubung singkat 3 fasa,yaitu jika lokasinya dipusat pembangkit atau dekat pusat pembangkit pada sistem dengan pentanahan langsung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Peralatan yang terganggu dan peralatan yang dilalui arus hubung singkat dengan 2 cara =&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-align: justify; text-indent: -1in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara thermis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-align: justify; text-indent: -1in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara mekanis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara THEMIS&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Panas yang timbul tergantung pada besarnya arus dan lamanya arus gangguan itu berlangsung,yaitu sebesar yang terlihat pada tabel 2 berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tabel 2 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kerusakan Trafo Menurut Penyebabnya Dlm waktu 6 tahun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 25.4pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; height: 25.4pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;No&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 25.4pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Penyebab&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 25.4pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Yg. Rusak&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 25.4pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;%&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 25.4pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;MVA&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td colspan="3" style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 25.4pt; padding: 0in 5.4pt; width: 138.9pt;" valign="top" width="185"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Angka Kerusakan&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 12.35pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;K 1 (%)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;K 2 (%)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;K3 (%)&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 12.35pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 12.35pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Hub. Singkat   External&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;21&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;46&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;696&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;4,0&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,45&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;2,0&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 24.75pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 24.75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 24.75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Kelemahan Isolasi (Hub. Singkat Int)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 24.75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 24.75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;13&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 24.75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;343&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 24.75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1,1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 24.75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,13&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 24.75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 12.35pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Petir&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;30&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,02&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 12.35pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Proteksi Gagal&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;15&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;242&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1,3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,15&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 12.35pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Kelemahan OLTC&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;133,3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,02&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 13.05pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 13.05pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;6&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.05pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Pemeliharaan Kurang&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.05pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.05pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.05pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;112&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.05pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,2&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.05pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,02&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 13.05pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,1&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 12.35pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;7&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Salah Operasi&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;10&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;170&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1,0&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,11&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,5&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 12.35pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Lain – lain&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;116&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,08&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 12.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,4&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 18.1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 18.1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 27.8pt;" valign="top" width="37"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 18.1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 146.6pt;" valign="top" width="195"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Jumlah Total&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 18.1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;46&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 18.1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 30.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;100&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 18.1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 38.6pt;" valign="top" width="51"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;1842&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 18.1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;8,8&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 18.1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;0,98&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 18.1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.3pt;" valign="top" width="62"&gt;   &lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;4,3&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;tr style="height: 25.4pt;"&gt;   &lt;td colspan="8" style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 25.4pt; padding: 0in 5.4pt; width: 429.05pt;" valign="top" width="572"&gt;   &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jumlah   Terpasang&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;524&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jumlah   Umur&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;4708&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Keterangan :&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;K1&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Ratio antara jumlah trafo rusak terhadap jumlah trafo terpasang dari kelompok&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;penyebeb dinyatakan dengan persen.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;K2&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Ratio antara jumlah trafo rusak terhadap jumlah umur trafo terpasang ( transfye-&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ars ) dari kelompok penyebab dinyatakan dalam persen.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;K3&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Ratio antara nilai kerugian akibat trafo rusak terhadap nilai trafo terpasang keti-&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ka baru dari kelompok penyebab. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Daerah Proteksi Utama dan Daerah Proteksi Cadangan.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-h4kk-Kjcjn0/TXvnomKmlnI/AAAAAAAAAMk/awggq9Ern1o/s1600/proteksi+area.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="https://lh4.googleusercontent.com/-h4kk-Kjcjn0/TXvnomKmlnI/AAAAAAAAAMk/awggq9Ern1o/s320/proteksi+area.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Keterangan &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 1 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Overall Dil. Relay &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman utama gen – trafo&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 2 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Over Current Relay&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman cadangan lokal gen – trafo&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman cadangan jauh bus A&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 3 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pengaman bus&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman utama bus A&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 4 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Distance relay PLC di A1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman utama saluran AB&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;( 5 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Distance Relay Zone II di A1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman utama bus B&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Pengaman cadangan jauh sebagai trafo di B&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 6 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Distance Relay Zone III&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Pengaman cadangan jauh trafo di B sampai ke bus C&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 7 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dif. Relay &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman utama trafo&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 8 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Over Current Relay Trafo sisi 150 kV&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman cadangan lokal trafo&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman cadangan jauh bus C&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 9 )&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Over Current Relay Trafo sisi 20 kV&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman utama bus C&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman cadangan jauh sluran CD&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 10 ) Over Current Relay di C1&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman utama saluran di CD&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jauh saluran DE&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;( 11 ) Over Current Relay di D&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman utama saluran DE&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pengaman cadangan jauh seksi berikutnya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-4900575103245482806?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4900575103245482806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4900575103245482806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/dasar-dan-philosofi-sistem-proteksi.html' title='Dasar dan Philosofi Sistem Proteksi Tenaga Listrik'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-h4kk-Kjcjn0/TXvnomKmlnI/AAAAAAAAAMk/awggq9Ern1o/s72-c/proteksi+area.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-8143376287834321574</id><published>2011-03-09T22:46:00.001+09:00</published><updated>2011-03-13T06:48:15.501+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Ajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Proteksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generator'/><title type='text'>Slide "Bahan Ajar Sistem Proteksi Sistem Tenaga Listrik"</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;div id="__ss_7203607" style="width: 477px;"&gt;&lt;b style="display: block; margin: 12px 0pt 4px;"&gt;&lt;a href="http://www.slideshare.net/ervab/sistem-proteksi-1" title="Sistem proteksi 1"&gt;Sistem proteksi 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;object height="510" id="__sse7203607" width="477"&gt;&lt;param name="movie" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/doc_player.swf?doc=sistemproteksi-1-110309073814-phpapp02&amp;stripped_title=sistem-proteksi-1&amp;userName=ervab" /&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"/&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"/&gt;&lt;embed name="__sse7203607" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/doc_player.swf?doc=sistemproteksi-1-110309073814-phpapp02&amp;stripped_title=sistem-proteksi-1&amp;userName=ervab" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="477" height="510"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="padding: 5px 0pt 12px;"&gt;View more &lt;a href="http://www.slideshare.net/"&gt;documents&lt;/a&gt; from &lt;a href="http://www.slideshare.net/ervab"&gt;ervab&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-8143376287834321574?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/8143376287834321574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/8143376287834321574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/bahan-ajar-sistem-proteksi.html' title='Slide &quot;Bahan Ajar Sistem Proteksi Sistem Tenaga Listrik&quot;'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-7971312945429441561</id><published>2011-03-08T21:19:00.001+09:00</published><updated>2011-03-08T21:23:49.454+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan Materi kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Proteksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Transfomator'/><title type='text'>Proteksi Sistem Tenaga Listrik dan Peralatannya ( Part 1)</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Proteksi terhadap suatu sistem tenaga listrik adalah sistem pengaman yang di lakukan terhadap peralatan-peralatan listrik, yang terpasang pada sistem tenaga listrik tersebut. Misalnya Generator, Transformator, Jaringan Transmisi/distribusi dan lain-lain terhadap kondisi abnormal dari sistem itu sendiri. Yang di maksud dengan kondisi abnormal tersebut antara lain dapat berupa : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hubung singkat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tegangan lebih/kurang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Beban lebih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Frekwensi sistem turun/naik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dll&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Adapun fungsi dari sistem proteksi adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk menghindari ataupun untuk mengurangi&amp;nbsp; keruasakan peralatan listrik akibat adanya gangguan (kondisi abnormal) semakin cepat reaksi perangkat proteksi yang di gunakan, maka akan semakin sedikitlah pengaruh gangguan terhadap kemungkinan kerusakan alat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mempercepat melokaliser luas/zone daerah yang terganggu sehingga menjadi sekecil mungkin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi kepada konsumen, dan juga mutu listriknya baik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mengamankan manusia (terutama) terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Agar sistem proteksi dapa dikatakan baik dan benar (dapat bereaksi dengan cepat, tepat dan murah), maka di adakan pemilihan dengan seksama dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 11pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp; Macam saluran yang di amankan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 11pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp; Pentingannya saluran yang dilindungi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 11pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp; Kemungkinan banyaknya terjadi gangguan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 11pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp; Tekno-ekonomis sistem yang digunakan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Peralatan utama yang dipergunakan untuk mendeteksi dan memerintahkan peralatan&amp;nbsp; proteksi bekerja adalah relay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.1.&amp;nbsp; Syarat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-syarat relay pengaman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;Syarat-syarat agar peralatan relay pengaman dapat dikatakan bekerja dengan baik dan benar terutama dalam melakukan tugasnya sebagai pengamanan terhadap sistem, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;a)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cepat bereaksi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay harus cepat bereaksi/bekerja bila sistem mengalami gangguan atau kerja abnormal. Kecepatan bereaksi dari relay adalah saat relay mulai mulai merasakan adanya gangguan sampai dengan pelaksanaan pelepasan circuit breaker (C.B) karena komando dari relay tersebut. Waktu bereaksi ini harus di usahakan secepat mungkin sehingga dapat menghindarkan kerusakan pada alat-alat serta membatasi daerah yang mengalami gangguan/kerja abnormal. Mengingat suatu sistem tenaga&amp;nbsp; mempunyai batas-batas stabilitas serta kadang-kadang gangguan sistem gangguan bersifat sementara, maka relay yang semestinya bereaksi denga cepat kerjanya perlu di perlambat (time delay), seperti yang ditunjukan persamaan berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-Iabm3Y4eSNM/TXYc2EqWWQI/AAAAAAAAAMc/-FHVHtZO4DI/s1600/gb3+rumus+proteksi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="https://lh5.googleusercontent.com/-Iabm3Y4eSNM/TXYc2EqWWQI/AAAAAAAAAMc/-FHVHtZO4DI/s400/gb3+rumus+proteksi.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;b)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selektive &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Yang di maksud dengan selektif disini adalah kecermatan pemilihan dalam mengadakan pengamanan, dimana hal ini menyangkut koordinasi pengaman dari sistem secara keseluruhan. Untuk mendapatkan keandalan yang lebih tinggi, maka relay pengaman harus mempunyai kemampuan selektive yang baik. Dengan demikian segala tindakannya akan tepat dan akibatnya gangguan dapat dieliminir menjadi sekecil mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 16.5pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="ES-TRAD" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Contoh Peralatan – peralatan pengaman/pemutus&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 2in; text-align: justify; text-indent: -127.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;PMT = Pemutus (CB)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 2in; text-align: justify; text-indent: -127.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;DC = Sumber teganggan DC&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 2in; text-align: justify; text-indent: -127.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;CT = Current transformtor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 2in; text-align: justify; text-indent: -127.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;R = Relay&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 2in; text-align: justify; text-indent: -127.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;PT = Potensio transformator&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-BeIbbZn1FjY/TXYc6qvfXqI/AAAAAAAAAMg/DJgaHGVkN6w/s1600/gbr1+proteksi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="https://lh4.googleusercontent.com/-BeIbbZn1FjY/TXYc6qvfXqI/AAAAAAAAAMg/DJgaHGVkN6w/s320/gbr1+proteksi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="ES-TRAD" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="ES-TRAD" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="ES-TRAD" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada gambar 1 di atas menunjukkan peralatan yang digunakan sebagai pengaman sistem dan terkait dengan komponen 1 s/d 5.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 1in; text-align: justify; text-indent: -55.5pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay proteksi pengaman sistem tenaga listrik antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penggunaan Relay dalam melayani pengamanan system terutama terhadap kondisi abnormal yang terjadi diantaranya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengamanan terhadap sambaran petir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify; text-indent: -19pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kawat tanah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;- &amp;nbsp;&amp;nbsp;Arrester &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: -19.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;B. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengamanan terhadap arus/teganggan lebih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Relai &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemutus (circuit breaker)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hal – hal yang menyebabkan CB gagal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;*&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kerusakan Relay/Relay tidak bekerja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;*&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kerusakan pada PT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;*&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terganggunya sumber (DC)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 16.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;*&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terganggu Relay&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-3PLa5Zu_TiQ/TXYcvXGPlUI/AAAAAAAAAMY/mHEph-m1U94/s1600/gb2+proteksi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="https://lh3.googleusercontent.com/-3PLa5Zu_TiQ/TXYcvXGPlUI/AAAAAAAAAMY/mHEph-m1U94/s400/gb2+proteksi.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;Dalam sistem tenaga listrik seperti gambar 2 diatas,apabila terjadi gangguan pada titik K,maka hanya C.B.6 saja yang boleh bekerja ,sedangkan untuk C.B.1 , C.B.2 dan C.B.-C.B. yang lain tidak boleh bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 2in; text-align: justify; text-indent: -105.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Peka/sensitive&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay harus dapat bekerja dengan kepekaan yang tinggi,artinya harus cukup sensitive terhadap gangguan di daerahnya meskipun gangguan tersebut minimum,selanjutnya memberikan jawaban / response.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 2in; text-align: justify; text-indent: -105.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Andal/reliability&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Keandalan relay dihitung dengan jumlah relay bekerja/mengamankan daerahnya terhadap jumlah gangguan yang terjadi.Keandalan relay dikatakan cukup baik bila mempunyai harga : 90-99%..Misalnya,dalam sutu tahun terjadi gangguan sebanyak 25 x dan relay misal dapat bekerja dengan sempurna sebanyak 23 x ,maka keandalan relay &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 23 / 25 x 100 % = 92 %&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Keandalan dapat dibagi 2 :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dependability&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : relay harus dapat diandalkan setiap saat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Security&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : tidak boleh salah kerja /tidak boleh bekerja yang bukan seharusnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 2in; text-align: justify; text-indent: -105.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sederhana / simplicity&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Makin sederhana sistem relay semakin baik,mengingat setiap peralatan / komponen relay memungkinkan mengalami kerusakan.Jadi sederhana maksudnya kemungkinan terjadinya kerusakan kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 2in; text-align: justify; text-indent: -105.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Murah / economy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay sebaiknya yang murah,tanpa meninggalkan persyaratan-persyaratan yang telah disebutkan diatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraph" style="line-height: normal; margin-left: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.&amp;nbsp; Klasifikasi Relay&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 22pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari beberapa macam relay yang ada,dapatlah kita membedakannya menurut klasifikasinya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan prinsip kerjanya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay elektromagnetis.tarikan dan induksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay termis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay elektronis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan konstruksinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tipe angker tarikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tipe batang seimbang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tipe cakram induksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tipe kap induksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tipe kumparan yang bergerak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tipe besi yang bergerak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan lain-lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan basaran yang diukur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay tegangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay arus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay impedansi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Relay frekuensi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 55pt; text-align: justify; text-indent: 5.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Selain itu pada relay-relay diatas masih juga dapat dibedakan seperti berikut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Over , yaitu akan bekerja bila besaran/ukuran yang telah ditentukan dilampaui&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Under ,relay akan bekerja bila berada sebelum / dibawah harga besaran yang tekah ditentukan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Directional,bekerjanya relay ditentukan oleh arah aliran tenaga listriknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan cara menghubungkan sensing element&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Primary relay&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Primary relay ; sensing element berhubungan langsung dengan sirkit yang di amankan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Secondary relay ; sensing element mendapatkan arus dan atau tegangan dari dari trafo arus dan tegangan secara tidak langsung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.5. Berdasarkan cara control element&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Direct acting ; control element bekerja langsung memutuskan aliran/hubungan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -11pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Indirect acting ; control element hanya menutup suatu kontak , sedangkan suatu perlatan lain yang memutuskan rangkaian/aliran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Catatan : &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada indirect acting selalu di pakai sumber D.C. ,mengingat ; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 22pt; text-align: justify; text-indent: 33pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kentungannya : &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 88pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Keamanan lebih terjamin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 88pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada waktu memeriksa&amp;nbsp; atau reparasi tidak perlu memutuskan aliran utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 88pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Terpisah secara elektris dari tegangan kerja sistem &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 88pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tak tegantung dari besarnya tegangan sistem yang di amankan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: 33pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 22pt; text-align: justify; text-indent: 33pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kerugiannya :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 88pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di bandingkan dengan direct acting , maka kontruksinya lebih kompleks&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 88pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Untuk tegangan rendah kurang ekonomis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.6. Berdasarkan macam tugas /kegunaannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Main relay ; sebagai element utama didalam sistem&amp;nbsp; pengaman, jadi&amp;nbsp; berhubungsan langsung dengan besaran-besaran lisdtrik yang di ukur ( arus, tegangan dan lain-lain )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Supplementary relay ; sebagai relay pembantu, misal memperbanyak kontak, menjalankan sinyal dan lain-lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.7. Berdasarksan karakteristiknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Inverse&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Definite&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Time relay, yakni relay yang bekerjanya dengan kelambatan waktu. U tuk dapat kita bedakan 2 macam yaitu yang dapat di atur ( regulable time delay ) waktunya dan tidak dapat di atur waktunya ( non-regulable time delay )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -49.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1.2.8. Berdasarkan macam kontaktornya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Normally open, kontak dalam keadaan terbuka , bila lilitan pada inti tidak mendapatkan tenaga ( de-energized )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-left: 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;§&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Normally closed, tertutup bila de energized&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="background-color: #674ea7;"&gt;Tunggu Lanjutannya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-7971312945429441561?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7971312945429441561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7971312945429441561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/proteksi-sistem-tenaga-listrik-dan.html' title='Proteksi Sistem Tenaga Listrik dan Peralatannya ( Part 1)'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-Iabm3Y4eSNM/TXYc2EqWWQI/AAAAAAAAAMc/-FHVHtZO4DI/s72-c/gb3+rumus+proteksi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-5708501827546282402</id><published>2011-03-07T00:40:00.005+09:00</published><updated>2011-03-07T07:42:26.744+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rotor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor AC'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin elektrik 2'/><title type='text'>Motor Induksi 3 Fasa ( Part 2 )</title><content type='html'>&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;2.3.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Belitan Stator&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Belitan stator motor induksi sama persis dengan belitan stator generator sinkron atau hampir sama dengan belitan gelung pada generator DC. Pada gambar 9 terlihat bahwa kumparan perkutub per group dipisahkan oleh suatu isolasi yang cukup kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-YENuJVEAKyA/TXOr4KHlhOI/AAAAAAAAAME/F9YFideXT6M/s1600/kumparan+stator.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="https://lh5.googleusercontent.com/-YENuJVEAKyA/TXOr4KHlhOI/AAAAAAAAAME/F9YFideXT6M/s200/kumparan+stator.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Gambar 9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Tampak Belitan/kumparan Stator Motor Induksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Sedangkan desain detail belitan dari motor induksi dapat dilukiskan pada gambar 10 berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-7SBAHLcie5M/TXOr_bGjnRI/AAAAAAAAAMI/kecMchXrSJE/s1600/gbr+11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="https://lh4.googleusercontent.com/-7SBAHLcie5M/TXOr_bGjnRI/AAAAAAAAAMI/kecMchXrSJE/s200/gbr+11.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Gambar 10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Diagram Belitan Stator Motor Induksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kelanjutan materi kuliah mesin elektrik 2 (Motor Induksi 3 Fasa Part 2) dapat di &lt;a href="http://www.4shared.com/document/mc2SokWB/MOTOR_INDUKSI_3_FASA_Part_2.html"&gt;&lt;i style="color: #ffd966;"&gt;Download&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="divLookup" style="-moz-border-radius: 3px 3px 3px 3px; background-color: #ffff77; color: black; left: 624px; padding: 3px; position: absolute; top: 595px; z-index: 999999999;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/gif,GIF89a%12%12%B3%FF%FF%FF%F7%F7%EF%CC%CC%CC%BD%BE%BD%99%99%99ZYZRUR%FE%01%02%21%F9%04%04%14%FF%2C%12%12%04X0%C8I%2B%1D8%EB%3D%E4%60%28%8A%85%17%0AG*%8C%40%19%7CJ%08%C4%B1%92%26z%C76%FE%02%07%C2%89v%F0%7Dz%C3b%C8u%14%82V5%23o%A7%13%19L%BCY-%25%7D%A6l%DF%D0%F5%C7%02%85%5B%D82%90%CBT%87%D8i7%88Y%A8%DB%EFx%8B%DE%12%01%3B" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-5708501827546282402?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5708501827546282402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5708501827546282402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/03/motor-induksi-3-fasa-part-2.html' title='Motor Induksi 3 Fasa ( Part 2 )'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-YENuJVEAKyA/TXOr4KHlhOI/AAAAAAAAAME/F9YFideXT6M/s72-c/kumparan+stator.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-430075422541920715</id><published>2011-02-27T09:47:00.006+09:00</published><updated>2011-02-27T10:13:15.575+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peta Mesin Elektrik 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hasil tugas Mesin Elektrik 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Sinkron'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor AC 1 Fasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi kuliah'/><title type='text'>Motor AC ( Motor Sinkron) Jenis 1 Fasa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Motor AC atau lebih dikenal sebagai Motor Sinkron 1 (satu)&amp;nbsp; fasa.Secara prinsip kerja secara umum menunjukkan bahwa Jika tidak ada Medan Elektromagnetik yang terjadidari STATOR terhadap ROTOR maka tidak akan pernah ada yang namanya putaran (RPM).Tegangan Induksi yang terjadi dalam rotor merupakan proses dari induksi magnetic. Dengan demikian makadisekitar rotor akan akan menghasilkan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mafnet utama. Secara detail dapat diperhatikan pada gambar tentang &lt;b&gt;&lt;i&gt;Hukum Lenz&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang terjadi disekitar Stator.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-I7C7d9BZjWI/TWmg5V7gzuI/AAAAAAAAALo/DFEI8RzFPrU/s1600/Motor+AC+Jenis+1+gbr.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://lh3.googleusercontent.com/-I7C7d9BZjWI/TWmg5V7gzuI/AAAAAAAAALo/DFEI8RzFPrU/s320/Motor+AC+Jenis+1+gbr.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;a href="http://www.electricneutron.com/wp-content/uploads/2010/09/lenz-law.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;v:shapetype coordsize="21600,21600" filled="f" id="_x0000_t75" o:preferrelative="t" o:spt="75" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" stroked="f"&gt;&lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;v:formulas&gt;&lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:formulas&gt;&lt;v:path gradientshapeok="t" o:connecttype="rect" o:extrusionok="f"&gt;&lt;/v:path&gt;&lt;o:lock aspectratio="t" v:ext="edit"&gt;&lt;/o:lock&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Motor AC 1 Fasa terdiri dari 4 (empat) jenis yang banyak dipergunakan secara umum, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;1) Split Phase Motor &lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;2) Start resistor Motor&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;3) Capacitor Motor&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;4) Shaded pole induction Motor&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;Kecepatan Motor&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Kecepatan motor induksi sangat tergantung dari desain motor itu sendiri., kecepatan sinkron tergantung pada Frewkensi dan besarnya tegangan input (AC) pada kutub di stator.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Dengan kata lain bahwa jumlah kutubsangat memepengaruhi kecepatan sinkron karena adanya kerjasama antara Kutub, Frekwensi dan kecepatan sinkron sebagaimana persamaan berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-Xqcm-JlZr-c/TWmhb4Z_LBI/AAAAAAAAALs/nq4kzrUkTpA/s1600/Motor+AC+NS.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="101" src="https://lh4.googleusercontent.com/-Xqcm-JlZr-c/TWmhb4Z_LBI/AAAAAAAAALs/nq4kzrUkTpA/s320/Motor+AC+NS.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;Contoh:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Sebuah motorsinkron memiliki &lt;b&gt;4 &lt;/b&gt;buah kutub dan bekerja pada frekwensi &lt;b&gt;60 Hz&lt;/b&gt; dan kecepatan sinkronnya adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Ns = 120 x f /p&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Ns = 120 x 60 / 4&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Ns = 1800 rpm&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;Slip Pada Motor Listrik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;Slip &lt;/b&gt;adalah perbedaan kecepatan pada rotorterhadap kecepatan sinkronnya&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Perhitungan terhadap besarnya Slip dapat ditunjukkan seperti rumus berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" strokecolor="#f60" strokeweight="1.5pt" style="height: 27pt; margin-left: 126pt; margin-top: 5.4pt; position: absolute; width: 162pt; z-index: 2;" type="#_x0000_t202"&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-gAhv9nPSFsQ/TWmhlql8JDI/AAAAAAAAAL0/7WKM6SsUtRE/s1600/Motor+AC+Jenis+SLIP.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="76" src="https://lh4.googleusercontent.com/-gAhv9nPSFsQ/TWmhlql8JDI/AAAAAAAAAL0/7WKM6SsUtRE/s320/Motor+AC+Jenis+SLIP.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;HP (Horse Power) Pada Motor&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Guna mengetahui berapa besar Total Daya Output dari sebuah motor dapat dilakukan dengan Rumus berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-OLUsmWne0HA/TWmhhV7rp3I/AAAAAAAAALw/cpWsl1Kmim0/s1600/HP+mesin+ac.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="88" src="https://lh6.googleusercontent.com/-OLUsmWne0HA/TWmhhV7rp3I/AAAAAAAAALw/cpWsl1Kmim0/s320/HP+mesin+ac.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;Contoh :&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;Sebuah motor listrik 1 Fasa dengan tegangan input (PLN) sebesar 240 volt,20 Amper dengan Effisiensi sebesar85%. Hitunglah besar Total Daya Output yang dihasilkan?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;HP = I x V x Eff / &lt;span style="color: blue;"&gt;746&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;HP = 20 x 240 x 85% / &lt;span style="color: blue;"&gt;746&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;HP = 5.5&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-430075422541920715?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/430075422541920715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/430075422541920715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/02/motor-ac-sinkron-jenis-1-fasa.html' title='Motor AC ( Motor Sinkron) Jenis 1 Fasa'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-I7C7d9BZjWI/TWmg5V7gzuI/AAAAAAAAALo/DFEI8RzFPrU/s72-c/Motor+AC+Jenis+1+gbr.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-9072347088322259024</id><published>2011-02-02T07:44:00.000+09:00</published><updated>2011-02-02T07:44:33.808+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Proteksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin elektrik 2'/><title type='text'>MCB ( Magnetic Circuit Breaker) / Pemutus Arus Bag1</title><content type='html'>MCB atau lebih singkat "Circuit Breaker" merupakan alat pemutus yang memiliki perbedaan dengan SWITCH, dimana ia tidak hanya  menghubungkan maupun sebagai pemutus Rangkaian&amp;nbsp; ketika mengalirkan sejumlah I (Arus) secara normal. Kemampuan untuk menghubungkan dan sebagai pemutus Rangkaian (Circuit) pada  kondisi system Abnormal. Sebagai pemutus maupun penghubung circuit  pada kondisi "Berbeban"&amp;nbsp; yang menunjukkan tidak adanya masalah  yang nyata selama arus gangguan pada rangkaian MCB yang relatif  rendah dgn factor daya yang tinggi. Ketika kondisi rangkaian dalam kondisi abnormal (hubungan singkat) menunjukkan kondisi arus mencapai ratusan ampere disertai faktor daya  dibawah 0,1. Sebagaimana kemampuan MCB tersebut pembatas arus lebih guna menghindari timbulnya kerusakan pada peralatan yang dilindungi atau yang berada dalam satu sistem.&lt;br /&gt;Ketika switching arus short circuit, arus induktif yang kecil dan  arus kapasitif, luapan tegangan yang tinggi tampak pada circuit yang  mengalami switching. Tegangan ini mungkin mecapai 5 kali ataupun lebih,  tegangan circuit normal dan kerusakan isolasi circuit atau restrike yang  mungkin terjadi pada circuit breaker. Untuk mengurangi tegangan  tersebut, elemen-elemen eksternal yang ditambahkan pada breaker seperti  switching resistor, inductor arresters dan circuit electronic switching  yang dikontrol.&lt;br /&gt;Circuit Breaker Rated Quantities&lt;br /&gt;Umumnya rated voltage dan frequency pada breaker, terdapat kuantitas  rated lainnya yang sangat penting selama pengoperasian dan seleksinya.  Kuantitas tersebut dijelaskan secara ringkas pada paragraph berikut.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;1. Rated Current&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rated current circuit breaker adalah nilai rms arus yang dapat membawa  secara kontinu tanpa peningkatan temperature komponennya melebihi batas  tertentu.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;2. Rated Breaking Current&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rated breaking current adalah nilai rms arus yang dapat memutuskan pada  keadaan tertentu dari tegangan recovery (recovery voltage).Vp adalah tegangan fasa sumber dan X adalah jumlah reaktansi induktif circuit per fasa. Rms komponen AC adalah:&lt;br /&gt;Rms asymmetrical breaking current adalah Nilai breaking current adalah nilai arus pada short circuit sesaaat.  Bagaimanapun, contact circuit breaker terpasang beberapa millisecond  kemudian. Dan arus gangguan menjadi turun di bawah nilai ini (gambar  11.1). Normalnya, asymmetrical breaking current diperoleh dengan  permodelan seperti 1,6 (Vp/X).&lt;br /&gt;3. Rated Making Current&lt;br /&gt;Rated making current didefinisikan sebagai nilai puncak arus dimana  circuit breaker dapat menghubungkan ketika tertutup pada sebuah short  circuit. Terlihat tugas yang dibebankan pada circuit breaker selama  proses ini adalah berat, karena tekanan mechanical yang tinggi  dihasilkan dengan circuit breaker. Rated curren circuit breaker  bernilai: &lt;br /&gt;Im  = nilai maksimum komponen DC + nilai puncak komponen AC&lt;br /&gt;Puncak arus pertama terjadi setelah hampir 1-4 (one-fourth) siklus  dari sebuah short circuit sesaaat. Untuk membolehkan selama penurunan  yang tipis pada arus, factor 2 (double-effect factor) digantikan oleh  1,8.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;4. Rated Short-Time Current&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rated short-time current adalah arus maksimal dimana circuit breaker  dapat mengalirkan selama 1 sekon (detik) tanpa kerusakan terhadap  konduktor, isolasi, mekanisme operasi atau tank.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;5. Circuit Breaker Breaking Capacity&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Breaking capacity pada sebuah circuit breaker 3 fasa (MVA) bernilai:&lt;br /&gt;Dimana V adalah rated voltage pada kV dan Ib adalah rms rated  breaking current pada kA. Berdasarkan penelitian British, rated breaking  current adalah nilai rms dari komponen alternative yang hanya terdapat  pada pemisahan kontak sesaat dan keadaan ini disebut dengan symmetrical  breaking capacity. Berdasarkan penelitian Amerika, rated breaking  current termasuk component DC, yang meningkatkan breaking capacity  dengan factor 1,6 dan keadaan ini disebut dengan asymmetrical breaking  capacity.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;6. Rated Insulation Level&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rated insulation level sebuah circuit breaker adalah frekuensi daya penahan dan tegangan impulse isolasinya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;7. Rated Operating Sequence (Duty Cycle)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Circuit breaker, terutama sekali dipasangkan dengan auto-reclosures yang  ditujukan pada frequent dan successive operation. Pada keadaan seperti  itu, breaker dan medium dielektrik mendapatkan mechanical yang buruk dan  tekanan electrical secara berurutan. Circuit breaker harus memenuhi  salah satu percobaan berikut.&lt;br /&gt;O – t – CO – T – CO atau CO – t’ – CO, dimana O adalah sebuah opening operation, C adalah closing operation,  CO adalah closing operation yang segera diikuti oleh opening operation,  t adalah waktu antar operation (3 menit 0.3 detik untuk circuit breaker  tanpa maupun dengan auto-reclosures secara berurutan). T adalah 3 menit  dan t’ adalah 15 detik untuk circuit breaker yang digunakan dengan  auto-reclosures yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Switched Currents and Circuits&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Pada penambahan beban pada arus normal, Circuit Breaker digunakan  untuk menghentikan terjadinya Short-circuit, arus induktif dan  kapasitansi kecil. Contohnya  ketika kapasitansi dan arus induktif kecil  maka tidak terjadi pengisian arus pada power trafo dan beban pada  sebuah luas kabel penghubung secara berturut-turut. Pembebanan pada  Circuit Breaker sangat berpengaruh besar dengan menahan besarnya arus  dan juga dengan parameter sirkuit dan sejauh mana kesalahan dari  terminal breakers. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Short Circuit 3 phasa&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beban sistem tiga phasa ditempatkan dengan sudut 120o  dari yang lain, terlihat dalam satu phasa akan dimatikan pada sebuah  arus zero normal, dimana system dua phasa yang lain masih arcing.  Setelah 90o dari phasa pertama selesai, terjadi gangguan secara  bersamaan dalam dua phasa yang lain. Jika system netral telah di isolasi  tanpa didasari kesalahan, tegangan pengendali (tegangan recovery)  diseberang phasa pertama akan selesai dalam 3 kali tegangan phasa  maksimum, sehingga akan terjadi keseimbangan pada tiga phasa. Faktor  penyelesaian satu phasa adalah 1,5. Nilai ini akan lebih berkurang untuk  kesalahan pada pembumian dalam system Pembumian netral, dimana nilai  ini tergantung pada  perbandingan antara zero dan akibat impedansi  positive.&lt;br /&gt;Ketika terjadi kesalahan tiga phasa dari terminal circuit breaker,  tegangan transient recovery akan memiliki nilai lebih dari component  satu frekuensi.  Rangkaian&amp;nbsp; ini terdiri dari 2 bagian yaitu&amp;nbsp; bagian &lt;span style="color: blue;"&gt;Sumber&lt;/span&gt; dan bagian &lt;span style="background-color: white; color: blue;"&gt;Rangkaian&lt;/span&gt; . Masing-masing rangkaian akan menghasilkan sebuah tegangan  peubah.  Tegangan transient pengendali pada terminal breaker berbeda  vector dari kedua tegangan dan  menjadikan frekuensi double secara  alami.&amp;nbsp;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Switching short circuit asymmetrical&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Short circuit simetris dalam sistem pembangkitan sangat tidak lazim.  Rangkaian tunggal dasar dapat ditunjukkan memiliki lebih dari 90%  kesalahan dari total semua kesalahan dalam tegangan tinggi dan extra  tegangan tinggi. Kesalahan rangkaian ganda jarang ditemukan pada  tegangan medium dan tegangan rendah.&lt;br /&gt;Kesalahan tenaga frekuensi pada tegangan recovery dibawah asimetris  adalah sama  untuk tegangan phasa maximum ketika sistem tenaga dibumikan  murni.&lt;br /&gt;Circuit breaker yang memiliki dasar kedudukan pada short circuit  simmetris adalah tidak selalu bisa dalam mengatasi gangguan pada  kesalahan yang terjadi di asimetris.&lt;br /&gt;Capacitive current&lt;br /&gt;Ketika sebuah circuit breaker menghentikan sebuah arus pada kapasitor,  sebuah tegangan recovery muncul diseberang circuit breaker. Sehingga  beban listrik mengikuti hingga frekuensi tinggi dan bisa terjadi  gangguan yang mendahului  peningkatan tegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika breaker menghentikan beban kapasitifpada kondisi normal,  tegangan pada Vs adalah tegangan puncak. Kapasitansi C2 dibebani dengan  nilai yang sama dan akan tersisa konstan jika tidak adanya tegangan  puncak pada Vs. Tegangan akan menyeberangi circuit breaker setengah  rangkaian siklus.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Types Of Circuit Breaker&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Air Circuit Breakers&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dibangun diantara hubungan udara yang bertumbukan dalam atmosfer udara.  Sering digunakan dalam sistem tegangan rendah dengan arus normal 3000  A. Dengan kontruksi dan perawatan yang mudah, mereka bisa menempati CB  minyak dengan tingkat sama dalam sistem dimana resiko kebakaran dapat  terjadi. Dalam Industri berat yang memiliki motor listrik besar dengan  starting yang serimg terjadi, CB Udara dapat mengganti kerusakan minyak  serta kontaminasi minyak. CB udara dapat digunakan lebih luas dengan  tungku listrik. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Oil Circuit Breakers&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Minyak disini menyediakan wadah yang tepat untuk menghentikan percikan  api.  Dalam kerusakan minyak, percikan api bias disebut pemadaman  otomatis . Circuit Breakers minyak digolongkan menjadi 2 tipe yaitu  Minyak besar dan minyak minimum. Penggolongan ini berdasarkan konrol  percikan api dan kemampuan menghentikan yang berbeda dari macam tipe.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;• Circuit Breakers minyak besar&lt;/div&gt;Minyak disini menyekat partisi yang hidup dan menghentikan percikan api.  Kerusakan minyak terbesar mungkin menjadi bagian tipe kerusakan biasa,  dimana hal ini bias dengan bebas dihentikan didalam wadah minyak atau  daerah control percikan api yang tertutup. Yang terkhir ini memiliki  tingkatan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;CB minyak besar dengan alat pengontrol percikan api disunakan dalam  skala tegangann normal dan tegangan tinggi. Dalam tipe kerusakan ini  percikan api dihentikan didalam tempat yang dinamakan “pot ledakan”.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;• Circuit Breakers minyak kecil&lt;/div&gt;CB minyak besar memiliki kelemahan dalam penggunaannya yaitu pemakaian  minyak dalam jumlah besar, dengan kerusakan yang  berkali-kali dan  menghasilkan arus yang kuat, munyak akan memburuk dan mengakibatkan CB  rusak. CB minyak kecil bekerja dengan prinsip yang sama dengan kontrol  percikan api yang sama digunakan dalam CB minyak besar. Wadah CB ini  terbuat dari porcelain atau bahan yang mengisolasi.&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. Vent&lt;br /&gt;2. Air chamber&lt;br /&gt;3. Upper main terminal&lt;br /&gt;4. Tulip contact&lt;br /&gt;5. Arc control chamber&lt;br /&gt;6. contact rod&lt;br /&gt;7. contact roller&lt;br /&gt;8. lower main terminal&lt;br /&gt;9. crank housing&lt;br /&gt;10. oil level observation glass&lt;br /&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;Air-Blast Circuit Breakers&lt;/div&gt;Prinsip memadamkan percikan api dalam Air-Blast CB adalah memberikan  tekanan yang kuat secara langsung terhadap udara yang membujur atau  tegak lurus terhadap percikan api. Udara yang segar dan kering akan  cepat menempati gas panas yang terionisasi dizona percikan api dan  lamanya percikan akan meningkat secara tetap.&lt;br /&gt;Keuntungan Air-Blast CB :&lt;br /&gt;• Murah dan mudah didapatkan.&lt;br /&gt;• Reaksi kimia stabil dan memiliki uadara lembab.&lt;br /&gt;• Pereduksi yang baik dalam kerusakan yang timbul dari operasi switching yang berkali-kali.&lt;br /&gt;• Operasi cepat.&lt;br /&gt;• Percikan api sebentar.&lt;br /&gt;• Dapat beroperasi dilokasi yang beresiko kebakaran.&lt;br /&gt;• Mengurangi biaya frekuensi.&lt;br /&gt;• Waktu yang konstan dalam menghentikan tekanan untuk membuka tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;SF6 Circuit Breakers&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;SF6 adalah isolasi yang sempurna dan memusakan dalam menghentikan  percikan api. Bahan fisika, kimia dan elektriknya sangat cocok untuk  berbagai macam tempat, seperti gas insulated switchgear (GIS), high  voltage capacitors, bushings, dan gas insulated cables.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;Bagian dari SF6&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;SF6 memilki konduktivitas suhu tinggi dan waktu yang konstan sekitar  1000 kali lebih cepat dari udara. Ini merupakan keuntungan yang bagus  dalam pemadaman percikan api. Bahan kimia SF6 tidak bereaksi terahadap  besi atau baja serta kaca dalam kondisi normal. Kekuatan dielektrik yang  tinggi dan pemadaman percikan api dari bagian SF6 yang utama berasal  dari electron yang saling bertumbukan. Masalah besar dalam penggunaan  SF6 adalah kondensasi dalam tekanan yang tinggi dan temperature yang  rendah. SF6 melindungi level tegangan dalam skala 6,6 – 765 KV.&lt;br /&gt; Tekanan Ganda SF6 Circuit Breakers&lt;br /&gt;Ini adalah bagian awal dari SF6 CB. Beroperasi dengan prinsip yang sama  dengan Air-Blast CB. Bagian utama terdiri dari ruangan yang bertekanan  tinggi, dimana SF6 disimpan dalam jumlah banyak.Dalam pemutusan arus,  hubungan CB ketika tekanan gas yang kuat terjadi dari tempat pemadaman  yang terpisah dimana terdapat percikan api. Setelah pemadaman arus, gas  dipompa kembali ketempat penyimpanan tadi.&lt;br /&gt; Pemadaman otomatis SF6 CB&lt;br /&gt;Diadalam ruangan pemadaman tediri dari dua ruang terpisah. Ketika celah  ditutup keduanya mempunyai tekna gas yang sama sekitar 5 atm. Ketika  celah dibuka hubungan akan putus dan percikan api tercipta diantaranya.  Panas yang diahsilkan dari percikan api tadi akan menghasilkan tekanan.  Gas akan keluar dari bagian percikan api tadi dan bagian terpisah yang  lainnya. Perluasan aliran pendinginan terhadap percikan api akan  memadamkan api tersebut adan arus saat itu adalah nol.&lt;br /&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;SF6 Tipe Puffer&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Biasa disebut “satu tekanan” atau “impuls” tipe pemadaman. Cara kerja  dalam pemadaman percikan api adalah dengan mengalirkan gas SF6 selama  hubungan terputus, dengan mengerakkan seperti piston.Dengan ini tekanan  gas dalam ruangan pemadaman akan menigkat cepat ke level yang lebih  tinggi. Ketika celah ditutup arus mengalir diantara 2 terminal arus,  melalui hubungan utama yang terlibat dan juga hubungan yang bergerak.  Ketika celah dibuka saat kntak terputus, percikan api menisolasi mulut  pipa. Selama perjalanan silinder bergerak seperti piston dan memompa  aliran gas SF6 sehingga percikan api padam.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Vacuum Circuit Breaker&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari vakum (hampa udara) adalah sebagai bahan isolator dan  media pengganggu yang telah diketahui selama bertahun – tahun. Ruang  yang hampa udara sekali memiliki tekanan 10-4 Pa, bertindak sebagai  dielektrik yang kuat dan memiliki kemampuan isolasi yang tinggi untuk  media lain, termasuk gas yang dimampatkan dan minyak. Pada pemutus  vakum, sebuah kontak cukup terpisah sejauh 1 cm. Karena sangat rapat,  diperlukan sedikit kekuatan untuk menutup dan membuka rangkaian untuk  tipe pemutus yang lain. Tingkat pengembalian sifat dielektrik pada hampa  udara setelah ada gangguan adalah sekitar 1 tingkat lebih cepat  besarnya daripada pemutus  ledakan udara. Perusak ruang hampa moderen  dengan sukses merusak arus kapasitif dan arus induktifnya kecil serta  kesalahan garis pendek tanpa memproduksi  tegangan lebih secara  berlebihan. Selama rapat, dengan mekanisme yang sederhana pemutus hampa  udara mederen tidak memerlukan pemeliharaan yang lebih. Kelemahan  utamanya adalah kegagalannya dalam ruang hampa udara sulit untuk  diketahui.&lt;br /&gt;Dalam rangkaian pemutus hampa udara setiap pasa terdiri dari ruangan kosong pengganggu dan operasi  mekanisme eksternal.&lt;br /&gt;Penghubung adalah area permukaan yang luas dengan segmen spiral  sedemikian hingga memproduksi arus disuatu medan magnet di sekitar  aksial untuk membantu akhir gerak permukaan kontak dan menghubungkan  secara cepat. Menggerakkan sedikit akhir kontak memperkecil penguapan  logam dan erosinya. Dinding ruang pengganggu adalah bagian  keseluruhan  atau sebagain dari material isolasi. Logam berikut (pada gambar 11.17a)  dapat membuat kontak gerak bergerak selam pemeliharaan ruang hampa.&lt;br /&gt;Dalam pemutus ruang hampa udara, proses pemadaman berbeda dari masing –  maisng tipe pemutus. Ketika sebagian terhubung, titik akhir kontak untuk  terpisah harus dipanaskan sampai mencapai titik didih logam. Uap logam  ionisasi akan berkembang mengisi mediumnya. Oleh karena itu, logam atau  alloy (logam campuran) dari kontak dibuat langsung mempengaruhi  karakteristik pemutus hampa udara.&lt;br /&gt;Uap logam meluas melingkar keluar mengelilingi sumbu untuk memadatkan  diri pada pinggiran dinding ruangan pengganggu. Oleh karena itu, bagian  isolasi dari pinggiran dinding harus terlindung dari uap logam untuk  memelihara kekuatan isolasinya. &lt;br /&gt;Saat arus kecil, pemutus tergolong dalam keadaan menyebar, sebaliknya,  saat arus kuat sekitar 1 kA, batas  kekuatan ionisasi adalah bagian  paling tengah, karena panas yang berlebihan dan  tercampur local pada  titik – titik kontaknya. Oleh karena itu, putaran magnetic pada golongan  tersebut untuk mengurangi kontak erosi.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Solid-State Circuit Breaker&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian pemutus tipe ini menggunakan bahan padat seperti tyristor,  triacs atau tenaga transistor. Rangkaian ini tidak dapat  melemahkan  alat elektromekanik. Pemutus padat dapat membersihkan kesalahan hanya  dengan 1,5 siklus. Jika pemutus tertutup, akan terjadi kesalahan pada  rangkaian, itu akan masih merusak arus salah hanya dengan 1,5 siklus.&lt;br /&gt;Pemutus padat tidak memiliki kontak bergerak yang dapat mengikis listrik  dan juga tidak perlu dipertahankan atau diganti. Cara cepat membuat  rangkaian pemutus padat dapat disinkronkan (disamakan) seperti  mendoblekan (menduakan) aliran arus masuk ke rangkaian induktif dan  mengiringi tegangan berlebih mesin listrik pada rangkaian konduktor dan  mendukung untuk dikeluarkan. Peralihan tegangan berlebih juga dapat  dihilangkan.&lt;br /&gt;Prinsip operasi dari pemutus padat dapat dilihat pada rangkaian  sederhana pada gambar. Pada gambar ini, 2 tenaga tiristor saling  terhubung antiparalel. Setiap tiristor akan memuati arus menuju aliran  selama  1,5 siklus penuh ketika ditriger dengan tepat. Seketika itu juga  rangkaian arus melebihi tingkatan yang telah diset, sensor arus dan  alat gerbang kendali akan memotong sinyal gerbang. Hal ini akan  mematikan tiristor dan rangkaian arus akan rusak disaat terjadi silang  kosong. Di beberapa tegangan rendah dan arus lemah system aplikasi  tenaga, sebuah triac dapat digantikan dengan tenaga tiristor.&lt;br /&gt;Sampai saat ini, pemutus padat telah digunakan di sedikit aplikasi  system tenaga untuk rentang tegangan rendah. Untuk rangkaian  seri-paralel tiristor, pemutus padat untuk tegangan tinggi dan arus  tinggi dapat dibangun. Kerugian utama dari pemutus padat adalah  kehilangan tenaga relative sangat tinggi. Keadaan ini dapat diperbaiki  dengan meningkatkan penggunaan bahan semikonduktor baru.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Direct-Current Circuit Breaker&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Saluran tegangan tinggi DC, sekarang biasanya digunakan untuk transmisi  energi listrik jarak jauh. Rangkaian pemutus ini adalah system transmisi  point-to-point (dari suatu titik ke titik yang lain). Rangkaian ini  tidak dapat diparallelkan karena kekurangan pemutus tegangan tinggi DC  dengan kapasitas pemutus tinggi.&lt;br /&gt;Rangkaian pemutus udara biasanya digunakan untuk memutus arus DC rendah  atau tegangan rendah DC. Pemutus udara biasanya diletakkan pada beberapa  system daya tarik, pabrik elektrokimia dan aplikasi serupa.&lt;br /&gt;Tidak semua tipe pemutus system tegangan tinggi AC dapat digunakan pada  tegangan tinggi DC keculai dilengkapi dengan rangkaian tambahan untuk  membawa  sepenuhnya arus DC dengan perlahan menuju nol untuk pemutus.  Prinsip dasarnya seperti rangkaian yang ditunjukkan pada gambar. Sebelum  rangkaian pemutus utama terbuka (open), switch S tertutup untuk  menghentikan pengisian kapasitor C1 di arah berlawanan rangkaian arus.  Hal ini akan mendesak arus menuju nol dengan sedikit osilasi dan akan  memutuskan rangkaian saat arus nol. Reactor saturasi sendiri L2 dan  kapasitansi C membantu untuk mengurangi harga pengurangan rangkaian arus  dan harga peningkatan pengembalian tegangan peralihan berturut – turut.  &lt;br /&gt;Lee Et al menjelaskan bahwa pada 500 kV DC rangkaian pemutus akan  digunakan untuk memutus beban dan arus salah sampai mencapai 2200 A.  Pemutus ini adalah modifikasi tipe gumpalan SF6. Empat buah rangkaian  pemutus saling terhubung ketika kontak pemutus mulai terbuka untuk  memutus rangkaian arus dan  tertarik diantaranya.&lt;br /&gt;Sebagai kontak tersambung untuk terbuka, tegangannya meningkat selama  rangkaian memanjang dan mendingin. Setelah memberikan tegangan  yang  cukup, switch S1 tertutup dan hal ini menyebabkan arus beralih ke Cs.  Pengalihan arus ini menghasilkan peningkatan osilasi arus. Ketika  magnitudenya cukup besar arus nol dihasilkan oleh pemutus. Begitu arus  nol dihasilkan, rangkaian terputus dan arus penuh dialihkan menuju Cs.  Ketika tegangan melewati Cs meningkat, kecepatan tegangan ZnO tertahan,  ini akan menyebabkan penghentian peningkatan tegangan lewat kontak  berikutnya. Energi rangkaian akan diserap oleh arrester dan arus salah  hilang dan beberapa milisekon.&lt;br /&gt;Rangkaian pemutus angin udara dan gumpalan SF6 400 kV DC telah  dikembangkan oleh Vithayathile (1985). Kedua pemutus ini termasuk dalam  rangkaian ringan dan elemen penyerapan energi. Kecepatan operasi dari  pemutus ini adalah sebanding dengan pemutus AC dengan tipe yang serupa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-9072347088322259024?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/9072347088322259024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/9072347088322259024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/02/mcb-atau-lebih-singkat-circuit-breaker.html' title='MCB ( Magnetic Circuit Breaker) / Pemutus Arus Bag1'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-4656333027713958593</id><published>2011-01-30T00:05:00.002+09:00</published><updated>2011-03-07T06:24:42.445+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata kuliah dasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin elektrik 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><title type='text'>Motor Induksi 3 Fasa ( Part 1 )</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Umum&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Diantara semua motor listrik baik arus searah maupun arus bolak-balik, motor induksi adalah motor yang paling banyak digunakan. Hal ini disebabkan karena beberapa factor yang berhubungan dengan Keuntungan maupun kerugiannya. Keuntungan dan kelebihan dari motor induksi meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Konstruksi yang sangat sederhana dan kuat (khususnya motor dengan rotor sangkar (sequirel cage)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Harganya murah dan dapat diandalkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Mempunyai effisiensi yang tinggi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Tidak menggunakan sikat (borstel) sehingga faktor gesekan dapat dihindari (kecil)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Power Factor cukup baik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Perawatannya lebih mudah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Peralatan asutnya sangat sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Selain keuntungan dan kelebihan tersebut diatas, motor induksi juga memiliki kekurangan/kerugian antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Untuk pengaturan kecepatannya tidak bisa dilaksanakan tanpa mengurangi effisiensinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Kecepatannya turun dengan meningkatnya beban yang diberikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Arus asut yang dihasilkan sangat besar dan memberikan pengaruh juga terhadap Torsi Starting yang kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagaimana mesin pada umumnya menunjukkan bahwa motor induksi juga memiliki konstruksi yang sama baik motor DC maupun AC. Konstruksi dimaksud terdiri dari 2 bagian utama yaitu STATOR dan ROTOR. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Secaralengkap dan detail dari kedua konstruksi dapat dilihat pada gambar 1 berikut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQmcS6aj9I/AAAAAAAAAK8/rhdyVlO6Bhs/s1600/gb1a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQmcS6aj9I/AAAAAAAAAK8/rhdyVlO6Bhs/s320/gb1a.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQmw9G2f2I/AAAAAAAAALA/grvUHYzyvjM/s1600/gb1b.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="129" src="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQmw9G2f2I/AAAAAAAAALA/grvUHYzyvjM/s320/gb1b.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Gambar 1 Kostruksi utama Stator dan Rotor&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.55in; text-align: justify; text-indent: -0.55in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;2.1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Stator&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Stator pada motor induksi adalah sama dengan yang dimiliki oleh Motor Sinkron dan Generator Sinkron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Konstruksi stator terbuuat dari laminasi-laminasi dari bahan besi Silikon dengan ketebalan ( 4 s/d 5) mm dengan dibuat alur sebagai tempat meletakkan belitan/Kunmparan. Secara detail ditunjukkan pada gambar 2 berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQnZUsXjeI/AAAAAAAAALE/fGC2P0VqwOg/s1600/gb2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="139" src="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQnZUsXjeI/AAAAAAAAALE/fGC2P0VqwOg/s320/gb2.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Gambar 2. Konstruksi Stator Dengan Alur-alurnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam alur-alur stator diletakkan belitan stator yang posisinya saling berbeda satu dengan lainnya, sesuai dengan fase derajat listrik yaitu 120° antar fase (motor 3 fase).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jumlah gulungan pada stator dibuat sesuai dengan jumlah kutub dan jumlah putaran yang diinginkan atau ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Khusus untuk Stator pada motor-motor listrik dengan ukuran kecil dibentuk dalam potongan utuh. Sedangkan untuk motor-motor dengan ukuran Besar adalah tersusun dari sejumlah besar segmen-segmen laminasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.55in; text-align: justify; text-indent: -0.55in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;2.2. &lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Rotor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Menurut jenis rotor pada motor induksi dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Rotor Sangkar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Rotor yang terdiri dari sejumlah lilitan yang berbentuk ”Batang tembaga” yang dihubungkan singkat pada setiap ujungnya kemudian disatukan (di cor) menjadi satu kesatuan sebagaimana gambar 3a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQoGdK6CcI/AAAAAAAAALM/QdjXNBi-hFA/s1600/gb4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQoGdK6CcI/AAAAAAAAALM/QdjXNBi-hFA/s1600/gb4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Rotor Belitan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Rotor yang terbuat dari laminasi-laminasi besi dengan Alur-alur sebagai tempat meletakkan belitan (kumparan) dengan ujung-ujung belitan yang juga terhubung singkat seperti gambar 3b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQnz_so2gI/AAAAAAAAALI/kFFsWlgyGmI/s1600/gb3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQnz_so2gI/AAAAAAAAALI/kFFsWlgyGmI/s320/gb3.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;2.2.1&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Rotor Sangkar (Squirrel Cage Rotor)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Sejumlah motor induksi yang beredar dipasaran maupun yang banyak digunakan sekitar 90% adalah motor induksi dengan ”Rotor Sangkar”. Alasan umum yang diperoleh adalah karena konstruksi yang sederhana dan juga lebih murah harganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Konstruksi rotor sebagaimana gambar 4 berikut ini, menunjukkan konstruksi batang-batang konduktor dari bahan tembaga atau alumunium yang dihubungkan singkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQpmvftvPI/AAAAAAAAALQ/XkCBr92q9J4/s1600/gb5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQpmvftvPI/AAAAAAAAALQ/XkCBr92q9J4/s1600/gb5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Gambar 4. Konstruksi dan Bagian dari Rotor Sangkar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Sejumlah batang-batang konduktor tersebut dimasukkan ke dalam laminasi-laminasi yang terbuat dari bahan Besi Silikon serta menjadi satu dengan poros rotor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Sebagaimana konstruksi tersebut di atas terutama batang-batang konduktor yang terhubung singkat, maka tidak dimungkinkan untuk menambah ”Tahanan Luar” (yang dipasang secara seri) dengan rotor guna keperluan ”Pengasutan”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Selain itu pula posisi dari batang-batang konduktor/tembaga posisinya dibuat tidak paralel (tidak segaris) dengan poros rotor. Posisi batang konduktor agak dimiringkan sebagaimana terlihat pada gambar 4 di atas. Alasan diletakan posisi miring dari konduktor terhadap poros adalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Memperhalus suara pada saat motor berputar (memperkecil dengungan magnetis/suara bising)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Menghilangkan kecenderungan ”LOCK atau Mengunci” yang disebabkan karena interaksi langsung antara medan magnit stator dan rotor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Pada motor-motor dengan kapasitas kecil, batang-batang konduktor di cor menjadi satu bagian dengan Alumunium Alloy. Selain itu pula contoh lainnya adalah ada juga yang rotornya hanya berupa besi Masip tanpa satupun konduktor. Jenis seperti ini biasanya disebut sebagai ”Motor Arus Eddy”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;2.2.2&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Rotor Belitan (Wound Rotor)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Motor dengan jenis rotor belitan biasanya diperlukan pada saat Pengasutan atau Pengaturan Kecepatan dimana dikehendaki Torsi Asut yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: center; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQqLjewnPI/AAAAAAAAALU/H3MmSkEDOf4/s1600/gb6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQqLjewnPI/AAAAAAAAALU/H3MmSkEDOf4/s320/gb6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Gambar 5. Jenis Rotor Sangkar dan Belitan pada Motor Induksi 3 Fase&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Belitan-belitan yang terpasang pada rotor telah di-isolasi sebagaimana belitan yang terdapat pada Stator. Belitan yang ada pada rotor diletakkan juga pada alur-alur rotor dan pada setiap ujungnya dihubungkan secara langsung pada Cincin (slipring) yang posisinya dibagian depan dari rotor serta menjadi satu dengan poros (gambar 5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Belitan rotor ini di desain sama dengan kutub yang dimiliki belitan statornya dan selalu dalam bentuk belitan 3 fasa sekjalipun statornya hanya 2 fasa. Pengaturan belitan/gulungan/kumparan dilakukan untuk masing-masing fase adalah sama. Sedangkan pada ujung-ujung dari masing kumparan/fase yang keluar dihubungkan ke 3 buah cincin (slip ring) berdasarkan jumlah fasenya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Konstruksi slip ring terhubung secara langsung dengan masing-masing sikat. Dengan demikian, maka pada jenis ini dapat dihungkan secara langsung ke ”Tahanan luar” guna keperluan Pengasutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Pada gambar 6 dan 7 di bawah ini menunjukkan detail dari konstruksi motor Induksi dengan Rotor Sangkar dan Rotor Belitan termasuk bagian-bagiannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQr2CJ_A4I/AAAAAAAAALc/k-VxxtRZ83Q/s1600/gb7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQr2CJ_A4I/AAAAAAAAALc/k-VxxtRZ83Q/s320/gb7.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Gambar 6. Konstruksi Detail Motor Induksi dengan ”Rotor Sangkar”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQsTd1HHgI/AAAAAAAAALg/Wc1WpI2DMCc/s1600/gb8.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQsTd1HHgI/AAAAAAAAALg/Wc1WpI2DMCc/s1600/gb8.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt;Gambar 7. Konstruksi Detail Motor Induksi dengan ”Rotor Belitan”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;To be Continued 2.3 (part 2)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Calisto MT&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-4656333027713958593?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4656333027713958593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4656333027713958593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2011/01/motor-induksi-3-fasa_30.html' title='Motor Induksi 3 Fasa ( Part 1 )'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TUQmcS6aj9I/AAAAAAAAAK8/rhdyVlO6Bhs/s72-c/gb1a.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-5849854648697815373</id><published>2010-12-31T06:42:00.007+09:00</published><updated>2011-03-06T23:54:46.827+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Mesin Elektrik 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin elektrik 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><title type='text'>Alur Pikir (Peta) Motor Sinkron, Motor Induksi 1&amp;3 Fasa, Alternator AC  Mesin-Mesin Elektrik 2</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-piwnyqI/AAAAAAAAAJU/PkC98bMglyg/s1600/Motor%2BSinkron.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556596029927180962" src="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-piwnyqI/AAAAAAAAAJU/PkC98bMglyg/s320/Motor%2BSinkron.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 118px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-pXt-RpI/AAAAAAAAAJM/ys7n6CWJyx0/s1600/Motor%2BInduksi%2B3%2Bfasa.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556596026963281554" src="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-pXt-RpI/AAAAAAAAAJM/ys7n6CWJyx0/s320/Motor%2BInduksi%2B3%2Bfasa.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 120px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-pJA9rdI/AAAAAAAAAJE/Vwf57qHiZKQ/s1600/Motor%2BInduksi%2B1%2Bfasa.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556596023016402386" src="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-pJA9rdI/AAAAAAAAAJE/Vwf57qHiZKQ/s320/Motor%2BInduksi%2B1%2Bfasa.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 124px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-pOvFwwI/AAAAAAAAAI8/nLMxudN_z7s/s1600/Alternator.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556596024552047362" src="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-pOvFwwI/AAAAAAAAAI8/nLMxudN_z7s/s320/Alternator.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 122px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan Kuliah/Materi Kuliah sangat terkai t dengan  bagaimana seseorang  dapat memahami dengan cepat inti dari bahan Bacaan atau Literatur yang  dibaca. Agar effisiensi dalam memahami suatu topik bahasan tertentu,  maka perlu dilakukan PEMETAAN atau ALUR PIKIR dalam memahami secara  global sesuatu materi yg akan dibaca dalam waktu yang singkat guna memahaminya. Contoh lain dapat dilihat &lt;a href="http://amfab.wordpress.com/2008/04/03/mind-mapping-dengan-topik-surat/" style="color: magenta;"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="divLookup" style="-moz-border-radius-bottomleft: 3px; -moz-border-radius-bottomright: 3px; -moz-border-radius-topleft: 3px; -moz-border-radius-topright: 3px; background-color: #ffff77; color: black; left: 690px; padding: 3px; position: absolute; top: 600px; z-index: 999999999;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/gif,GIF89a%12%12%B3%FF%FF%FF%F7%F7%EF%CC%CC%CC%BD%BE%BD%99%99%99ZYZRUR%FE%01%02%21%F9%04%04%14%FF%2C%12%12%04X0%C8I%2B%1D8%EB%3D%E4%60%28%8A%85%17%0AG*%8C%40%19%7CJ%08%C4%B1%92%26z%C76%FE%02%07%C2%89v%F0%7Dz%C3b%C8u%14%82V5%23o%A7%13%19L%BCY-%25%7D%A6l%DF%D0%F5%C7%02%85%5B%D82%90%CBT%87%D8i7%88Y%A8%DB%EFx%8B%DE%12%01%3B" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-5849854648697815373?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5849854648697815373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5849854648697815373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2010/12/mind-map-mesin-mesin-elektrik-2.html' title='Alur Pikir (Peta) Motor Sinkron, Motor Induksi 1&amp;3 Fasa, Alternator AC  Mesin-Mesin Elektrik 2'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/TRz-piwnyqI/AAAAAAAAAJU/PkC98bMglyg/s72-c/Motor%2BSinkron.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-5053536513185391916</id><published>2010-12-30T22:29:00.003+09:00</published><updated>2010-12-30T22:34:37.127+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengumuman'/><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>Mohon Maaf kpd sdr sekalian, mulai Januari tahun 2011 rencana blog ini akan di update utk materi kuliah. Terima kasih atas dukungannya semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Kami akan menyediakan SOFTCOPY  untuk tayangan buku referensi dlm bentuk Digital.&lt;br /&gt;"AMFA"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-5053536513185391916?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5053536513185391916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5053536513185391916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2010/12/pengumuman.html' title='Pengumuman'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-2229969203482695175</id><published>2008-12-10T20:59:00.006+09:00</published><updated>2011-01-06T06:09:38.467+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisi-kisi UAS 08'/><title type='text'>Kisi-Kisi UAS Semester Ganjil 08/09</title><content type='html'>&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Kisi-kisi Materi Kuliah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.esnips.com/doc/2d752b39-3f44-4cb1-8a78-b29b696d969a/KISI-KISI-TANWIR" style="color: black;"&gt;TANWIR&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Kisi-Kisi Mesin Elektrik 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Pemahaman tentang prinsip dan kinerja serta konstruksi mesin elektrik, Persoalan yang terkait dengan mesin shunt baik tegangan yg dihasilkan maupun besaran tahanannya)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Elektronika Daya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ( Pemahaman tentang komponen daya yang umum dipergunakan termasuk pengembangan dari bahan dasar dioda menjadi komponen thyristor, Klasifikasi dari DC Chopper sebagaimana data/materi yg sdh diperoleh).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #999999;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Metode Penelitian/Tata Tulis laporan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ( Pelajari tugas apa yang pernah sdr kerjakan, Pemahaman sdr tentang Alur Pikir suatu penelitian termasuk jika penelitian yg terkait dengan narasi maupun terhadap angka yang digunakan)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-2229969203482695175?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2229969203482695175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2229969203482695175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/12/kisi-kisi-uas-semester-ganjil-0809.html' title='Kisi-Kisi UAS Semester Ganjil 08/09'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-4320776198274233604</id><published>2008-11-30T20:11:00.006+09:00</published><updated>2008-12-10T22:22:49.286+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengumuman'/><title type='text'>Pengumuman</title><content type='html'>Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa/dosen bahwa&lt;br /&gt;1. Minggu tenang terhitung sejak tanggal &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;1 Des s/d 6 Des 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Ujian Akhir semester ( UAS ) akan berlangsung dari tanggal &lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;9 Des s/d 19 Des 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Kisi-kisi akan disampaikankemudian, ikuti terus perkembangannya&lt;br /&gt;Terima kasih atas segala perhatiannya selamat Belajar dan Sukses Selalu ( Admin )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-4320776198274233604?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4320776198274233604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4320776198274233604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/11/pengumuman.html' title='Pengumuman'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-2967815860096119118</id><published>2008-10-10T22:08:00.001+09:00</published><updated>2008-10-10T22:08:38.266+09:00</updated><title type='text'>Mesin Elektrik 1 ( Mesin DC )</title><content type='html'>&lt;p&gt;Proses perubahan energi di lakukan sesuai dengan fungsi dan kaidah dari suatu kondisi dimana proses perubahan dilakukan sebagaimana pada presentase berikut ini&lt;/p&gt; &lt;object id="doc_585981187609999" style="width: 100%; height: 555px" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" height="500" width="100%" align="middle" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" name="doc_585981187609999" extmouseout="extmouseout" extmouseup="extmouseup" shake="shake" getcurrentpage="getcurrentpage" setcurrentpage="setcurrentpage" getpagecount="getpagecount" getzoom="getzoom" setzoom="setzoom" enablerelateddocuments="enablerelateddocuments" disablerelateddocuments="disablerelateddocuments" gethorizontalscroll="gethorizontalscroll" getverticalscroll="getverticalscroll" sethorizontalscroll="sethorizontalscroll" setverticalscroll="setverticalscroll" disablekeywordhighlighting="disablekeywordhighlighting" enablekeywordhighlighting="enablekeywordhighlighting" sethighlightkeywords="sethighlightkeywords" gethighlightkeywords="gethighlightkeywords" getdocumentid="getdocumentid" getaccesskey="getaccesskey" loaddocument="loaddocument" loaddocumentfromurl="loaddocumentfromurl" externalmouseevent="externalmouseevent"&gt;&lt;param name="_cx" value="11351"&gt;&lt;param name="_cy" value="14684"&gt;&lt;param name="FlashVars" value=""&gt;&lt;param name="Movie" value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=6481427&amp;amp;access_key=key-23u4zznbtatxk1xh1xze&amp;amp;page=&amp;amp;version=1&amp;amp;auto_size=true&amp;amp;viewMode="&gt;&lt;param name="Src" value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=6481427&amp;amp;access_key=key-23u4zznbtatxk1xh1xze&amp;amp;page=&amp;amp;version=1&amp;amp;auto_size=true&amp;amp;viewMode="&gt;&lt;param name="WMode" value="Opaque"&gt;&lt;param name="Play" value="0"&gt;&lt;param name="Loop" value="-1"&gt;&lt;param name="Quality" value="High"&gt;&lt;param name="SAlign" value="LT"&gt;&lt;param name="Menu" value="-1"&gt;&lt;param name="Base" value=""&gt;&lt;param name="AllowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;param name="Scale" value="NoScale"&gt;&lt;param name="DeviceFont" value="0"&gt;&lt;param name="EmbedMovie" value="0"&gt;&lt;param name="BGColor" value="FFFFFF"&gt;&lt;param name="SWRemote" value=""&gt;&lt;param name="MovieData" value=""&gt;&lt;param name="SeamlessTabbing" value="1"&gt;&lt;param name="Profile" value="0"&gt;&lt;param name="ProfileAddress" value=""&gt;&lt;param name="ProfilePort" value="0"&gt;&lt;param name="AllowNetworking" value="all"&gt;&lt;param name="AllowFullScreen" value="true"&gt; 		 		 				 				 				 				 		 		    		&lt;embed src="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=6481427&amp;amp;access_key=key-23u4zznbtatxk1xh1xze&amp;amp;page=&amp;amp;version=1&amp;amp;auto_size=true&amp;amp;viewMode=" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_585981187609999_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle" height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt;	&lt;/object&gt;  &lt;div style="font-size: 10px; width: 100%; text-align: center"&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/6481427/Materi-MME-1"&gt;Materi MME 1&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.scribd.com/upload"&gt;Upload a Document to Scribd&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-2967815860096119118?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2967815860096119118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2967815860096119118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/10/mesin-elektrik-1-mesin-dc.html' title='Mesin Elektrik 1 ( Mesin DC )'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-9037019735358214165</id><published>2008-10-10T10:37:00.002+09:00</published><updated>2008-10-10T10:51:59.857+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Networking dan switching'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Telekomunikasi'/><title type='text'>Sistem Komunikasi Data 1</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Era perkembangan teknologi saat ini dipicu oleh keanekaragaman kemajuan di bidang elektronika dan komunikasi yang semakin cepat terutama dikaitkan dengan transformasi data.  Materi kuliah ini sangat terkait dengan ilmu komputer maupun dengan teknologi informasi dan telekomunikasi. Apa artinya sebuah unit komputer yang terdiri CPU, Monitor, keyboard maupun printer jika hanya digunakan untuk kepentingan pada are yang terbatas. Maksudnya hanya yang bersangkutanlah yang bekerja dan mengolah dan mengelola datanya secara individual. hHal ini digambarkan ketika pertama kali komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu    komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang pesat dan semakin dirasakan manfaatnya dalam kehidupan kita. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan, perguruan tinggi, sekolah-sekolah atau bahkan lembaga-lembaga pendidikan atau umum lainnya, tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya kita memiliki radio, camera handphone dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Mayoritas pemakai komputer terdapat di perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor. Suatu     perusahaan yang besar seringkali memiliki kantor-kantor cabang. Apabila suatu perusahaan yang     mempunyai cabang di beberapa tempat adalah tidak efisien apabila setiap kali dilakukan pengolahan datanya harus dikirim ke pusat komputernya. Perlu diperhatikan bahwa berfungsinya suatu komputer untuk mengahasilkan informasi yang benar-benar handal, maka sedapat mungkin data yang dimasukkan benar-benar asli dari tangan pertama pencatat datanya, dan belum mengalami pengolahan dari tangan ke tangan.    &lt;br /&gt;Apabila demikian bagaimana dengan data yang akan dioleh berasal dari cabang-cabang yang     tersebar di beberapa tempat yang jauh letaknya dari pusat komputer. Di sini pentingnya dibangun     suatu sistem komputerisasi, terutama untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan  data. Tetapi kenyataannya, dalam sirkulasi suatu sistem pengolahan data, pengolahan itu sendiri hanya suatu bagian. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Secara garis besar suatu sistem sirkulasi pengolahan data terdiri dari pengumpulan data, pemrosesan, dan distribusi. Dari sirkulasi ini masalah yang banyak dijumpai dari perusahaan-perusahaan justru dalam hal pengumpulan data dan distribusi data dan informasi untuk beberapa lokasi.   &lt;br /&gt;Dewasa ini kemajuan tekonologi komunikasi mempunyai pengaruh pada perkembangan pengolahan data. Data dari satu lokasi dapat dikirim ke lokasi lain dengan alat telekomunikasi (HP untuk GSM atau CDMA, Mesin Fax). Data perlu dikirim dari satu lokasi ke lokasi lain dengan alasan berikut :    &lt;br /&gt;1. Transformasi data sering terjadi pada suatu lokasi yang berbeda dengan lokasi pengolahan datanya atau    &lt;br /&gt;lokasi di mana data tersebut akan digunakan, sehingga data perlu dikirim ke lokasi pengolahan    &lt;br /&gt;data dan dikirim lagi ke lokasi yang membutuhkan informasi dari data tersebut.    &lt;br /&gt;2. Dari segi ekonomis lebih murah dan effisien jika  pengiriman data melalui jalur dan fasilitas tekomunikasi yang ada. Lebih baik lagi jika data telah diorganisasikan melalui komputer, dibandingkan dengan cara pengiriman biasa.    &lt;br /&gt;3. Pusat yang memiliki beberapa lokasi pengolahan data, data dari suatu lokasi pengolahan yang sibuk dapat membagi tugasnya dengan mengirimkan data ke lokasi pengolahan lain yang memiliki kondisi kurang sibuk atau traffik data rendah.   &lt;br /&gt;4. Peralatan cetak seperti printer untuk grafik atau printer berkecepatan tinggi, cukup berada pada satu lokasi saja, sehingga lebih hemat.    &lt;br /&gt;Untuk data yang menggunakan komputer, pengiriman data menggunakan sistem transmisi    &lt;br /&gt;elektronik, biasanya disebut dengan istilah komunikasi data. Teknik komputer dan teknik komunikasi data berkembang dengan pesat. Akibatnya teknik komunikasi data yang merupakan perpaduan antara kedua teknik tersebut juga berkembang sangat pesat. Akhir-akhir ini perkembangan tersebut terasa juga dampaknya di Indonesia, sehingga keperluan akan tenaga yang terampil dan yang mempunyai pengetahuan komunikasi data juga meningkat.    &lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/amfa08/SO6xySoSEmI/AAAAAAAAAGE/63BF18lLs1o/s1600-h/komunikasi%20data%20gbr%201%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 0px 5px;" alt="komunikasi data gbr 1" src="http://lh5.ggpht.com/amfa08/SO6x0u9MwyI/AAAAAAAAAGI/8jb5J2soMfk/komunikasi%20data%20gbr%201_thumb%5B7%5D.jpg?imgmax=800" width="427" height="107" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;Gbr 1 Proses komunikasi data   &lt;br /&gt;Untuk mengkomunikasikan data dari satu lokasi ke lokasi yang lain, 3 elemen sistem harus tersedia,     yaitu sumber data, media transmisi, dan penerima. Jika salah satu elemen tidak ada, maka     komunikasi tidak akan dapat dilakukan. Gambar 1 dapat memperjelas mengenai ketiga elemen     tersebut.  ( &lt;em&gt;&lt;span style="color:#00ff00;"&gt;tunggu lanjutannya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; )&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-9037019735358214165?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/9037019735358214165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/9037019735358214165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/10/sistem-komunikasi-data-1.html' title='Sistem Komunikasi Data 1'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/amfa08/SO6x0u9MwyI/AAAAAAAAAGI/8jb5J2soMfk/s72-c/komunikasi%20data%20gbr%201_thumb%5B7%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-8598050767230605788</id><published>2008-09-28T06:00:00.038+09:00</published><updated>2008-10-10T09:37:44.967+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Telekomunikasi'/><title type='text'>Satelit GPS Mentransmisikan Data Navigasi (CDMA)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;GPS (&lt;em&gt;Global Positioning System&lt;/em&gt;)&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; merupakan peralatan navigasi elektronik yang menerima informasi dari 4 - 12 satelit sehingga GPS bisa memperhitungkan posisi di mana kita berada di Bumi. Satelit GPS tidak mentransmisikan informasi posisi kita, yang ditransmisikan satelit adalah posisi satelit dan jarak penerima GPS kita dari satelit. Informasi ini diolah alat penerima GPS kita dan hasilnya ditampilkan kepada kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;GPS sebenarnya adalah proyek Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang memberinya nama resmi NAVSTAR (&lt;i&gt;NAVigation Satellite Timing And Ranging&lt;/i&gt;). Bagian utama dari sistem GPS adalah 24 satelit yang mengorbit Bumi di ketinggian 20.200 kilometer. Orbit satelit dirancang sehingga setiap titik di Bumi dapat melihat paling sedikit empat satelit pada setiap saat. Tiap satelit mengitari bumi kira-kira sekali dalam 12 jam dengan kecepatan sekitar 11.000 kilometer per jam. Satelit GPS mempunyai panel-panel pengumpul tenaga Matahari untuk membangkitkan energi listrik yang diperlukannya. Selain itu juga ada baterai yang menyimpan tenaga listrik dan mempergunakannya saat satelit tidak memperoleh sinar Matahari.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Fungsi GPS&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Menghitung jarak dan arah dari lokasi tempat kita berada.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Satu unit GPS dapat menyimpan dalam memory lokasi di mana kita berada saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Setiap lokasi dapat diberi nama atau nomor dan tanggal dan waktu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Mengingat lokasi yang pernah kita simpan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Mengarahkan kita dari satu lokasi ke lokasi lain dengan simbol berupa grafik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Menyimpan rute perjalanan kita dan mengantar kita kembali dengan rute yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Berfungsi sebagai kompas yang dapat menuntun kita ke arah yang tepat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Dapat digunakan sebagai penunjuk arah di kapal, mobil dengan menggunakan daya sebesar 12 volt.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;9. Beberapa GPS dapat menunjukkan peta jalan-jalan utama, sungai-sungai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;10. Beberapa GPS juga dapat menampilkan kekuatan baterai, posisi satelit, kekuatan sinyal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Sistem Kerja GPS&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Satelit GPS pertama diluncurkan tahun 1978 dan konstelasi 24 satelit berhasil dilengkapi tahun 1994. Setelah itu satelit-satelit baru rutin diluncurkan untuk meng-upgrade satelit lama atau mengganti satelit yang rusak/tidak berfungsi lagi. Tiap satelit mentransmisikan data navigasi dalam sinyal CDMA (&lt;i&gt;Code Division Multiple Access&lt;/i&gt;)-sama seperti jenis sinyal untuk telepon seluler CDMA. Sinyal CDMA menggunakan kode pada transmisinya sehingga penerima GPS tetap bisa mengenali sinyal navigasi GPS walaupun ada gangguan pada frekuensi yang sama. Frekuensi yang digunakan adalah L1 (1575,42 MHz) dan L2 (1227,6 MHz). Kode CDMA disebut &amp;quot;&lt;i&gt;pseudorandom&lt;/i&gt;&amp;quot; karena seakan-akan (&amp;quot;pseudo&amp;quot;) tidak beraturan (&amp;quot;random&amp;quot;), padahal tidaklah demikian. Kode CDMA tiap satelit dipilih dengan saksama agar tidak mengganggu transmisi satelit lainnya. Jenis kode CDMA ini ada dua, yaitu C/A dan P(Y). Kedua kode ini ditransmisikan pada frekuensi L1, sementara di L2 hanya ada kode P(Y).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;C/A (&lt;i&gt;Coarse/Acquisition&lt;/i&gt;) penggunaannya terbuka untuk siapa saja. &amp;quot;&lt;i&gt;Coarse&lt;/i&gt;&amp;quot; karena resolusi datanya lebih kasar/tidak sepresisi kode P(Y). Ini disebabkan modulasi kode yang lebih lambat, yaitu 1,023 MHz dibandingkan dengan P(Y) yang 10,23 MHz (bandingkan dengan cdma2000 yang 1,2288 MHz dan WCDMA (generasi penerus GSM) yang 3,84 MHz). Kata &amp;quot;&lt;i&gt;Acquisition&lt;/i&gt;&amp;quot; adalah untuk akuisisi karena kode C/A yang sederhana lebih mudah dikenali dibandingkan dengan kode P(Y) sehingga untuk menangkap sinyal kode P(Y) lebih mudah setelah berhasil mengakuisisi satelit GPS dari sinyal C/A-nya. P(Y) berarti kode &lt;i&gt;precision&lt;/i&gt; (presisi) yang dienkripsi dengan kode sandi Y. Modulasi kode yang sepuluh kali lebih cepat dibandingkan dengan kode C/A menyebabkan secara teoritis mampu memberikan presisi 10 kali lebih baik juga. Enkripsi digunakan agar data navigasinya tidak bisa digunakan orang tanpa seizin Departemen Pertahanan AS. Dengan mensinkronisasikan kode ini, alat penerima GPS dapat menghitung berapa waktu antara sinyal dikirim dari satelit dan diterima oleh alat penerima GPS. Data lain yang diperlukan juga ditumpangkan pada sinyal kode GPS, antara lain: koreksi posisi satelit, koreksi waktu satelit, dan informasi mengenai atmosfer yang dilalui sinyal dari satelit ke alat penerima.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Satelit-satelit ini dikontrol dari 5 stasiun Bumi, 4 stasiun Bumi yang bekerja otomatis dan satu stasiun Bumi pengontrol utama. Empat stasiun Bumi otomatis hanya berfungsi menerima data dari satelit GPS dan meneruskan informasi itu ke stasiun pengontrol utama. Stasiun pengontrol utama memberikan koreksi data navigasi ke satelit-satelit GPS.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagian akhir dari sistem GPS ini adalah alat penerima GPS yang akhirnya menghitung semua data, melakukan korelasi, dan menampilkan data posisi di layar display atau-kalau penerima GPS ini hanya aksesori tambahan di PDA (&lt;i&gt;personal digital assistant&lt;/i&gt;) di layar PDA.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Informasi yang ditransmisikan dari satelit ke penerima GPS terdiri dari dua jenis. Yang pertama disebut &amp;quot;almanak&amp;quot;, yaitu posisi dari semua satelit GPS. Jenis informasi kedua disebut &amp;quot;efemeris&amp;quot;, yaitu koreksi data almanak. &amp;#8217;Almanak&amp;#8217; di-update kira-kira seminggu sekali, data &amp;#8217;eferemis&amp;#8217; biasanya di-update tiap setengah jam. Alat penerima GPS yang dinyalakan kembali setelah seharian dimatikan masih bisa menggunakan data almanak sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk mengetahui posisi alat penerima, juga diperlukan informasi seberapa jauh alat penerima GPS dari satelit. Informasi ini didapat dari mensinkronisasikan timer di penerima dengan sinyal kode CDMA yang dikirim satelit GPS. Beda sinkronisasi dan fase sinyal digunakan untuk menghitung &amp;quot;&lt;i&gt;pseudorange&lt;/i&gt;&amp;quot; (perhitungan jarak ke satelit GPS tanpa memperhitungkan perlambatan sinyal di atmosfer). Kecepatan sinyal di ruang hampa sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 3 x 10-8 meter per detik. Sementara kode C/A yang 1,023 MHz artinya mengirimkan 1.023.000 pulsa setiap detiknya, atau setiap pulsa bila disinkronisasikan bisa memberikan jarak sampai akurasi 300 meter.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita juga bisa menghitung fase sinyal, sinyal itu sedang di posisi mana dari pulsa, sampai akurasi 1 persen. Jadi, akurasi terbaik yang bisa didapat dengan kode C/A kira-kira 3 meter. Untuk kode P(Y) yang mengirim pulsa 10 kali lebih banyak per detiknya, akurasinya bisa sampai 0,3 meter. Ini adalah angka teoretis, pada kenyataannya akurasi GPS kira-kira 9 meter untuk kode C/A.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bayangkan ada satu bola dengan jari-jari sepanjang jarak satelit penerima GPS yang pusatnya di posisi satelit di ruang angkasa. Jika ada empat bola seperti itu, perpotongan permukaan bolanya adalah satu titik tempat lokasi alat penerima GPS.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-8598050767230605788?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/8598050767230605788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/8598050767230605788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/09/satelit-gps-mentransmisikan-data.html' title='Satelit GPS Mentransmisikan Data Navigasi (CDMA)'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-1078974773483377348</id><published>2008-09-26T05:09:00.008+09:00</published><updated>2008-09-26T21:34:01.287+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiska'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata kuliah dasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisika moder'/><title type='text'>Gerak Lurus Sepanjang Lintasan ( FISIKA)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Materi kuliah yang merupakan bahan kuliah fisika lainnya adalah tentang Gerak lurus. Gerak Lurus  adalah gerak titik P sepanjang lintasan lurus, di sini lintasan diambil sepanjang sumbu x.&lt;br /&gt;(a) Posisi titik P pada setiap waktu t dinyatakan sebagai jarak x dari suatu titik asal yang tetap 0 pada sumbu x. Jarak x ini positif atau negatif sesuai ketentuan tanda yang berlaku.&lt;br /&gt;(b) Kecepatan Rata-rata Vr dari titik P dalam selang waktu t dan t + ∆t selama&lt;br /&gt;perpindahan posisi dari x ke x + ∆x (lihat persamaannya)&lt;br /&gt;(c) Kecepatan sesaat Vdari titik P adalah limit kecepatan Rata-rata untuk pertambahan&lt;br /&gt;waktu mendekati nol.&lt;br /&gt;(d) Percepatan Rata-rata ar dari titik P dalarn selang waktu tdan t + /), t selarna&lt;br /&gt;perubahan kecepatan dari V menjadi V + V.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.esnips.com/doc/4fa66f67-1870-481b-acf8-1d025287e961/Bab_3-GERAK-LURUS"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;(download)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-1078974773483377348?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/1078974773483377348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/1078974773483377348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/09/gerak-lurus-fiska.html' title='Gerak Lurus Sepanjang Lintasan ( FISIKA)'/><author><name>Tanwir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00698451580091449621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-971950922256510554</id><published>2008-09-26T05:04:00.003+09:00</published><updated>2008-09-26T06:40:52.007+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi kuliah'/><title type='text'>VEKTOR ( Fisika 1 )</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VEKTOR &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Materi fisika lanjutan adalah tentang vektor. Vector Skalar adalah besaran yang tidak mempunyai arah misalnya, waktu, volume, energi, massa, densitas, kerja. Penambahan skalar dilakukan dengan metode aljabar misalnya, 2 detik + 7 detik =9 detik; 14 kg + 5 kg =19 kg.&lt;br /&gt;Vektor adalah besaran yang mempunyai arah, misalnya gaya, perpindahan,kecepatan, impulse.&lt;br /&gt;Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah dengan besar dan arah tertentu. Titik A menyatakan titik tangkap, kepala panah B menyatakan arah, panjang 4 satuan menyatakan besar sena garis yang melalui AB menyatakan garis kerja vektor.&lt;a href="http://www.esnips.com/doc/a93eaf82-46ff-4231-bf93-e1ad7650d2c9/Bab_2-VEKTOR"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-style: italic;"&gt;(download)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-971950922256510554?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/971950922256510554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/971950922256510554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/09/vektor-fisika-1.html' title='VEKTOR ( Fisika 1 )'/><author><name>Tanwir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00698451580091449621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-6893140118375848556</id><published>2008-09-26T04:53:00.006+09:00</published><updated>2008-09-26T21:24:54.367+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi kuliah'/><title type='text'>FISIKA DASAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Materi kuliah tentang Fisika berasal dari kata Yunani yang berarti "alam". Karena itu "Fisika" adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda di alam, gejala-gejala, kejadiankejadian alam serta interaksi dari benda-benda di alam tersebut. Gejala-gejala ini pada mulanya adalah apa yang dialami oleh indera kita, misalnya penglihatan,menemukan optika atau cahaya,pendengaran menemukan pelajaran tentang bunyi,panas juga dapat dirasakan (perasaan). Demikianlah fisika didefinisikan sebagai&lt;br /&gt;proses benda-benda alam yang tak dapat berubah artinya benda mati. (Biologi mempelajari benda-benda hidup). Maka disimpulkan bahwa "fisika" adalah ilmu pengetahuan yang tujuannya mempelajari bagian-bagian dari alam dan interaksi antara&lt;br /&gt;bagian tersebut. Sebagaimana diketahui, benda-benda di alam terbagi atas 2 bagian:&lt;br /&gt;alam makro yaitu benda-benda yang ukurannya besar dapat dilihat dengan alat-alat&lt;br /&gt;yang ada saat ini; alam yang besar ini tennasuk benda-benda yang sangat besar dengan jarak antara 2 benda juga besar sekali, misalnya bulan, matahari, bumi dan lain-lain. Alam mikro adalah benda-benda kecil sekali dengan jarak antara benda&lt;br /&gt;tersebut sangat kecil, benda-benda mikro ini tak dapat dilihat dengan alat-alat biasa.&lt;br /&gt;Menurut sejarah, fisika adalah bidang ilmu yang tertua, karena dimulai dari pengamatan gerakan benda-benda langit, bagaimana lintasannya, periodenya, usianya dan lain-lain. Ilmu yang mempelajari gerak benda ini disebut mekanika. Bidang ilmu ini dimulai kira-kira berabad abad yang lalu. Mekanika berkembang pada zamannya Galileo dan Newton. Galileo merumuskan hukumhukum benda-benda jatuh, Newton mempelajari gerak benda pada umumnya, termasuk planet-planet pada sistem tatasurya. Hukum Newton adalah dasar dari mekanika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Bidang Fisika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Materi fisika terdiri dari Fisika klasik Mekanika, Listrik Magnit, Panas, Bunyi, Optika dan Gelombang adalah perbatasan antara fisika klasik dan modern.&lt;br /&gt;Fisika Modern: adalah perkembangan fisika mulai abad 20 yaitu penemuan teor i&lt;br /&gt;relativitas dari Einstein.Fisika klasik bersumber pada gejala-gejala perasaan. Ilmu Fisika sudah jelas mendukung teknologi, termasuk engineering, kimia, biologi, kedokteran dan lain-lain. Ilmu Fisika dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai, misalnya :&lt;br /&gt;1. Mengapa bumi dapat mengelilingi matahari ?&lt;br /&gt;2. Bagaimana udara dapat menahan pesawat terbang yang berat itu ?&lt;br /&gt;3. Kenapa langit berwarna biru ?&lt;br /&gt;4. Bagaimana suara dapat dipancarkan ke tempat jauh melalui radio dan telepon ?&lt;br /&gt;5. Bagaimana TV dapat menjangkau tempat-tempat yang jauh ?&lt;br /&gt;6. Bagaimana sifat-sifat listrik sangat diperlukan dalam operasi-operasi sistem&lt;br /&gt;komunikasi dan industri ?&lt;br /&gt;7. Bagaimana peluru antar benua dapat diarahkan kesasaran yang jauh sekali&lt;br /&gt;letaknya?&lt;br /&gt;8. Dan akhirnya bagaimana pesawat dapat mendarat di bulan ? Sebagaimana&lt;br /&gt;diketahui kita sekarang berada dalam zaman energi atom dan inti, memasuki&lt;br /&gt;abad ruang angkasa, di mana Fisika dan para fisikawan ikut ambil bagian.&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.esnips.com/doc/328bcc7b-465d-4107-a6a5-917909d9d5b1/Bab_1-Fisika-Dasar"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-style: italic;"&gt;(download)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-6893140118375848556?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/6893140118375848556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/6893140118375848556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/09/fisika-1.html' title='FISIKA DASAR'/><author><name>Tanwir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00698451580091449621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-6311094163604385692</id><published>2008-09-15T01:54:00.013+09:00</published><updated>2008-09-26T06:47:20.877+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elektronika daya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elektronika Industri'/><title type='text'>Elektronika Daya</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Materi kuliah Elektronika Daya atau elektronika Industri terutama pada sistem tenaga listrik terdapat penggunaan komponen elektronika yang umumnya dipakai dalam rangkaian pengaturan motor-motor listrik. Komponen-komponen elektronika yang dipergunakan pada sistem tenaga listrik pada prinsipnya harus mampu menghasilkan daya yang besar atau mampu menahan disipasi daya yang besar.&lt;br /&gt;Elektronika daya meliputi switching, pengontrolan dan pengubah ( konversi ) blok-blok yang besar dari daya listrik dengan menggunakan sarana peralatan semikonduktor. Dengan demikian elektronika daya secara garis besar terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu :&lt;br /&gt;1.    Rangkaian Daya&lt;br /&gt;2.    Rangkaian kontrol&lt;br /&gt;Pada gambar berikut menunjukkan hubungan antara kedua rangkaian diatas yang terintegrasi menjadi satu ( &lt;a style="color: rgb(255, 102, 102); font-style: italic;" href="http://www.esnips.com/doc/24c93564-9ed8-4952-8641-76f9ad9b5a48/Elektronika-Daya-"&gt;silahkan download&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.esnips.com/doc/37629fd4-3313-44e5-9424-8ba52f88f94f/Elektronika-Daya-S1-Original"&gt; &lt;/a&gt;) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-6311094163604385692?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/6311094163604385692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/6311094163604385692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/09/elektronika-daya.html' title='Elektronika Daya'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-2832429112486836380</id><published>2008-09-08T20:09:00.009+09:00</published><updated>2008-09-13T07:45:23.736+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trafo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Generator'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Elektrik 1'/><title type='text'>Proses Terjadinya Perubahan  Energi Listrik ke Bentuk Energi Lainnya</title><content type='html'>Pendahuluan dari materi Kuliah elektro Mesin Elektrik 1 terutama dalam sistem tenaga listrik diperlihatkan bagaimana terjadinya perubahan energi baik energi listrik menjadi energi listrik atau energi mekanis menjadi energi listrik maupun sebaliknya dari energi listrik menjadi enrgi mekanis merupakan faktor penentu dalam melakukan perubahan energi dari bentuk yang satu menjadi energi dalam bentuk yang lainnya. Secara singkat sistem perubahan dimaksud di atas, sangatlah bergantung pada peralatan atau piranti yang dipergunakan.&lt;br /&gt;Adapun piranti sebagai media perubahan energi terdiri dari 3 (tiga) jenis mesin elektrik/listrik, yaitu:&lt;br /&gt;1. Generator, yang merupakan peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik.&lt;br /&gt;   Generator terdiri dari 2 jenis yaitu Generator Arus Searah ( DC ) dan Generator Arus Bolak-Balik ( AC ).&lt;br /&gt;2. Motor, yang merupakan peralatan listrik yang dapat dipergunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Motor juga terdiri dari Motor Arus Searah ( DC ) dan Motor Arus Bolak-Balik (AC).&lt;br /&gt;3. Transformator (Trafo) merupakan peralatan listrik yang dipergunakan untuk merubah energi listrik yang masuk menjadi energi listrik lainnya atau berupa tegangan output. Adapun tegangan yang dihasilkan dapat dinaikkan maupun diturunkan sesuai dengan trafo&lt;br /&gt;   yang dipergunakan.&lt;br /&gt;   Sebagaimana fungsi tersebut di atas, maka Trafo dibagi dalam 4 jenis berdasarkan fungsinya, yaitu:&lt;br /&gt;   a. Trafo Penaik tegangan atau biasanya disebut trafo Step-Up atau yang lebih dikenal sebagai Trafo Daya&lt;br /&gt;   b. Trafo Penurun Tegangan (trafo Step-Down) atau yang biasanya dikenal sebagai Trafo Distribusi.&lt;br /&gt;   c. Trafo yang dipergunakan pada alat ukur (instrumen)&lt;br /&gt;   d. Trafo yang banyak digunakan pada peralatan atau rangkaian elektronik. Trafo ini difungsikan untuk melakukan&lt;br /&gt;      pemblokiran terhadap rangkaian yang satu terhadap lainnya.&lt;br /&gt; Secara keseluruhan ke 3 peralatan tersebut di atas dapat disebut sebagai Mesin listrik atau Mesin Elektrik. Jika ditinjau untuk &lt;br /&gt;generator dapat dikategorikan sebagai Generator Arus Searah dan Generator Arus Bolak-Balik.Demikian juga dengan Motor sebagai&lt;br /&gt;mesin listrik yang terdiri dari Mesin Arus Searah dan Mesin arus bolak-balik termasuk Trafo.&lt;br /&gt;Untuk mesin Arus Searah dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu&lt;br /&gt;a. Mesin Arus searah dengan penguatan bebas&lt;br /&gt;b. Mesin Arus searah dengan penguatan sendiri. Mesin arus searah jenis ini terdiri dari Mesin Shunt, Mesin Seri dan Mesin Kompon.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk mesin arus bolak-balik dapat dibedakan dalan 2 jenis, yaitu &lt;br /&gt;a. Mesin Asinkron atau yang biasanya juga disebut Mesin Tak Serempak atau Mesin Induksi.&lt;br /&gt;b. Mesin Sinkron atau Mesin Serempak&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-2832429112486836380?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2832429112486836380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2832429112486836380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/09/peralatan-pengubah-energi-listrik.html' title='Proses Terjadinya Perubahan  Energi Listrik ke Bentuk Energi Lainnya'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-7871718367613508913</id><published>2008-09-05T05:03:00.022+09:00</published><updated>2008-09-05T15:49:56.053+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Telekomunikasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi kuliah'/><title type='text'>VSAT Sebagai Media  PENGIRIM dan  PENERIMA Sinyal  Satelit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMBBvNgvk1I/AAAAAAAAAEw/jn4kQJhqkas/s1600-h/VSAT.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMBBvNgvk1I/AAAAAAAAAEw/jn4kQJhqkas/s400/VSAT.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242262245595910994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perangkat VSAT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Salah Materi Kuliah Telekomunikasi yang akan dijelaskan adalah tentang &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VSAT&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;Secara umum orang lebih mengenal VSAT  adalah sebuah antena parabola yang dipergunakan untuk menangkap sinyal dari satelit. VSAT sendiri singkatan dari &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Very Small Aperture Terminal&lt;/span&gt; adalah sebuah terminal penerima/pengirim sinyal dari satelit yang berupa antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter.  VSAT memiliki fungsi utama adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit.&lt;br /&gt;Sedangkan Satelit sendiri berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Posisi sebuah VSAT menghadap ke sebuah satelit Geostationer. Sebagai satelit geostasioner berarti menunnjukkan bahwa satelit tersebut selalu pada posisi yang sama sejalan dengan arah dari  perputaran bumi terhadap sumbunya. Dengan demikian maka &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orbit_Geostasioner"&gt;satelit geostasioner&lt;/a&gt; mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi. Dengan kata lain bahwa posisinya selalu mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan VSAT terutama di Indonesia  yaitu pada era tahun 1989 seiring dengan meningkatnya perekonomian yang ditunjukkan dengan begitu banyaknya bermunculan  bank-bank terutama Bank swasta yang sangat membutuhkan sistem komunikasi dan tingkat layanan online kepada para nasabah sebagaimana dikenalnya mesin ATM (Automated Teller Machine). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berdasarkan data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara pertama yang memanfaatkan teknologi VSAT terutama di kawasan Asia Tenggara. Kondisi ini sangat terkait dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari Gunung dan Bukit serta lembahnya yang terbentang luas. Pemanfaatan teknologi VSAT memudahkan komunikasi antar negara yang tidak terhalang oleh luasnya lautan dan timbulnya gangguan alam lainnya. Bila dirinjau dari sisi pembiayaannya, maka  komunikasi akan lebih murah karena komunikasi jauh atau dekat biaya tetap sama. Penggunaan dan pemanfaatan Internet dan &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/ISDN"&gt;ISDN&lt;/a&gt; (Integrated Services Digital Network)&lt;/span&gt; akan lebih optimal dengan biaya yang ekonomis. Keistimewaan VSAT terhadap saluran kabel adalah ongkos lebih murah, pemasangan cepat, bandwidth lebar dengan sistem transmisi paket data, dan tersedia di seluruh wilayah Indonesia. Disamping itu VSAT juga dapat dimanfaatkan sebagai area atau jalur untuk melakukan komunikasi berupa voice sebagai  pengganti line telepon.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Very Small Aperture Terminal (VSAT ) dalam suatu system networking terdiri dari elemen jaringan yang dikategorikan menjadi 2 segment yang mencakup:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1.  Ground Segment yaitu element jaringan VSAT yang berada di bumi dan terdiri                 dari terminal HUB dan terminal VSAT itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2.    Space Segment yaitu element jaringan VSAT yang berada di langit yaitu terdiri dari satelit.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Satelit yang digunakan adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;satelit GEO (Geosynchronous Earth Orbit)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Frekwensi yang dipergunakan dalam sistem komunikasi VSAT  terdiri dari frekwensi pengiriman ( Transmit) dan Frekwensi Penerima (Receive) sebagai pada tabel berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;                                Tabel 1. Frekwensi VSAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;                                   Ku-Band                  C-Band                Extended C-Band&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Frekuensi Transmit    14,0 - 14,5 GHz      5,925 - 6,425 GHz      6,725 - 7,025 GHz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Frekuensi Receive    10,7 - 12,75 GHz     3,625 - 4,2 GHZ         4,5 – 4,8 GHz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VSAT dan System Infacenya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar berikut ditunjukkan bagaimana performance dari perangkat VSAT secara individual maupun yang terintegrasi dalam suatu sistem&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMBBvOMuPZI/AAAAAAAAAE4/guKvvZ9icjQ/s1600-h/VSAT-01.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMBBvOMuPZI/AAAAAAAAAE4/guKvvZ9icjQ/s400/VSAT-01.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242262245780372882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMBBvWxBMKI/AAAAAAAAAFA/9K1i_k7P79U/s1600-h/vsat+interaktif+terminal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMBBvWxBMKI/AAAAAAAAAFA/9K1i_k7P79U/s400/vsat+interaktif+terminal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242262248080093346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Terminal VSAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah terminal VSAT terdiri dari InDoor Unit (IDU) dan OurDoor Unit (ODU). OutDoor Unit ialah perangkat antenna (reflector) VSAT itu sendiri, yang diameternya berkisar antara 1,8m - 3,5 m untuk C-band dan 1, m - 1,8 m untuk Ku-band.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;InDoor Unit ialah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan antenna VSAT dengan terminal pelanggan lainnya. Secara umum, terminal VSAT berfungsi sebagai penerima dan pengirim sinyal dari/ke satelit, serta dapat meneruskan sinyal informasi ke perangkat lain yang terhubung dengannya bila diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;HUB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebuah HUB juga terdiri dari OutDoor Unit dan InDoor Unit. Out Door Unit sebuah HUB sama dengan VSAT, yaitu berupa antenna, bedanya, antenna HUB ukurannya lebih besar dari antenna VSAT.Fungsi dari OutDoor Unit ini ialah sebagai penerima dan pengirim sinyal dari/ke satelit. Ukuran diameternya berkisar antara 2-5 m untuk HUB kecil, 5-8 m untuk HUB menengah, dan 8-10 m untuk HUB ukuran besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;InDoor Unit dari sebuah HUB memiliki fungsi yang relative berbeda dengan InDoor Unit VSAT. Dalam InDoor Unit HUB bukan hanya terdiri dari element yang fungsinya untuk mengolah dan meneruskan sinyal, tapi terdapat element yang berfungsi sebagai Network Management System (NMS) yang berupa sebuah unit computer yang terhubung secara virtual dengan semua terminal VSAT yang dilayani oleh HUB tersebut. NMS ini berfungsi sebagai interface untuk melakukan fungsi-fungsi operasional dan administrative dalam sebuah system jaringan VSAT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi operasional yang dilakukan sebagai Networ Management System meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;•Melakukan konfigurasi jaringan VSAT, dengan menambah atau menghapus terminal VSAT , frekuensi carrier, dan network interface.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;•Melakukan fungsi controlling serta monitoring terhadap status dan performance setiap terminal VSAT, perangkat HUB-nya sendiri, dan juga semuah data port yang terhubung dengan jaringan VSAT tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi administratif yang pada Network Management System meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;•Melakukan fungsi pencatatan penggunaan jaringan, billing, dan security jaringan VSAT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;•Melakukan fungsi inventory jaringan, seperti mencatat semua equipment yang terhubung dengan jaringan serta configurasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;" id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satelit &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam jaringan VSAT, satelit melakukan fungsi relay, yaitu menerima sinyal dari groud segment, memperkuatnya, dan mengirimkannya lagi ke ground segment yang lain. Satelit yang digunakan dalam system jaringan VSAT ialah satelit GEO (Geosynchronous Earth Orbit), yaitu satelit yang mengorbit pada ketinggian 35.786 km ~ 36.000 km di atas permukaan bumi. Geosynchonous artinya satelit itu mengorbit sesuai dengan rotasi bumi, sehingga kalau dilihat dari suatu titik di bumi, satelit itu akan terlihat diam. Penggunaan satelit GEO ini menguntungkan karena terminal VSAT dapat dibuat tetap menghadap ke satelit dan tidak perlu diubah-ubah arahnya karena posisi satelitnya akan tetap terhadap terminal VSAT di bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Performance VSAT terhadap Jaringan Terestrial &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kompetitor paling potensial bagi sistem komunikasi satelit adalah jaringan terestrial. Jaringan terestrial terutama unggul dalam hal respon time-nya yang lebih cepat dibanding sistem satelit. Makin murahnya teknologi serat optik membuat teknologi ini semakin banyak diminati. Saluran kawat tembaga juga kembali dilirik untuk menyalurkan informasi berukuran besar dengan dikembangkannya teknologi DSL (Digital Subscriber Line), meski untuk itu harus ada investasi lagi untuk peralatan penunjang DSL-nya. Namun tetap saja jaringan terestrial menghadapi hambatan klasiknya yaitu memerlukan perencanaan jaringan yang rumit, ijin-ijin pembangunan infrastruktur yang berbelit-belit, dan jangkauannya yang lebih terbatas. Begitu juga dengan waktu perencanaan dan pemasangan perangkat terminalnya yang relatif lebih lama dibanding pemasangan VSAT. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penggunaan sistem telekomunikasi ekstraterestrial umumnya didorong oleh belum memadainya jalur dan sistem telekomunikasi terestrial untuk keperluan komunikasi data di Indonesia. Sistem ini tidak saja untuk antar kota atau kabupaten, akan tetapi komunikasi terestrial yang tersedia di dalam kota juga sangat terasa kekurangannya untuk hubungan antar komputer. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pemanfaatana VSAT juga memiliki keunggulan sistem komunikasi secara terestrial dalam hal mutu dan kualitas salurannya. Pada beberapa lokasi dan daerah di Indonesia  sangat tergantung pada jaringan kabel tanah yang seringkali terganggu akibat kondisi alam dan cuaca yang sangat mempengaruhi terhadap kehandalan karena mutu instalasinya maupun desain terhadap ketahanan yang kurang memadai. Juka dibandingkan dengan sistem Kabel, maka penggunaan VSAT dalam pemasangannya relatif sangat cepat karena tidak perlu menunggu instalasi kabel tanah. Waktu yang diperlukan untuk pemasangan di daerah seperti di Papua maupun dipelosok timur Indonesia tidak banyak berbeda dengan instalasi yang dilakukan di kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Medan dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-7871718367613508913?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7871718367613508913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7871718367613508913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/09/vsat-sebagai-media-pengirim-dan_05.html' title='VSAT Sebagai Media  PENGIRIM dan  PENERIMA Sinyal  Satelit'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMBBvNgvk1I/AAAAAAAAAEw/jn4kQJhqkas/s72-c/VSAT.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-2089733358515708131</id><published>2008-06-13T22:53:00.005+09:00</published><updated>2008-06-14T09:10:48.976+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisi-kisi UAS 08'/><title type='text'>KISI-KISI UAS GENAP 07-08</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;NETWORKING &amp;amp; SWITCHING&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Sebagai acuan atau kisi-kisinya adalah pemahaman terhadap peralatan system jaringan atau metode switching hingga yang berhubungan dengan packet switching dan prosesnya pengiriman dan penerimaannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;ELEKTRONIKA DAYA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Perlu pemahaman terhadap karateristik yang terkait dengan komponen daya secara umum serta pengatur/perubah tegangan baik converter, inverter maupun DC CHOPPER&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;MESIN ELEKTRIK 2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Silahkan pelajari prinsip tentang motor induksi termasuk karateristiknya, system pengasutan yang dilakukan serta Pelajari pula soal-soal yang berhubungan dengan kecepatan putar, slip serta pengasutan yang terjadi.Tugas-tugas yang pernah diberikan ditinjau dan dipelajari secara seksama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;FISIKA 2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Sebagai referensi sdr adalah silahkan dipelajari Rangkaian Seri, Rangkaian Paralel, Hukum Kirchoff, untuk rangkaian seri yang berhubungan dgn arus yang sama atau tidak serta Hukum Coulomb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(227, 108, 10); text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Catatan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas Fisika Dasar :&lt;em&gt; "Silahkan rangkumkan Materi Perkuliahan Fisika dalam bentuk POWER POINT Atau dalam bentuk Presentasi lainnya (yang inovasi)"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;( Tugas ini dikumpulkan paling lambat 3 hari sesudah UAS dalam bentuk CD)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kisi-kisi untuk materi ini yang perlu dipelajari tentang GSM, CDMA, GPRS dan analisa terhadap banyaknya panggilan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;DASAR TELEKOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Perlu sdr pelajari tentang perkembangan telekomunikasi saat ini, spectrum, amplitude, carrier dan daya pancar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dalam materi ini perlu diperhatikan terhadap perkembangan teknologi komunikasi, Pendapat tentang telekomunikasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;PERALATAN TEGANGAN TINGGI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Silahkan sdr pelajari materi yang telah di download (Power line Carrier), Peralatan yang ada di gardu induk serta fungsinya Termasuk kompensator &amp;amp; kapasitor.  Untuk pelajari juga contoh soal tentang gelombang berjalan akibat surja petir,Peralatan proteksi terutama di Gardu Induk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;GEJALA MEDAN TINGGI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Perlu sdr pelajari korona, radio interference, pengaruh medan tinggi thdp mahluk hidup sekitar jaringan tegangan tinggi.Untuk soal silahkan dipelajari yang terkait dengan pengujian isolator dlm kondisi basah/kering serta persoalan yang Ada hubungannya dengan korona.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Sebagai bahan persiapan sdr silahkan dipelajari tentang PLTU dan PLTA termasuk soal yang perhitungannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(227, 108, 10); text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Catatan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas Individu :&lt;em&gt; "Silahkan dikumpulkan setelah berakhirnya UJIAN Pembagkit Energi Listrik ini "&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 112, 192);font-family:Tahoma;" &gt;METODE NUMERIK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kisi-kisi materi ini terkait dengan penyelesaian persamaan Metode Toleransi, Biseksi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Regulafalsi, Newton Raphson dan metode invers serta Determinan Matriks. Untuk soal diperkirakan ada 5 bentuk soal dan silahkan sdr nanti memilih 3 soal yang menurut sdr mudah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(227, 108, 10); text-decoration: underline;"&gt;&lt;em&gt;Catatan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas Kelompok :&lt;em&gt; "Silahkan dikumpulkan setelah berakhirnya UJIAN Metode Numerik ini "&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(149, 179, 215);font-family:Tahoma;" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Demikian yang dapat kami sampaikan semoga memberikan dan meningkatkan semangat sdr dalam belajar&lt;/span&gt;. &lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sebagai acuan sdr Silahkan download Jadwal UAS Semester Genap 2007/2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" href="http://www.esnips.com/doc/0fe4100c-e916-48ea-b283-dc179e590179/Jadwal-Ujian-SMT-Genap-07-08.pdf"&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SFMJSHR3xAI/AAAAAAAAADc/HTsU4WarJhk/s320/file+PDF.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211519400594097154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-2089733358515708131?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2089733358515708131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2089733358515708131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/06/kisi-kisi-uas-genap-07-08.html' title='KISI-KISI UAS GENAP 07-08'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SFMJSHR3xAI/AAAAAAAAADc/HTsU4WarJhk/s72-c/file+PDF.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-7612935731020321424</id><published>2008-05-09T04:12:00.009+09:00</published><updated>2008-06-21T07:19:44.771+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLC'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><title type='text'>PLC (Bahan materi kuliah lanjutan)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ARVuyOTmduc/SCNRbFj2O8I/AAAAAAAAAAQ/ynkz84GrPqg/s1600-h/PDF+PLC.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ARVuyOTmduc/SCNRbFj2O8I/AAAAAAAAAAQ/ynkz84GrPqg/s320/PDF+PLC.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198087920706534338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan materi kuliah teknik elektro USTJ terutama mengenai PLC (Programming Logic Control) mencakup beberapa hal, antara lain :&lt;br /&gt;1.&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 51, 204);" href="http://www.esnips.com/doc/1b719a04-3333-42d4-bcae-4edc76ac0373/PERINTAH-DASAR"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perintah Dasar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; &lt;/span&gt;dari sebuah program yg tersedia dalam perintah PLC.&lt;br /&gt;2. Hal-hal tentang dasar atau &lt;a style="color: rgb(204, 51, 204);" href="http://www.esnips.com/doc/31b1a771-df48-4796-b549-e89cb19695eb/PLC-II"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengantar PLC-II&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;3. Perangkat PLC dengan &lt;a href="http://www.esnips.com/doc/a952fd88-4bad-4e36-900e-0eb216c3f152/plc_hardware"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Hardwarenya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Tayangan salah satu contoh &lt;a href="http://www.esnips.com/doc/92524769-3791-4dc4-8aa7-c522dc722460/programming-manual-S7200"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;programming Manual S7200&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.esnips.com/doc/1b719a04-3333-42d4-bcae-4edc76ac0373/PERINTAH-DASAR"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kami mohon maaf karena materi kuliah PLC beberapa waktu yg lalu  agak terlambat untuk di posting karena ada gangguan pada system penyimpaan data&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-7612935731020321424?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7612935731020321424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7612935731020321424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/05/bahan-materi-kuliah-teknik-elektro-ustj.html' title='PLC (Bahan materi kuliah lanjutan)'/><author><name>Usman Tahir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09029442376169860248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ARVuyOTmduc/SCNRbFj2O8I/AAAAAAAAAAQ/ynkz84GrPqg/s72-c/PDF+PLC.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-2570509214867314287</id><published>2008-05-06T04:30:00.007+09:00</published><updated>2008-06-22T02:40:58.169+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesin elektrik 2'/><title type='text'>Pengasutan Motor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.drivehq.com/file/ShowFile.aspx?catID=0&amp;amp;subCatID=0&amp;amp;view=thumb&amp;amp;sort=&amp;amp;isInc=&amp;amp;isGallery=&amp;amp;share=&amp;amp;shareID=0&amp;amp;parentID=11618002&amp;amp;fileID=177718845&amp;amp;curPage=0&amp;amp;ft=5/19/2008%207:13:04%20PM"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SB9h4QAidtI/AAAAAAAAADA/3QX7WbclIqM/s320/PDF.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196980114006636242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.drivehq.com/file/ShowFile.aspx?catID=0&amp;amp;subCatID=0&amp;amp;view=thumb&amp;amp;sort=&amp;amp;isInc=&amp;amp;isGallery=&amp;amp;share=&amp;amp;shareID=0&amp;amp;parentID=11618002&amp;amp;fileID=177718846&amp;amp;curPage=0&amp;amp;ft=5/19/2008%207:13:04%20PM"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SB9h4QAiduI/AAAAAAAAADI/f7Eg88c92ng/s320/PDF.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196980114006636258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahan Kuliah lanjutan dari Mesin Elektrik 2 adalah tentang &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Prinsip kerja&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pengasutan motor&lt;/span&gt; (selengkapnya silahkan klik materi kuliah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-2570509214867314287?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2570509214867314287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2570509214867314287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/05/pengasutan-motor.html' title='Pengasutan Motor'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SB9h4QAidtI/AAAAAAAAADA/3QX7WbclIqM/s72-c/PDF.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-4363367152498650686</id><published>2008-04-25T15:18:00.006+09:00</published><updated>2008-06-14T05:09:41.985+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembangkit Energi Listrik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi kuliah'/><title type='text'>Pembangkit Energi Listrik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.esnips.com/doc/6bfe47c3-63d0-4167-b6bc-aa432187efb6/PEMBANGKIT-TL---DASAR--2"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SFLTK7Is_hI/AAAAAAAAADU/T2WB6xcsC_E/s320/PDF.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211459903447432722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahan Materi kuliah untuk pembangkitan energi elektrik atau sistem pembangkit , akan memuat tentang Pertimbangan Ekonomis Pembangkit tenaga listrik&lt;br /&gt;Dalam semua pekerjaan keteknikan, masalah biaya adalah yang paling penting. Pada umumya besarnya biaya menentukan apakah suatu proyek akan dibangun atau tidak, disamping pengaruh – pengaruh politik atau pertimbangan – pertimbangan lainnya. Pekerjaan perekayasaan dan kontruksi dari suatu sistem tenaga listrik ditentukan oleh penggunaan sistem tersebut untuk memperoleh keuntungan, sehingga pembangunan sistem tenaga harus direncanakan secara ideal. Persoalan-persoalan pembiayaan suatu proyek biasanya sangat rumit, hal ini disebabkan karena biaya yang selalu berubah-ubah terhadap waktu, kondisi dan bahkan terhadap perubahan kondisi teknologi.&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-4363367152498650686?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4363367152498650686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4363367152498650686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/04/pembangkit-energi-listrik.html' title='Pembangkit Energi Listrik'/><author><name>Misdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10580086322311518371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SFLTK7Is_hI/AAAAAAAAADU/T2WB6xcsC_E/s72-c/PDF.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-1823415492226617372</id><published>2008-04-17T08:26:00.010+09:00</published><updated>2008-09-28T16:28:45.247+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Networking dan switching'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><title type='text'>Pengenalan Jaringan Komputer</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Kalo kita berbicara masalah internet, ada pandangan bahwa internet itu merupakan suatu hubungan antar komputer di seluruh dunia dengan pusat pada suatu komputer tertentu. Pandangan ini kurang benar, karena sebenarnya Internet merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan besar ataupun kecil diseluruh dunia. Nah, sebagai awalan dari materi kuliah / bahan kuliah ini bahwa kita akan mepelajari bagian internet tersebut yaitu jaringan local.           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari jaringan komputer adalah untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan/kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric  ini disebut dengan LAN Topologies. Terdapat enam Network Topologi yaitu :  Star,Mesh, Ring, Bustree dan Hybrid.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya  menggunakan media sbb :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Twisted pair&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Coaxial cable&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Optical cable&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wireless.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt; &lt;span id="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Physical Topologi adalah bagaimana  kabel digelar sedangkan Logical Topologi adalah bagaimana jaringan (network) bekerja pada ‘physical wiring’. Harus diingat bahwa representasi secara logical dari suatu topologi mungkin bias sangat berbeda dengan implementasi secara fisiknya (physical implementation).  Sebagai contoh semua workstation dalam suatu token ring, secara logical dihubungkan secara ring. Akan tetapi secara fisik setiap station dihubungkan (attached) ke ‘central hub’, seperti sebuah star topologi.&lt;br /&gt;1. Topologi Jaringan&lt;br /&gt;1.1 Topologi Bus atau Daisy Chain  Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:  ·         merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node  ·         umum digunakan karena sederhana dalam instalasi  ·         signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision  ·         problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti seperti Topologi Bus      &lt;br /&gt;1.2 Topologi Ring  Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;lingkaran tertutup yang berisi node-node  ·    &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sederhana dalam layout  ·    &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana  ·    &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;problem: sama dengan topologi bus  ·    &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;biasanya  topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star       Topologi Ring  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;1.3 Topologi  Star  Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:  ·         setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node  dan kembali lagi.  ·         mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node  ·         keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu  ·         dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP        Topologi Star&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Topologi Mesh   MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Topologi TREE  Tree topologi dibangun oleh Bus network yang dihubungkan secra bersama-sama. Contoh : setiap gedung dalam suatu kampus memiliki Bus Network yang telh terpasang, maka setiap network dapat disambungkan secara bersama untuk membentuk sebuah tree teknologi yang bisa mengcover semua kampus. Karena tree topologi terdiri dari Bus topologi yang dihubungkan secra bersama maka tree topologi memiliki karakterisitik yang sama dengan Bus topologi.  Dia dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.&lt;br /&gt;HYBRID  Hybrid Network adalah network yang dibentuk dari berbagai topologi dan teknologi. Sebuah hybrid network mungkin, sebagi contoh, diakibatkan oleh sebuah pengambil alihan suatu perusahaan. Sehingga ketika digabungkan maka teknologi-teknologi yang berbeda tersebut harus digabungkan dalam sebuah network tunggal. Sebuah hybrid network memiliki semua karakterisitik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;br /&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-1823415492226617372?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/1823415492226617372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/1823415492226617372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/04/pengenalan-jaringan-komputer.html' title='Pengenalan Jaringan Komputer'/><author><name>Tanwir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00698451580091449621</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-7505385029554686541</id><published>2008-04-08T23:10:00.010+09:00</published><updated>2008-06-21T07:32:24.220+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hasil tugas Mesin Elektrik 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><title type='text'>Hasil Tugas Mesin Elektrik 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_uAj4kAoQI/AAAAAAAAACg/9l-Jiu4p1kQ/s1600-h/Motor+Sinkron.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_uAj4kAoQI/AAAAAAAAACg/9l-Jiu4p1kQ/s320/Motor+Sinkron.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186880749814456578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_t-wokAoOI/AAAAAAAAACQ/5RqBBJhJ_s8/s1600-h/Motor+Induksi+3+fasa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_t-wokAoOI/AAAAAAAAACQ/5RqBBJhJ_s8/s320/Motor+Induksi+3+fasa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186878769834533090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_t9iYkAoMI/AAAAAAAAACA/Yh9RJOE90Gw/s1600-h/Alternator.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_t9iYkAoMI/AAAAAAAAACA/Yh9RJOE90Gw/s320/Alternator.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186877425509769410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_t-IIkAoNI/AAAAAAAAACI/OEBC5jMW0wk/s1600-h/Motor+Induksi+1+fasa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_t-IIkAoNI/AAAAAAAAACI/OEBC5jMW0wk/s320/Motor+Induksi+1+fasa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186878074049831122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi kuliah atau &lt;a href="http://amfab.wordpress.com/2008/04/03/mind-mapping-dengan-topik-surat/"&gt;Map&lt;/a&gt; yang merupakan hasil tugas yang telah sdr kumpulkan, silahkan di KLIK agar lebih nampak untuk tiap gambarnya atau &lt;a href="http://www.esnips.com/doc/8c071e2d-b086-4ae1-bd19-5abd9efc2788/Hasil-Tugas-Mesin-elektrik-2"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ke 4 gbar diatas. Bahan kuliah  MME berupa tugas ini silahkan agar sdr dapat mengembangkan masing-masing point (diskusi tgl. 15 April 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-7505385029554686541?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7505385029554686541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7505385029554686541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/04/hasil-tugas-mesin-elektrik-2.html' title='Hasil Tugas Mesin Elektrik 2'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R_uAj4kAoQI/AAAAAAAAACg/9l-Jiu4p1kQ/s72-c/Motor+Sinkron.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-8139692295121973257</id><published>2008-04-04T07:15:00.007+09:00</published><updated>2008-04-04T08:03:07.389+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simetris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arus Gangguan Listrik'/><title type='text'>Soal-Soal STL-2</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Suatu tegangan bolak-balik 60 Hz yang mempunyai nilai rms sebesar 100 V dikenakan pada rangkaian RL seri dengan menutup sakelar. Resistansinya adalah 15 Ω sedangkan induktansinya 0,12 H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a). Hitunglah nilai komponen dc arus pada saat sakelar ditutup jika nilai sesaat tegangan pada waktu itu adalah 50 V.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b). Berapakah nilai sesaat tegangan yang akan menghasilkan komponen dc arus yang maksimum pada saat menutup sakelar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berapakah nilai sesaat tegangan yang akan menghasilkan komponen dc arus yang bernilai nol pada saat menutup sakelar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika sakelar ditutup ketika tegangan sesaat sama dengan nol, tentukanlah arus sesaat 0,5,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1,5,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan 5,5 periode kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-8139692295121973257?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/8139692295121973257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/8139692295121973257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/04/soal-soal-stl-2.html' title='Soal-Soal STL-2'/><author><name>Usman Tahir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05722321173475005912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_8SsyULiqkMk/R-yDUQHfe9I/AAAAAAAAAAk/6-joxhHpIYs/S220/P4270038.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-3836277129716059825</id><published>2008-03-29T12:29:00.008+09:00</published><updated>2008-06-14T00:21:29.112+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Metode Numerik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Materi kuliah elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahan Kuliah Elektro'/><title type='text'>Metode Numerik</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Secara lengkap terdiri dari 3 materi terutama untuk masing-masing metode di bawah ini,silahkan di download materinya:&lt;br /&gt;1. &lt;a style="color: rgb(0, 204, 204);" href="http://www.esnips.com/doc/ae257d23-f185-49da-94f2-cecebe78f251/METODE-BISEKSI"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Metode Biseksi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a style="color: rgb(0, 204, 204);" href="http://www.esnips.com/doc/14398507-9e64-4dda-89fc-f56157c3b51f/METODE-REGULA-FALSI"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Metode Regula Falsi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a style="color: rgb(0, 204, 204);" href="http://www.esnips.com/doc/aec30ebf-4258-4be5-97be-3d46bb354877/Metode-Newton-Raphson"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Metode Newton Raphson&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-3836277129716059825?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/3836277129716059825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/3836277129716059825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/03/metode-numerik.html' title='Metode Numerik'/><author><name>misdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17260551398473311565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-4315526921586874934</id><published>2008-03-29T11:18:00.005+09:00</published><updated>2008-04-18T03:59:02.139+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='power system'/><title type='text'>Pembangkit Energi Elektrik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.  Umum&lt;br /&gt;      Pusat pembangkit tenaga listrik adalah tempat dimana proses pembangkitan tenaga listrik dilakukan. Pada pembangkitan tenaga listrik terjadi proses konversi energi primer (bahan bakar atau potensi tenaga listrik) menjadi energi mekanik (dihasilkan mesin penggerak generator atau biasa disebut penggerak utama/prime mover) yang selanjutnya energi mekanik diubah menjadi energi listrik oleh generator.&lt;br /&gt;      Pada umumnya pada pusat pembangkit tenaga listrik terdapat:&lt;br /&gt;1. Instalasi Energi Primer, yaitu instalasi bahan bakar atau instalasi tenaga air.&lt;br /&gt;2. Instalasi mesin penggerak generator, yaitu instalasi yang berfungsi sebagai pengubah energi primer menjadi energi mekanik penggerak generator.  Mesin penggerak generator ini dapat berupa ketel uap beserta turbin uap, mesin diesel, turbin gas dan turbin air.&lt;br /&gt;3. Instalasi pendingin, yaitu instalasi yang berfungsi mendinginkan mesin penggerak yang menggunakan bahan bakar.&lt;br /&gt;4. Instalasi Listrik, yaitu instalasi yang secara garis besar terdiri dari:&lt;br /&gt;a. Instalasi tegangan tinggi, yaitu instalasi yang menyalurkan energi listrik yang dibangkitkan generator.&lt;br /&gt;b. Instalasi tegangan rendah yaitu instalasi alat-alat bantu dan instalasi penerangan.&lt;br /&gt;c. Instalasi arus searah yaitu instalasi yang terdiri dari baterai/aki beserta pengisinya dan jaringan arus searah yang terutama digunakan untuk proteksi, kontrol dan telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;B. Jenis-Jenis Pusat Pembangkit Tenaga Listrik&lt;br /&gt;   Jenis-Jenis Pusat Pembangkit Tenaga Listrik yang ada dan dioperasikan secara komersiil yaitu:&lt;br /&gt;1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).&lt;br /&gt;Pembangkit listrik ini menggunakan tenaga air sebagai sumber energi primer.&lt;br /&gt;2. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)&lt;br /&gt;Pembangkit listrik ini menggunakan Bahan bakar minyak  sebagai sumber energi primer.&lt;br /&gt;3. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)&lt;br /&gt;Pembangkit listrik ini menggunakan bahan bakar batu bara, minyak atau gas sebagai sumber energi primer.&lt;br /&gt;4. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)&lt;br /&gt;Pembangkit listrik ini menggunakan bahan bakar gas sebagai sumber energi primer.&lt;br /&gt;5. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)&lt;br /&gt;Pembangkit listrik ini  merupakan kombinasi PLTG dengan PLTU .  gas buang dari PLTG dimanfaatkan untuk menghasilkan uap dalam ketel uap penghasil uap untuk penggerak turbin uap.&lt;br /&gt;6. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)&lt;br /&gt;Pembangkit listrik Tenaga Panas Bumi merupakan PLTU yang tidak mempunyai ketel uap karena penggerak turbin uapnya di dapat dari dalam bumi.&lt;br /&gt;7. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).&lt;br /&gt;Pembangkit listrik Tenaga Nuklir merupakan PLTU yang menggunakan uranium sebagai bahan bakar yang menjadi sumber energi primernya.  Uranium menjalani proses fission (fisi) di dalam reaktor nuklir yang menghasilkan energi panas yang digunakan untuk menghasilkan uap dalam ketel uap.  Uap ini selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin uap penggerak generator.&lt;br /&gt;   Pusat pembangkit tenaga listrik yang telah disebutkan diatas disebut juga pembangkit listrik konvensional yang artinya pembangkit listrik yang secara ekonomis bisa dikomersilkan.  Sedangkan pembangkit tenaga listrik yang masih dalam taraf penelitian dan belum bisa dikomersilkan disebut pembangkit listrik non konvensional (PLT pasang surut air laut, Magnetohidro dll)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Masalah Utama Dalam Pembangkitan Tenaga Listrik&lt;br /&gt;       Masalah utama yang dihadapi dalam pembangkitan tenaga listrik adalah:&lt;br /&gt;1. Penyediaan Energi Primer&lt;br /&gt;Energi primer untuk pusat listrik thermal adalah bahan bakar.  Penyediaan bahan bakar meliputi: pengadaan, transportasi dan penyimpanannya, terutama yang memerlukan perhatian terhadap resiko kebakaran.&lt;br /&gt;Energi primer PLTA adalah air.  Pengadaannya dari sungai dan hujan, sedangkan penyimpanannya di waduk. Untuk PLTA, konservasi hutan pada daerah aliran (DAS) sangat penting agar hutan berfungsi sebagai penyimpan air sehingga tidak timbul banjir di musim hujan dan tidak kekeringan pada waktu musim kemarau.&lt;br /&gt;2. Penyediaan Air Pendingin&lt;br /&gt;Masalah penyediaan air pendingin timbul pada pusat listrik thermal seperti PLTU dan PLTD.  PLTU dengan daya terpasang lebih dari 25 MW banyak dibangun di daerah pantai karena membutuhkan air pendingin dalam jumlah yang besar shg bisa menggunakan air laut sebagai air pendingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masalah Limbah&lt;br /&gt;PLTU batu bara menghasilkan limbah berupa abu batu bara dan asap yang mengandung gas SO2, dan CO2.  PLTD dan PLTG mempunyai limbah minyak pelumas.  PLTN mempunyai limbah uranium.&lt;br /&gt;4. Masalah Kebisingan.&lt;br /&gt;Pusat listrik tenaga thermal mempunyai tingkat kebisingan yang tinggi berupa suara keras bagi masyarakat yang tinggal didekatnya.&lt;br /&gt;5. Operasi&lt;br /&gt;Operasi pusat tenaga listrik sebagian besar 24 jam sehari.  Biaya penyediaan tenaga listrik sebagian besar (± 60 %) untuk operasi pusat tenaga listrik, khususnya untuk membeli bahan bakar.&lt;br /&gt;6. Pemeliharaan&lt;br /&gt;Pemeliharaan peralatan pusat tenaga listrik diperlukan untuk:&lt;br /&gt;a. mempertahankan efisiensi&lt;br /&gt;b. mempertahankan keandalan&lt;br /&gt;c. mempertahankan umur ekonomis&lt;br /&gt;Bagian-bagian peralatan yang memerlukan pemeliharaan terutama adalah:&lt;br /&gt;a. bagian yang bergeser (bantalan, piston ring, dll)&lt;br /&gt;b. bagian yang mempertemukan zat-zat dengan suhu yang berbeda (penukar panas/heat exhanger) dan ketel uap).&lt;br /&gt;c. Kontak-kontak listrik dalam sakelar serta klem penyambung kabel listrik.&lt;br /&gt;7. Gangguan&lt;br /&gt;Gangguan adalah peristiwa yang menyebabkan pemutus daya membuka (trip) di luar kehendak operator.  Gangguan bisa berupa hubung singkat dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pengembangan Pembangkitan&lt;br /&gt;Pada umumnya pusat listrik yang berdiri sendiri maupun yang dihungkan dalam interkoneksi memerlukan pengembangan karena beban yang dipasok pasti selalu bertambah sedangkan dilain pihak pembangkit yang ada semakin tua dan perlu dikeluarkan dari operasi.  Pengembangan pembangkitan khususnya dalam interkoneksi selain memperhatikan gangguan dan kerusakan (jaringan semakin luas) juga harus diperhatikan masalah saluran transmisi dalam sistem.&lt;br /&gt;9. Perkembangan Teknologi Pembangkitan.&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi pembangkitan umumnya mengarah ke perbaikan efisiensi dan penemuan konversi energi baru dan penemuan bahan bakarbaru.  Perkembangan ini meliputi perangkat keras (hardware) seperti komputer dan perangkat lunak (sofware) seperti pengembangan model matematika untuk optimasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Keuntungan dan Kerugian pengoperasian Pembangkit Thermis (PLTU) dan Non Thermis (PLTA)&lt;br /&gt;(Ditinjau dari segi investasi, polusi, bahan bakar, pengoperasian dan lingkungan)&lt;br /&gt;Thermis (PLTU)&lt;br /&gt;1. Keuntungan (tinjau dari segi investasi, lingkungan, operasional, dan lain-lain)&lt;br /&gt;a. dari segi investasi PLTU lebih murah&lt;br /&gt;b.&lt;br /&gt;2. kerugian&lt;br /&gt;a. Menyebabkan polusi&lt;br /&gt;b. BB lebih mahal&lt;br /&gt;c. Operasi lbh mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Mutu Tenaga Listrik&lt;br /&gt;Dengan makin pentingnya peranan tenaga listrik dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi keperluan industri, maka mutu tenaga listrik juga menjadi tuntutan yang makin besar dari pihak pemakai. Mutu tenaga listrik tersebut meliputi:&lt;br /&gt;1. Kontinyuitas penyediaan: apa tersedia 24 jam sehari sepanjang tahun.&lt;br /&gt;2. Nilai tegangan : apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan.&lt;br /&gt;3. Nilai Frekuensi: apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan.&lt;br /&gt;4. Kedip tegangan: apakah besarnya dan lamanya masih dapat diterima oleh pemakai tenaga listrik.&lt;br /&gt;5. Kandungan Harmonisa: apakah jumlahnya masih dalam batas-batas yang diterima oleh pemakai tenaga listrik.&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-4315526921586874934?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4315526921586874934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/4315526921586874934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/03/pembangkit-energi-elektrik.html' title='Pembangkit Energi Elektrik'/><author><name>misdi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17260551398473311565</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-5226814941271241408</id><published>2008-03-28T14:56:00.003+09:00</published><updated>2008-04-02T08:43:14.125+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sistem Linier'/><title type='text'>Sistem Linier</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mata kuliah ini membahas tentang sistem linier tak ubah waktu (&lt;i style=""&gt;linier time-invariant -LTI&lt;/i&gt;), baik sisem waktu kontinyu maupun waktu diskrit dalam berbagai kawasan (&lt;i style=""&gt;domain&lt;/i&gt;) yakni kawasan waktu, kawasan frekuensi, kawasan-s dan kawasan-z. Metode yang digunakan dalam analisa sistem tersebut memberikan konstribusi yang besar pada ilmu teknik elektro. Dan dibutuhkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisa sistem LTI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-5226814941271241408?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5226814941271241408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5226814941271241408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/03/sistem-linier.html' title='Sistem Linier'/><author><name>Usman Tahir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05722321173475005912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_8SsyULiqkMk/R-yDUQHfe9I/AAAAAAAAAAk/6-joxhHpIYs/S220/P4270038.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-2006569877009704757</id><published>2008-03-28T14:36:00.003+09:00</published><updated>2008-04-02T09:18:06.457+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Arus Gangguan Listrik'/><title type='text'>Analisa Sistem Tenaga Listrik 2</title><content type='html'>GANGGUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan : setiap kesalahan dalam suatu rangkaian yang menyebabkan terganggunya aliran arus yang normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama analisis gangguan :&lt;br /&gt;1. Menentukan arus maksimum dan minimum hubungan singkat tiga fasa,&lt;br /&gt;2. Menentukan arus gangguan taksimetris bagi gangguan satu dan dua lin-ketanah,&lt;br /&gt;   gangguan lin-ke-lin dan rangkaian terbuka,&lt;br /&gt;3. Penyelidikan operasi rele-rele proteksi,&lt;br /&gt;4. Menentukan kapasitas pemutus dari breaker-breaker (CB),&lt;br /&gt;5. Menentukan distribusi arus gangguan dan tingkat tegangan busbar selama gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan arus gangguan dibagi dalam dua tipe utama :&lt;br /&gt;1. Gangguan husing 3 fasa, yakni ketika jaringan secara elektrik tetap seimbang.&lt;br /&gt;   Kalkulasi dengan rangkaian ekivalen normal satu fasa.&lt;br /&gt;2. Gangguan selain husing 3 fasa, yakni ketika jaringan secara elektrik tidak  &lt;br /&gt;   seimbang,kalkulasi dengan metode khusus (metode komponen simeteris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi gangguan pada jaringan daya, arus yang mengalir ditentukan :&lt;br /&gt;- Emf-dlam mesin pada jaringan impedansinya,&lt;br /&gt;- Impedansi pada jaringan antara mesin dengan titik tempat terjadinya gangguan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-2006569877009704757?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2006569877009704757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2006569877009704757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/03/analisa-sistem-tenaga-listrik-2.html' title='Analisa Sistem Tenaga Listrik 2'/><author><name>Usman Tahir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05722321173475005912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_8SsyULiqkMk/R-yDUQHfe9I/AAAAAAAAAAk/6-joxhHpIYs/S220/P4270038.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-5790991365652894498</id><published>2008-03-28T14:26:00.004+09:00</published><updated>2008-04-02T10:00:56.570+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Perencanaan Transmisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah Elektro'/><title type='text'>Tugas Transmisi Daya Elektrik</title><content type='html'>Tugas kelompok perencanaan trasmisi saluran udara dikumpulkan pada hari sabtu, 3  Mei 2008 pukul 12.00  Wit  dan  dipresentasikan   pada hari Kamis, 8 Mei 2008.&lt;br /&gt;Pelaksanaan asistensi tugas mulai jam 10.00 -  12.00 setiap hari selasa, kamis dan Sabtu di ruang Lab. Sistem Tenaga Lisrik - Elektro USTJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAGIAN TUGAS:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kelompok 1&lt;/span&gt; :Rencanakan suatu saluran transmisi fasa tiga dengan tegangan 150 KV, 110 km, 50 Hz. Saluran tersebut menyalurkan daya 70 MW, Gunakan representasi nominal pi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kelompok 2&lt;/span&gt; :Rencanakan suatu saluran transmisi fasa tiga dengan tegangan 150 KV, 220 km, 50 Hz. Saluran tersebut menyalurkan daya 70 MW, Gunakan representasi nominal pi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kelompok 3&lt;/span&gt; :Rencanakan suatu saluran transmisi fasa tiga dengan tegangan 220 KV, 200 km, 50 Hz. Saluran tersebut menyalurkan daya 150 MW, Gunakan representasi nominal pi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kelompok 4&lt;/span&gt; :Rencanakan suatu saluran transmisi fasa tiga dengan tegangan 220 KV, 200 km, 50 Hz. Saluran tersebut menyalurkan daya 100 MW, Gunakan representasi nominal T.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kelompok 5&lt;/span&gt; :Rencanakan suatu saluran transmisi fasa tiga dengan tegangan 150 KV, 110 km, 50 Hz. Saluran tersebut menyalurkan daya 60 MW, Gunakan representasi nominal T.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kelompok 6&lt;/span&gt; :Rencanakan suatu saluran transmisi fasa tiga dengan tegangan 220 KV, 220 km, 50 Hz. Saluran tersebut menyalurkan daya 150 MW, Gunakan representasi nominal T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama Kelompok :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 1    ;                       Kelompok 4&lt;br /&gt; a. Mareyke,                                   a. Antonius &lt;br /&gt; b. Yohanes,                                    b. Irman H.P&lt;br /&gt; c. Asael Wenda                            c. William A.T&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Kelompok 2     ;                      Kelompok 5&lt;br /&gt; a. Assa asso,                                   a. Jamal Jumadi&lt;br /&gt; b. Fransel,                                         b. Maat Balyo&lt;br /&gt; c. Herianto,                                        c. Daniel A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 3        ;                   Kelompok 6&lt;br /&gt; a. Riko Aris,                               a. Lendi  &lt;br /&gt; b. Paul R,                                       b. Charles H&lt;br /&gt; c. Yosi P,                                          c. Maichel B&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-5790991365652894498?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5790991365652894498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/5790991365652894498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/03/transmisi-daya-elektrik.html' title='Tugas Transmisi Daya Elektrik'/><author><name>Usman Tahir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05722321173475005912</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_8SsyULiqkMk/R-yDUQHfe9I/AAAAAAAAAAk/6-joxhHpIYs/S220/P4270038.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-3766221640950796830</id><published>2008-03-26T13:00:00.000+09:00</published><updated>2008-03-26T13:13:56.617+09:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tugas Mesin Elektrik 2'/><title type='text'>Tugas Mesin elektrik 2</title><content type='html'>Tugas kelompok saudara segera dilengkapi dan diketik termasuk dilengkapi gambar yang telah ada. Perlu dilengkapi dengan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Mapping Materi sesuai Chapter&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;sesuai dengan catatan pada laporan awal sdr.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-3766221640950796830?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://amfab.wordpress.com' title='Tugas Mesin elektrik 2'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/3766221640950796830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/3766221640950796830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/03/tugas-mesin-elektrik-2.html' title='Tugas Mesin elektrik 2'/><author><name>dzul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09745425812078395448</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-1632157621344750907</id><published>2008-03-14T10:01:00.001+09:00</published><updated>2008-06-21T07:25:12.330+09:00</updated><title type='text'>Networking dan Switching</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Materi kuliah networking swichting ini terdiri dari beberapa hal sbb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep "downsizing" maupun "lightsizing" yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;2. Sejarah Jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.&lt;br /&gt;Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;3. Model referensi OSI dan Standarisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.&lt;br /&gt;Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera pada Tabel 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;4. Ethernet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.&lt;br /&gt;Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.&lt;br /&gt;Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16. Sedangkan 48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat di Tabel 3, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;A. 10Base5 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti pad Gambar 4. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.&lt;br /&gt;Seperti pada Gambar 5, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;B. 10Base2 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. (Gambar 6). Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;C. 10BaseT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.&lt;br /&gt;Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;5. Desain Jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah jaring (mesh) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau memanfaatkan gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana yang berbeda. Mungkin Tabel 5 bisa dibuat sebagai referensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bahan kuliah maupun materi kuliah ini kita membicarakan dan mengenal beberapa alat dan sarana untuk sebuah jaringan, diharapkan akan lebih membuka wahana dan pengetahuan kita dalam merencanakan pembuatan sebuah jaringan. Setelah itu kita akan berusaha menelusuri lagi pembicaraan dari segi software, bentuk jaringan dan beberapa pemanfaatannya dalam tulisan selanjutnya dibagian ke-dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 255); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. UNIX User Japan, Ed. 7, Vol. 5, No. 70, Mei 1998.&lt;br /&gt;2. O. Koizumi, "Zukaide wakaru LAN nosubete," Nihon Jitsugyo Shuppan, Tokyo Agustus 1998.&lt;br /&gt;3. Linux Japan, Ed. 2, Vol. 1, No. 4, Januari 1999.&lt;br /&gt;4. H. Koyama, et.al, "Linux nyuumon," Toppan-shuppan, Tokyo, Oktober 1996.&lt;br /&gt;5. Maebara, "Linux de Internet," Fuki-shuppan, Tokyo, April 1996.&lt;br /&gt;6. http://www.datatelsup.com/, http://www.3com.co.jp/, http://www.sun.com/, http://www.dell.com/&lt;br /&gt;7. http://www.ieee.org/, http://www.linux.or.id/, http://www.pii.or.id/elektro&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-1632157621344750907?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/1632157621344750907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/1632157621344750907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/03/networking-dan-switching.html' title='Networking dan Switching'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-7950773877978407660</id><published>2008-03-01T12:29:00.005+09:00</published><updated>2008-04-03T05:00:21.401+09:00</updated><title type='text'>Mesin Elektrik 2 ( Mesin Arus Bolak-Balik)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R8jQWIcEp2I/AAAAAAAAABI/B-0HsSJnVi0/s1600-h/konstruksi+motor+induksi+lkp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 182px; height: 245px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R8jQWIcEp2I/AAAAAAAAABI/B-0HsSJnVi0/s320/konstruksi+motor+induksi+lkp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172613250675943266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;Materi kuliah teknik elektro yang terkait dengan permesian listrik terbagi atas Mesin Elektrik ½. Secara umum materi tentang mesin elektrik atau sistem tenaga listrik/teknik tenaga listrik tidak terlepas dari jenis mesin yang dikelompokan menjadi 2 jenis sesuai dengan suplai energi yang diberikan, yaitu Arus Searah (DC) dan &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arus Bolak-Balik (AC).&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh karena itu pada materi kuliah mesin elektrik/listrik pada program studi teknik elektro telah dikelompokan menjadi 3 bagian. Pada mesin elektrik 1 membahas tentang Mesin Arus Searah (DC), Mesin elektrik 2 tentang Mesin Arus Bolak-balik (AC) dan mesin elektrik 3 membahas tentang Transformator. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mesin Elektrik 2 akan lebih difokuskan kepada Motor induksi. Secara umum motor induksi merupakan motor arus bolak balik yang paling umum luas penggunaannya. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan antara putaran rotor dengan medan putar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang dihasilkan oleh arus stator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;font-family:times new roman;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berdasarkan penggunaannya, motor induksi paling banyak digunakan karena memiliki keuntungan, antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Konstruksinya sederhana dan dapat diandalkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Harganya murah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mempunyai effisiensinya tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak menggunakan sikat sehingga rugi yang ditimbulkan akibat gesekan sangat kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Power Faktor (PF) cukup baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Perawatannya muda&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penggunaan peralatan asut sangat sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Walaupun memiliki kelebihan, pada kenyataannya motor induksi mempunyai kekurangan/kerugian yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengaturan kecepatannya tidak dapat dilaksanakan tanpa mengurangi effisiensinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kecepatan akan menurun seiring dengan pertambahan beban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Arus asutnya besar dan torsi startingnya kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kontruksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Sebagaimana mesin elektrik arus searah, pada mesin elektrik arus bolak-balik (mesin induksi) terdiri dari : Rotor dan Stator, secara detail dapat dilihat pada gambar diatas.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:12;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;Stator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; dari motor induksi mempunyai bentuk yang sama dengan motor sinkron ataupun generator sinkron. Stator terbuat dari susunan laminasi-laminasi besi silikon dengan ketebalan antara 4 – 5 mm yang pada diameter bagian dalam dibuat membentuk alur-alur guna tempat meletakkan belitan. Dalam alur stator diletakkan belitan-balitan stator yang posisinya berbeda fase sebesar 120 derajat listrik untuk setiap fasenya (motor 3 fase). Gulungan stator dibuat sesuai dengan jumlah kutub serta besar putaran yang diinginkan. Stator untuk mesin listrik dalam hal ini motor listrik yang berukuran kecil dibentuk dalam potongan utuh. Sedangkan untuk motor yang berukuran besar tersusun dari sejumlah segmen-segmen laminasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;Rotor &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;motor induksi bila ditinjau berdasarkan jenis rotornya maka dibagi dalam 2 jenis rotor yaitu rotor Sangkar dan Rotor Belitan. &lt;/span&gt;  &lt;ol start="1"  type="a" style="font-family:arial;"&gt;&lt;li class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rotor Sangkar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; merupakan rotor yang terdiri dari      batang-batang tembaga yang dihubungkan singkat pada ujung-ujungnya dan di      cor menjadi satu kesatuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Rotor belitan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; merupakan jenis rotor yang terbuat      dari laminasi-laminasi besi dengan alur-alur yang gunanya untuk meletakkan      belitan/kumparan yang pada bagian ujung masing-masing belitan dihubungkan      singkat.        &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 153);"&gt;to be continued&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:12;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-7950773877978407660?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7950773877978407660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/7950773877978407660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/02/mesin-elektrik-2-mesin-arus-bolak-balik.html' title='Mesin Elektrik 2 ( Mesin Arus Bolak-Balik)'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/R8jQWIcEp2I/AAAAAAAAABI/B-0HsSJnVi0/s72-c/konstruksi+motor+induksi+lkp.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5222945753128062904.post-2519427743947192547</id><published>2008-02-26T23:38:00.000+09:00</published><updated>2008-03-01T13:08:07.877+09:00</updated><title type='text'>Jadwal Teknik Elektro D3-S1</title><content type='html'>Jadwal kuliah semester genap tahun akademik 2007/2008 teknik elektro baik D3-S1 silahkan di &lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.esnips.com/doc/e1413219-e6c7-46c0-8e2d-4955a156092a/Jadwal_Elektro-D3-S1"&gt;download &lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.esnips.com/doc/e1413219-e6c7-46c0-8e2d-4955a156092a/Jadwal_Elektro-D3-S1"&gt;di sini coy&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;. Silahkan sdr sesuaikan dengan kuliah masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5222945753128062904-2519427743947192547?l=kuliahelektro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2519427743947192547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5222945753128062904/posts/default/2519427743947192547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliahelektro.blogspot.com/2008/02/jadwal-teknik-elektro-d3-s1_26.html' title='Jadwal Teknik Elektro D3-S1'/><author><name>A. Muid Fabanyo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02122588460680492669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_9g8h_sEso6I/SMUHnHKaGzI/AAAAAAAAAFM/bVuVhqwNY5Q/S220/amfa1.JPG'/></author></entry></feed>
